
Drtt...drttt...drttt.
Ponsel Cleo bergetar, panggilan masuk dari nama yang paling ia hindari selama ini,Syam.
"Hallo."
"Kau tidak merindukan ayah, putra ku."
Syam sengaja menekan kata di akhir kalimatnya.
"Katakan ada apa?" Tanya Cleo langsung.
Saat ini ia sangat tidak tertarik dengan perbincangan antara ayah dan anak. Ada hal yang jauh lebih penting ia lakukan saat ini, mencari keberadaan istrinya, yang saat ini dimana rimba nya.
"Pulang lah ke mansion, aku punya kejutan untukmu." dan panggilan berakhir.
Sebuah pesan masuk, menampilkan Aqella yang sedang terbaring di kasur, di kamar lama miliknya.
Sial.
Pria tua itu benar benar menepati sumpahnya sepuluh tahun lalu, tidak akan membiarkan wanita manapun berada di sisinya.
Tidak ada waktu lagi, ia harus menyelamatkan Aqella, bergegas masuk ke dalam mobil, meninggalkan gedung CL dengan kecepatan penuh.
"Arka, lo urus disini, gue susul Cleo."titahnya pada Arka.
"Eh gue bukan pegawai disini, gak ada urusan." Tolak Arka tegas.
__ADS_1
"Nggak ada lagi yang bisa gue percaya untuk saat ini selain lo, jadi gue mohon bantu kami kali ini." Mohon Robby, menepuk pelan pundak Arka.
"Iya." Ucap Arka pasrah.
"Thanks bro."
Robby menaiki Betty, motor kesayangan nya menyusul Cleo.
Di Mansion, Syam sudah menyiapakan sebuah permainan untuk Cleo, ia akan membuat pertarungan dalam game yang di rilis Cleo mejadi nyata, dan Cleo yang akan menjadi karakter utama nya.
Dengan dua puluh orang yang di bagi menjadi empat kelompok, lima penembak jitu, lima pemanah, lima petarung jarak dekat yang pandai menggunakan pedang dan belati, dan lima orang sisanya hanya anak buahnya yang memiliki fisik paling bugar dan ilmu bela diri yang lebih mahir dari seluruhnya.
Mereka semua akan dibagi lagi, dan di tempatkan di masing masing di luar dan dalam mansion ini.
Cleo yang sudah tiba di mansion langsung di hadapkan oleh berbagai senjata yang berjajar rapi di atas meja, dan ia hanya diperbolehkan memilih tiga jenis untuk alat bantunya.
Ada berbagai jenis pistol dan senapan, dan ia harus memilih yang sekiranya dapat membantunya dalam pertarungan ini, yang bahkan ia tidak tahu ada berapa musuhnya.
Cleo mengambil pistol jenis Heckler & Koch USP Tactical dan memilih senapan jenis Accuracy International Arctic Warfare Magnum.
Dua jenis yang bisa di lakukan untuk jarak dekat dan jarak jauh, namun masih belum bisa membantunya, dan ia harus memutar otak lagi, memperkirakan siapa yang di hadapi nya.
Pikiran Cleo melayang jauh kebelakang, mengingat siapa yang sekiranya yang paling sering berada di samping Syam, sampai ia teringat dengan orang yang bernama Xavier, pria turunan Tiongkok itu dia sangat ahli dalam ilmu pedang, sudah pasti jika ia akan ikut andil dalam pertempuran kali ini.
Cleo melihat barisan pedang, samurai dan belati yang di gantung di tembok, mencari cari yang sekiranya tidak menyulitkannya untuk bergerak nantinya, sampai ia tertarik dengan belati Gerber LHR Combat Knife, dengan panjang yang tidak lebih dari lima belas inci itu, mampu ia gunakan untuk keadaan terdesak jika harus berhadapan dengan duel jarak dekat.
Semua sudah siap, tidak tahu dimana Aqella, ia harus menemukannya di seluruh mansion ini yang luasnya dua hektar , dan bangunan nya sendiri memiliki luas tujuh ribu meter persegi, dengan tinggi tiga lantai dan ruangan yang banyak.
__ADS_1
"Kau sudah memilih, ku beri waktu enam puluh menit untuk menyelamatkan istrimu, selamat bersenang senang." Syam mematikan sambungan telpon nya.
Ya Syam tidak menemuinya, pria itu entah bersembunyi dimana bersama istrinya, yang pasti dalam waktu enam puluh menit ia harus bertindak dengan hati hati dan cepat.
Cleo melangkahkan kakinya, masuk kedalam ruang tamu, mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan, melihat dengan teliti takut takut ada musuh yang menyerang dari belakang. Padahal ia pulang ke rumahnya sendiri, tapi ia malah seperti seorang agen yang masuk ke sarang musuh.
Dan benar saja, anak buah Syam sudah bersandar santai di dinding, dan langsung menyerang Cleo.
Hal yang pertama di lakukan adalah, melayangkan tinju ke arah Cleo, tapi dengan sigap Cleo menghindar, menarik tangan anak buah Syam dan menjatuhkan nya di lantai, bruk.
Pria itu tersungkur dengan posisi tengkurap, Cleo langsung memelintir tangannya ke belakang, bunyi tulang yang patah terdengar, pria itu menjerit kesakitan, tidak berhenti disitu, Cleo menekuk kaki musuh nya ke belakang, menjadi lurus dan kembali lagi suara tulang yang patah. Pria itu tak sadarkan diri. Selesai dengan satu orang Cleo kembali berjalan, membuka satu persatu ruangan.
Sebuah anak panah menancap di pintu, mengejutkan Cleo yang ingin membuka pintu kamar, menengok ke belakang, sial ada pemanah, dan ia tidak memperkirakan itu, segera ia masuk ke dalam ruangan.
Pemanah tersebut berjalan ke arah Cleo, membuka pintu perlahan.
Gila ini gila... ia merasa seperti rusa yang sedang di buru, dengan tarikan nafas perlahan, Cleo mengejutkan pemanah dengan langsung keluar dari tempat persembunyian di balik ranjang dan dorr...
Menembak kaki pemanah, membuat ia langsung bertekuk lutut, meringis kesakitan, merasakan timah panas menancap di kakinya.
Pemanah tersebut menarik busur dari punggungnya, bersiap untuk memanah Cleo, namun ia masih kalah cepat dengan Cleo yang sudah melempar belati terlebih dahulu ke dahi pemanah, dan menumbangkan nya.
Tewas dua, Cleo menarik kembali belati membersihkan darah dari belatinya dengan cara mengelap nya di baju pemanah.
Sementara di tempat persembunyian nya, Syam mengepal kuat kuat tangan nya, melihat Cleo dari layar monitor yang berhasil menumbangkan dua anak buahnya, tidak mengira jika Cleo sangat ahli dalam pertempuran, padahal anak itu tidak pernah ia latih sama sekali.
Jika begini, dalam kurang waktu satu jam pasti Cleo bisa menumbangkan seluruh anak buahnya.
__ADS_1
Jika begitu Syam akan mengubah permainan, menjadi lebih dahsyat dari ini, bersiaplah dengan kejutan yang akan datang...