
Hai kaka readers yang kece badai...
tinggalkan jejak kalian ya like, komen untuk dukungan penulis amburadul seperti saya.
kalo iklas kasih gift juga ya kak
...----------------...
"Apa maksudnya ini sayang." Cleo memegangi pipinya yang terasa panas dan sedikit bengkak akibat tamparan yang di berikan Aqella.
Tidak menyangka jika jemari Aqella yang lentik itu mampu meninggalkan jejak yang cukup menyakitkan.
"APA INI?! kamu masih tanya apa?! itu balasan buat kamu!"ucap Aqella ketus.
"Balasan apa?" tanya Cleo tidak mengerti, bahkan saat ini Cleo memasang wajah tanpa dosanya, berlagak polos dihadapan Aqella yang sedang marah.
"Siapa yang tadi pagi ngerendahin aku, bilang aku jal...mmmpp."
Cleo langsung menyumpal ocehan Aqella dengan ciuman.
Cleo tidak ingin jika Robby sampai tau, kalo tadi pagi ia sudah merendahkan Aqella. Bisa bisa ia bakal dapat bimbingan konseling selama satu minggu oleh mertuanya nanti, karena mulut Robby yang ember.
Astaga! mereka gak nyadar ada jomblo di depan mereka.
Aqella membelalakan matanya, sedikit terkejut dengan aksi Cleo, namun dengan cepat ia mendorong Cleo.
Enak saja setelah merendahkannya sekarang berbalik menciumnya...
Tidak tahu malu.
"Lepas!"
"Maafkan aku istriku syantik."
Cleo merayu Aqella dengan menciumi punggung tangan Aqella bolak balik.
"Cih." Aqella menghempaskan tangan Cleo.
Aqella memutuskan untuk kembali ke rumah, karena disini pun ia hanya akan merasa jengkel melihat tampang Cleo yang seperti tanpa dosa itu.
Segera Aqella menyambar tasnya yang ia letakan di meja, dan berlalu meninggalkan ruangan Cleo begitu saja, tanpa ucapan sepatah katapun pada sang pemilik ruangan yang sedang menatap nanar kepergiannya.
"Lo ngapain diem aja kaya gitu? KEJAR!" perintah Robby.
Bisa bisanya Cleo menjadi lemot setelah menikah, bukannya buru buru ngejar Aqella yang lagi marah, malah bengong di tempatnya.
"Iya iya."
Cleo langsung berlari menyusul Aqella.
"Bisa bisanya cowok model gitu dapet istri cantik kaya Aqella... aihs udahlah." keluh Robby.
"Aqella!"
Aqella mempercepat langkahnya, setelah mendengar Cleo memanggilnya, untuk saat ini ia masih jengkel dengan Cleo.
__ADS_1
"Sayang."
Cleo langsung menahan tangan Aqella, menarik Aqella dalam dekapannya "aku minta maaf." lanjutnya lagi.
"Segampang itu kamu minta maaf...." bahkan Aqella saat ini tidak dapat lagi menahan tangisnya, dan langsung pecah begitu saja, membasahi kemeja Cleo
Mendengar isakan Aqella, rasanya sangat sakit, melebihi rasa sakit yang ia rasakan kemarin.
Ini juga salahnya, seharusnya sebagai seorang suami ia bisa percaya kepada Aqella, dan bisa lebih menjaga Aqella dari hal semacam ini.
Tidak!
Tidak akan pernah terulang lagi!
"Aku tau aku salah, aku janji, kedepannya aku bakal lebih teliti lagi." ujar Cleo, mencium lembut puncak kepala Aqella.
Maaf... ini karena kebodohan ku.
"Hmmm."
Setelah selesai pemotretannya di Bali, Audrey langsung ke kantor Cleo, berharap dapat kembali menata hubungannya dengan Cleo, tapi apa yang ada hadapanya saat ini, malah membuatnya murka.
Bagaimana secepat ini Cleo dan Aqella langsung berbaikan, dan berpelukan bahkan terlihat Cleo mencium Aqella.
Seharusnya mereka itu bertengkar hebat, dan Cleo meninggalkan Aqella, mencampakkannya seperti ia dulu.
