Sekretaris Nakal

Sekretaris Nakal
bab 57


__ADS_3

Rate 21++++


yang masih bocil, tinggalkan dan jangan mampir... ada adegan yang boleh di baca oleh orang dewasa yang bijak


...----------------...


Robby memasuki pekarangan mansion, tapi baru saja memarkirkan motor, ia sudah di sambut dengan hujan peluru dan anak panah yang mengarah padanya.


Segera Robby sebisa mungkin untuk menghindar, tapi naas satu anak panah menyerempet ke pundaknya membuat goresan yang cukup dalam dan itu sangat sakit.


"Keluar lo semua!" teriak Robby di udara, sambil menahan darah yang keluar di pundaknya.


Satu orang melompat dari lantai dua mansion, dan itu Xavier, teman nya dulu saat ia masih ikut dengan Syam "hai hai kawan lama, apa kabar?" sapa Xavier, sambil mengayunkan dua pedangnya di udara.


"Jadi ada apa ini?" tanya Robby.


Xavier melempar salah satu pedangnya ke arah Robby,dan jatuh di dekat kaki Robby.


"Ambil itu dan kita bertarung saja."


Sesuai apa yang di inginkan Xavier, Robby meladeni pria ini, menghunuskan pedang ke arah Xavier,tapi Xavier menangkisnya dengan mudah, dan trang... trang... trang, suara pedang yang saling beradu satu sama lain, mereka berduel cukup gesit, menangkis menyerang satu sama lain.


Meninggalkan Xavier dan Robby, Cleo memilih untuk berdiam di loteng, ia mengamati seluruh penjuru bagian luar mansion melalui jendela, ia sudah menyusuri hampir setiap sudut di dalam mansion ini, namun ia masih belum menemukan Aqella, entah dimana Syam menyembunyikan istrinya, sedangkan waktu terus saja bergulir dan menyisakan empat puluh menit lagi.


Netra nya menangkap seseorang yang muncul dari permukaan air di danau, tidak tahu siapa yang pasti itu salah satu anak buah Syam.

__ADS_1


Pria itu juga sama mengamati seperti dirinya, dan ia mengarahkan moncong senapan nya ke arah Cleo, sial pandangannya cukup jeli juga melihat ia yang bersembunyi di loteng.


Peluru menembus kaca, untungnya Cleo dengan sigap menghindar. Jika tidak mungkin saja peluru itu sudah menembus lengannya.


Cleo segera beranjak dari tempatnya, ia memilih untuk meninggalkan loteng, dan mencari Aqella lagi.


Jika ia tidak menemukan di dalam rumah , kemungkinan Aqella ada di bagian luar mansion, tapi ada di bagian mana.


Bagian samping kanan terdapat hutan sedangkan samping kiri mansion ada danau buatan dan bagian belakang ada lapangan golf, dan jika ia tidak salah, di tengah lapangan ada sebuah pintu masuk menuju tempat rahasia yang sering di datangi Syam, tapi persisnya dimana ia tidak tahu.


Baru saja kaki turun dari tangga, Cleo kini sudah di hadang lagi oleh seseorang, mau tidak mau ia kembali naik ke loteng, keluar lewat jendela, dan berjalan di atas atap.


Cleo turun perlahan dari atap, ke atap sebelahnya yang posisi nya miring, Cleo mulai tiarap, mengarahkan senapan ke pria yang di danau, dan mulai mengintai target dengan pas, Cleo menarik pelatuk, satu tembakan mengenai kening pria tersebut,dan ia langsung tewas.


Cleo membidik Xavier yang saat ini ingin menghunuskan pedangnya ke arah Robby, dan peluru menembus dada Xavier, membuat Xavier langsung tersungkur ke tanah.


Semua penembak jitu dan pemanah yang sedang mengintai, melihat Xavier sudah tergeletak, langsung mengedarkan pandangan ke seluruh tempat dan mencari sumber peluru berasal.


"Aku menemukannya... di atap." ucap salah satu penembak jitu kepada rekannya melalui sambungan earphone.


Dengan aba aba dari komandan, mereka semua mengarahkan senjatanya ke arah Cleo yang berada di atap, hujan peluru menghampiri Cleo dari segala arah dan sial ia tidak bisa lari dengan posisi di ketinggian seperti.


Robby mengedarkan pandangan nya, ia mendengar suara seseorang, dan benar saja saat ia melihat di balik semak, ada salah satu sniper yang siap membidik Cleo, Robby tidak tinggal diam, ia mengayunkan pedangnya, memotong leher pria itu yang sedang fokus melihat Cleo dan terputus, darah mengalir deras jatuh ke tanah "Aduh... padahal kan cuma bikin goresan dikit doang, tapi malah ilang pala... semoga gak jadi setan gentayangan." cerocos Robby.


Cleo meluncur dari atap, terjun bebas ke bawah, berguling di tanah, dan rasanya sakit sekali jatuh dari tinggi gedung tiga lantai ini, mau tidak mau Cleo harus melakukan ini,kalau ia masih sayang dengan nyawa nya.

__ADS_1


Menghampiri Cleo yang sedang menahan sakit di tubuhnya, Robby segera menyerahkan rompi anti peluru ke Cleo "ini pakai buat keamanan." ujar Robby.


"Lo dapat darimana?" tanya Cleo.


"Dari sniper yang tadi udah mati." jawab Robby santai.


Sementara itu Syam, sedang berjongkok di samping peti mati, jarinya menyusuri cincin pernikahan di tangan seorang mayat yang masih terjaga kecantikan nya "sayang kau lihat... aku sudah menghukum orang yang melenyapkan mu, dan dia akan merasakan hal sama seperti ku."


Syam Rodriguez, sedang berbicara dengan mayat Anna, istrinya yang sengaja ia awetkan dan di tempatkan di peti mati yang ia buat khusus dengan kayu terbaik dan di ukir begitu indah, bagaikan Anna seperti putri tidur dalam dongeng yang akan bangun jika pangeran nya datang.


"Kita ubah permainan, perintahkan Cleo ke hutan, siapkan Arjun dan pasukan nya, ikat Aqella di atas pohon, lepaskan para singa lapar juga." titah Syam pada Ken.


Ken tersentak mendengar perintah Syam, ini tidak akan baik kalau Arjun dan tim nya turun tangan, mereka semua pasukan khusus yang sengaja di buat Syam untuk melakukan penyerangan dengan antar mafia jika ada yang melawan padanya, dan kekuatan mereka sama dengan angkatan militer pasukan elit.


"Maaf jika lancang... tapi tuan muda ia tidak pernah ikut pelatihan, bagaimana jika ia tewas, Arjun dia tidak kenal ampun, lebih baik tidak perlu." ucap Ken, mencoba membujuk Syam agar mengurungkan niatnya.


"Kau kira aku melakukan ini untuk apa?! aku ingin dia mati dengan cara yang menyakitkan!" bentak Syam.


"Tapi tuan... nyonya Nada tidak akan suka dengan ini." raut wajah Ken terlihat khawatir.


"Apa peduli ku dengan pendapat wanita itu, cepat lakukan!" titah Syam tegas.


Ken menghembuskan nafas berat, terpaksa ia menghubungi Arjun untuk bersiap di dalam hutan, dan menghubungi Cleo juga agar pergi ke hutan, menarik mundur pasukan yang tadi menyerang Cleo.


Semoga saja Tuhan menjaga anda tuan.

__ADS_1


__ADS_2