Sekretaris Nakal

Sekretaris Nakal
bab 53


__ADS_3

Pelataran CL sudah di penuhi oleh wartawan dan jurnalis yang ingin mencari kebenaran tentang berita yang tersebar di media, dan petugas keamanan harus bekerja exstra untuk menghalau orang orang ini.


Cleo yang baru turun dari mobil langsung di serbu oleh wartawan dan puluhan kamera yang menyorotnya, mereka menanyakan berbagai pertanyaan yang sama sekali Cleo enggan untuk jawab.


"Tuan Cleo, apa benar pria yang di rekaman itu anda?"


"Apa alasan anda mencekik Audrey?"


"Apa benar jika anda cemburu dengan Audrey yang sudah memiliki pasangan baru dan melupakan anda?"


"Dan itu menjadikan alasan anda untuk mendorong Audrey dari kamar hotelnya, dan membuat kejadian itu seperti Audrey melenyapkan dirinya sendiri?"


"Tidak ada komentar!" jawab Cleo, berusaha menerobos keluar dari kerumunan wartawan dan masuk kedalam gedung CL.


"Kunci pintu rapat rapat, jangan biarkan siapapun masuk." titah Cleo ke petugas keamanan.


Sementara Robby masih berusaha meredam komentar komentar negatif dari netizen dunia maya, di bantu dengan Didi dan beberapa orang lainya yang sibuk berkutat di depan komputer.


"Baru ini Cleo bodoh dalam bertindak." gerutu Robby, ia sudah kehabisan akal, otaknya sudah berasa ingin pecah, bahkan ia membenturkan pelan kepalanya ke meja. Putus asa dengan semuanya.


Drtt...Drtt.


Ponsel Robby bergetar, nomor asing tertera di layarnya, segera ia menggeser tombol hijau ke samping "Hallo."


"Saya Adi Wijaya, saya ingin menarik seluruh investasi saya... saya gak mau kerja sama dengan pembunuh!" Adi langsung menutup panggilan.


"AAAAA!" teriak Robby langsung membanting ponselnya ke lantai.


Hancur semuanya hancur, sudah ada delapan orang yang menarik investasinya dari CL, mereka semua memiliki alasan yang sama, tidak ingin bekerja sama dengan pembunuh.


"Bagaimana?" tanya Cleo saat ia membuka pintu ruang kerjanya.


Robby langsung menghampiri Cleo, dan tanpa babibu, Robby langsung menghajar si pembuat onar ini, memberi bogeman mentah di wajah tampan Cleo.


Tidak peduli dengan tatapan semua orang yang terkejut dengan aksinya yang brutal karena berani memukul seorang Cleo, Robby sudah kehilangan akal.


Bertahun lamanya ia ikut merintis perusahaan ini, bersama Cleo sampai perusahaan ini berkembang dan sukses menjadi perusahaan no satu di negara ini, dan di akui oleh dunia, tapi dengan kebodohan Cleo, ia hancurkan semuanya, kerja keras mereka yang di bangun dengan darah dan keringat mereka.

__ADS_1


"Lo gak waras!" Cleo menendang tubuh Robby, membuat pria itu tersingkir dari hadapanya dan terjatuh di lantai.


Cleo menendang kursi yang di duduki Didi, untungnya kursi memiliki roda, jadi tidak membuat Didi jatuh, hanya bergeser sedikit dari tempatnya.


Cleo membaca setiap komentar yang di tujukan pada dirinya.


'Ourang kaya... udah terbukti salah masih belum di tangkap juga.'


'Ganteng sih, tapi pembunuh'


'Ada duit semua bisa di bayar'


'Udah gue uninstall FL dari hp gue, gak mau lagi main game rilisan CL'


Belum lagi judul judul artikel yang bertebaran yang semakin menjatuhkan Cleo.


*Pengusaha muda Cleo Rodriguez menjadi tersangka.


*Ketika uang berkuasa, hukum tak berarti.


*Karena Cemburu, Model cantik tewas di tangan mantanya.


"Jal*ng itu, sudah matipun masih menyusahkan." gumam Cleo.


Cleo mengusap wajahnya, menyibak rambutnya kebelakang, menghembuskan nafas dengan kasar, padahal ia sudah sangat berhati hati melakukan itu, bahkan ia mematikan semua cctv di hotel itu, dan memastikan tidak ada orang yang melihatnya, kecuali....


...--------------...


Sementara itu, Arka yang melihat berita mengenai Cleo, bergegas menuju rumah Andi, ingin memastikan jika kabar itu bukanlah kabar burung.


Namun jalanan yang menuju rumah Andi, menjadi ramai dengan kerumunan manusia yang bersorak menyuarakan keadilan untuk Audrey, yang di anggap sebagai wanita malang menjadi korban kebiadaban Cleo.


"****!...Kalo gini gak bisa lewat." umpat Arka.


Nggak ada pilihan lain, Arka meninggalkan mobilnya di tengah jalan, ia lebih memilih untuk berjalan ke rumah Andi, membaur bersama orang orang.


Di depan rumah Andi, orang orang melemparkan batu pada rumah Andi, dan ada pula yang mengumpat, memaki Cleo.

__ADS_1


Aqella sangat ketakutan melihat kerumunan di depan rumahnya, tidak tahu apa yang terjadi sampai membuat orang marah pada suaminya.


Sedangkan Andi ia berusaha memperketat penjagaan dan mencoba menghubungi petugas setempat untuk menertibkan orang orang ini.


"Sayang apa yang terjadi?" tanya Rosa panik.


Andi menggeleng, tidak bisa memberi jawaban untuk istrinya, karena ia sendiri juga tidak tahu apa apa.


Arka melompat tembok pembatas bagian belakang rumah Aqella, karena bagian depan sudah di penuhi dengan kerumunan.


"Hei kau siapa?!" hardik penjaga yang bertugas.


"Diamlah, aku kenal dengan keluarga ini." jawabnya santai, dan masuk ke dalam rumah lewat pintu belakang.


"Tante, Om... Aqella, kalian baik baik saja?" tanya Arka yang kini sudah di ruang tengah.


"Lo masuk lewat mana, ko tau tau udah disini." jawab Aqella.


"Teleportasi." kelakar Arka.


Aqella memutar bola matanya malas, mendengar jawaban Arka, dalam keadaan serius seperti ini, tapi pria ini masih sempatnya bercanda.


"Kami baik baik saja... cuma bingung dengan keadaan ini." timpal Rosa yang bersandar lemas pada kursi.


"Dimana Cleo?"


"Om gak tau, dari tadi di hubungin gak di angkat."


"Mungkin Cleo juga sibuk menyelesaikan masalah ini." terang Arka.


"Lo tau sesuatu?! cepat cerita?" cecar Aqella, ia benar benar tidak ingin berada di situasi seperti ini yang tidak tahu apa apa, dan tidak dapat berbuat apapun.


"Itu...."


...----------------...


Terimakasih sudah setia membaca cerita ku sampai bab ini...

__ADS_1


maafkan jika banyak typo bertebaran atau alur cerita yang kurang menarik...


mohon untuk tinggalkan Like komen, krisan ya kaka pembaca untuk penulis, dan gift jika berkenan.


__ADS_2