"Cleo!"
Suara cempreng Audrey mengejutkan Cleo dan Aqella, dan segera Aqella melepaskan pelukannya dari Cleo.
"Siapa yang nona sebut dengan j*l*ng!" bentak Aqella, tidak terima dengan penghinaan yang Audrey berikan.
"Jika bukan j*l*ng lantas apa... seorang istri yang bermain dengan pria lain." hina Audrey.
Plakk
Satu tamparan mendarat keras di wajah mulus Audrey, membungkam mulut Audrey yang pedas melebihi cabe itu.
"Sa-sayang." ucap Audrey melihat Cleo.
Selama mengenal Cleo, baru kali ini dalam hidupnya ia di tampar oleh pria di hadapanya ini.
Bahkan di depan umum.
"Siapa yang lo panggil sayang hahk! sekali lagi gue dengar dari mulut kotor lo... lo sebut dengan kata rendahan tadi, ingat Audrey bukan badan yang bakal pulang ke rumah tapi yang ada hanya nama yang akan pulang!" ancam Cleo.
"Ayo kita pulang sayang." ajak Cleo, sambil merangkul pundak Aqella, membawanya keluar dari gedung CL.
"Gak Cleo, lo gak bisa giniin gue... lihat aja nanti." gumam Audrey.
...----------------...
Syam Rodriguez, pria paruh baya itu kini berdiri di depan perapian menatap foto mendiang istrinya. Anna Maria.
Ia sangat merindukan wanita itu, sayangnya ajal lebih dulu menjemputnya, dan itu di sebabkan oleh putranya sendiri. Cleo Rodriguez.
__ADS_1
Di pagi hari yang cerah, berubah menjadi kelabu, dikala ia menemukan Anna mengambang di danau, di belakang mansion.
Terlihat Cleo sedang menangis histeris di tepi danau sambil berteriak meminta maaf pada Anna yang sudah tidak bernyawa itu.
Syam langsung melayangkan tinjunya ke tembok di depannya.
Amarahnya akan selalu memuncak dikala ia mengingat kejadian tersebut, walaupun sudah bertahun lamanya tapi tetap saja ia masih merasakan sakitnya.
"Cleo sudah menikah... apa kamu tidak ingin melihat istrinya." ujar Nada.
Denada Maheswari, adik kandung mendiang Anna, yang sekarang sudah menjadi istri Syam, namun tidak menggantikan Anna di hati Syam.
Menurut Syam, Nada hanyalah pemuas nafsunya di kala ia perlu menyalurkan hasrat.
"Aku tau... tapi aku tidak peduli." ujar Syam berlalu meninggalkan Nada.
"Mau sampai kapan kau akan begini terus? tidak bisakah kau melupakan masa lalu."
"Bisa, jika anak itu sudah mati."
"Dia anak mu, apa kau tidak waras!" teriak Nada.
Permusuhan antara ayah dan anak ini, selalu saja membuatnya merasa sakit kepala.
Namun ia juga tidak punya keberanian untuk mengatakan yang sebenarnya pada Syam.
Takut jika nanti Syam tau yang sebenarnya ia akan di bunuhnya juga.
Tibanya di kamar, Syam terlihat menerima panggilan dari seseorang.
"Hallo."
"..."
"Bagaimana bisa?!"
"..."
"Tenanglah... Aku akan memikirkan cara lain lagi."
"..."
"Tapi untuk saat ini aku menginginkanmu, datanglah ke mansion ku sekarang juga."
"..."
Nada berdiri di depan pintu kamar Syam, menguping pembicaraan Syam, namun ia mengernyitkan dahi dikala mendengar ucapan terakhir Syam.
Lelaki tua ini pasti menyuruh lacurnya lagi untuk kemari.
Sudahlah...
Lagian itu bukan hal baru untuk Nada, yang terpenting saat ini ia ingin menemui menantunya.
Entah bagaimana rupanya menantunya, apakah seperti yang di ceritakan anak buahnya atau malah jauh dari itu.
__ADS_1
"Sebaiknya aku berikan hadiah untuk mereka, sebagai bentuk restu ku terhadap mereka." gumam Nada.