
Seperti yang di katakan Andi, Harry datang berkunjung ke rumah nya bersama Jimmy, Arka yang sedari siang sudah di sini, ia membantu Andi menyiapkan segala keperluan untuk acara pertunangan dadakan tersebut.
Kenapa dadakan, karena Andi sudah mendapat kabar dari anak buah nya jika Cleo berada di London juga, ia tidak mau sampai Cleo menemukan mereka, setidaknya jika menemukan mereka, ia bisa menahan Aqella tetap di sisinya, dengan status Aqella yang saat ini menjadi tunangan Arka.
Aqella menatap nanar keluar jendela, dulu saat ia ingin di jodohkan oleh Rosa, ia kabur dari jendela di bantu dengan Arka, tapi kali ini tidak. Tidak ada yang dapat ia lakukan.
Ceklek.
Pintu kamarnya terbuka, Clay terlihat di balik pintu, mengulurkan lehernya, anak itu meminta nya segera turun.
"Kemari sayang." pinta Aqella lembut.
Clay, menghampiri Aqella, duduk di pangkuan Maminya, bocah itu menghapus jejak air mata di pipi sang Mami "Mami nangis?" tanya Clay polos.
"Clay...."
"Ya Mami."
"Andaikan Clay bertemu dengan Daddy, apa Clay akan senang?" tanya Aqella hati hati.
Clay bocah ini, sudah tahu siapa Arka sebenarnya, ia hanyalah teman Aqella, tapi karena ia tidak pernah bertemu dengan Cleo ataupun melihat fotonya, jadi selalu menganggap Arka ayahnya, terlebih marga Arka di sematkan di nama nya.
"Daddy?! sungguh Mi?" seru Clay antusias. biar bagaimana pun ia juga ingin tahu bagaimana rupa wajah sang Daddy, apakah tampan seperti dirinya.
__ADS_1
Aqella mengangguk pelan, mengecup puncak kepala Clay "kita akan bertemu Daddy besok." ucapnya, mengulurkan jari kelingking nya yang segera di sambut oleh Clay.
Di ruang makan, semua sudah berkumpul, berbincang tentang hal apapun yang sekira nya menghangatkan meja makan ini, sampai puncak nya, Harry menyampaikan niat nya untuk meminang Aqella untuk Arka, dan tentu saja di sambut baik oleh Andi, karena ini memang yang di harapkan nya.
Mengeluarkan cincin dari kotaknya, Arka menyematkan nya di jari manis Aqella, dan ia hanya berusaha tersenyum sebaik mungkin, agar terlihat menerima hubungan ini, walaupun hatinya menjerit kesakitan, menolak semuanya, ia pasrah dengan keadaan ini, sampai besok ia bertemu dengan Cleo dan pergi meninggalkan tempat ini bersama sang pujaan hati, menata kembali hubungan yang rusak, memulai hidup bahagia bersama keluarga kecil mereka.
Setelah acara tukar cincin selesai, mereka memilih berbincang di taman, sedangkan Aqella menemani Clay bermain ayunan, menggerakkan ayunan maju mundur, Clay tertawa lepas bahagia, bukan karena ayunan nya, tapi karena ia akan bertemu sang Daddy yang selalu menjadi misteri siapa sosok pria yang berhasil membuat sang Mami menangis tiap malam. Dan ini hanya ia yang tau, tidak Rosa tidak Andi tidak Arka sekalipun.
"Hahaha... Mami lebih kencang." pinta Clay.
"Nanti kamu jatuh, Mami tidak mau."
"Biar Ayah yang mengayunkan nya... oke?" tawar Arka, mengambil kendali tali ayunan.
Di tempat yang berbeda, Ken di bantu Cleo mengemas semua barang barang yang akan di bawah kembali ke Indonesia, ya mereka akan kembali lebih cepat dari jadwal.
Dia sudah sangat merindukan mansion nya dan apartemen nya, yang menyisakan aroma Aqella di sana, dan ia tidak bisa hidup tanpa aroma itu.
Semua sudah selesai, mereka meninggalkan hotel tempat menginap, menuju ke bandara.
Clay mendadak ingin es krim, dan stok di rumah sudah kosong, ia bersama Aqella pergi ke mini market terdekat, tapi Clay mendadak rewel, dan memilih untuk pergi ke mini market yang lebih jauh, ia bilang ia ingin jalan jalan malam.
Menuruti keinginan sang buah hati, Aqella melajukan motornya memecah jalanan dan berhenti di mini market di depan hotel tempat Cleo menginap, dan entah kebetulan atau memang sudah jalan nya, mata mereka saling beradu, Cleo melihat Aqella di sebrang jalan bersama Clay dalam gendongan nya saat ia keluar dari halaman hotel.
__ADS_1
"Berhenti!" teriak Cleo pada sang supir.
Langsung turun dari mobil, membanting pintu dengan keras, Cleo menghampiri Aqella, langsung merengkuh Aqella bersama Clay di dalamnya.
Tuhan ia sangat bersyukur, akhirnya pencarian nya membuahkan hasil, ia menemukan Aqella, wanita yang selalu menjadi bayangan nya.
Begitu juga dengan Aqella, ia membalas pelukan Cleo, meneteskan air mata, menumpahkan rasa rindu yang ia pendam selama lima tahun ini.
"Aku merindukan mu, kenapa kau tega menghukum ku seperti ini?" tanyanya.
"Maaf... maaf...." jawab Aqella, ia tidak tahu harus berkata apa, ia kehabisan kata kata.
Melepaskan pelukan nya, Cleo berganti melihat Clay, merasa mengenal dengan bocah di depan nya "Kamu...."
Ah, Aqella sampai lupa jika ia harus mengatakan tentang Clay, dan Cleo harus tau semua nya "Dia an-"
"Dia anak ku." potong Arka cepat yang kini sudah berdiri di samping Clay, mengambil Clay dalam gendongan Aqella.
Entah sejak kapan Arka sudah berdiri disini, tapi yang jelas ia sudah melihat semua nya, dan ia tidak akan melakukan kesalahan seperti sebelum nya, membiarkan Aqella jatuh dalam pelukan Cleo lagi, ia akan mempertahankan apa yang seharusnya menjadi miliknya.
"Dia milikku sekarang, jangan mendekatinya atau mencoba menemuinya lagi, sudah ada anak di antara kami." ucap Arka ketus, menarik Aqella masuk ke mobil.
Melihat kepergian Aqella, Cleo langsung tertunduk, kakinya seakan tidak memiliki tenaga, ia langsung beringsut, memukul paving blok yang di pasang sebagai jalan dengan sangat keras "TIDAAAAAK!" teriak Cleo keras, sangat keras sampai semua orang mengarahkan pandangan melihat ke arahnya.
__ADS_1