Sekretaris Nakal

Sekretaris Nakal
bab 77


__ADS_3

Arka membuka tirai tipis yang jadi penghalang kaca jendela kamarnya dengan pemandangan diluar.


Menghirup udara segar pagi ini, membuat paru parunya terisi dengan oksigen. Namun, tawa perempuan tertangkap di pendengarannya, suara yang dirasa tidak asing itu entah darimana asalnya.


Mengedarkan pandangannya, dia akhirnya melihat wanita berkaca mata yang sudah mencuri kecupannya tadi malam sedang asik mengobrol bersama Jimmy.


"Mau apa dia kesini?"


Meninggalkan kamarnya, Arka menghampiri Alice yang terlihat mengobrol santai dengan Jimmy di taman.


Jimmy dan Alice asik bercengkrama satu sama lain, berbincang beberapa hal yang sekiranya bisa membuat mereka terhibur, walau hanya guyonan remahan dan tebakan recehnya.


"Apa yang ada di ujung langit?" tanya Alice, sengaja memasang mimik muka serius.


Jimmy terlihat berpikir, sambil sesekali mendongak ke atas, memandang langit yang terlihat sedikit gelap, dan tentu saja, sejauh apapun dia memandangnya, ia tidak akan tau ujungnya, "aku tidak tahu," jawab Jimmy, dia menyerah, dan itu adalah sebuah pertanyaan yang sulit.


"Di ujung langit sudah pasti huruf T, dan kau bodoh karena tidak bisa menebaknya," sambar Arka, yang langsung mendaratkan bokongnya di samping Jimmy.


Alice dan Jimmy menoleh ke sumber suara, di lihatnya Arka yang sedang menatap tajam kearahnya.


Namun, bukan Alice namanya kalo tidak bisa memberi kejutan untuk Arka, dan dia tau apa yang akan dia lakukan.


"Tuan... aku adalah sekretarismu, perkenalkan aku Alice, gadis cantik dengan sejuta pesona dan talenta," jelas Alice sambil mengerlingkan matanya menggoda Arka.


Sementara yang digoda hanya memandang Alice dengan datar, tidak ada ekspresi apapun, bahkan dia bingung apa yang dipikirkan Arka tentangnya.


Kenapa diem aja.


"Maksudnya apa ini kak?" tanya Arka, beralih menatap Jimmy yang terlihat mengerutkan alisnya.

__ADS_1


"Itu ak-"


"Itu karena paman Harry yang memintaku," potong Alice cepat.


Seketika Jimmy dan Arka langsung terbatuk, terutama Arka yang spontan langsung berdiri "kamu kenal sama ayah?!" serunya sedikit tidak percaya.


Alice langsung mengangguk cepat, dan ikut berdiri juga memandangi Arka seperti semalam. Sial, dia tidak bisa memalingkannya dari wanita di depannya, ia seperti tersihir dengan tatapan Alice yang menguncinya.


"Kenapa? tidak percaya? kamu bisa bertanya langsung dengan paman Harry," imbuh Alice dan pergi begitu saja meninggalkan Arka dan Jimmy.


.


.


.


.


Lain halnya dengan Arka, yang sudah melotot ke arah Alice, bersiap untuk mengaum jika saja wanita ini masih mengusik sarapan paginya.


"Cukup! piringmu masih penuh, berhenti mengambil dari piring ku!" omel Arka, sambil menahan tangan Alice di udara.


Cup.


Satu kecupan kembali mendarat di bibir Arka, dan itu membuat Arka membuka matanya lebar lebar, tidak menyangka Alice begitu berani menciumnya didepan Harry dan Jimmy.


"Ah aku lupa, AC di kamar belum dimatikan," ujar Jimmy, mendorong kursi kebelakang, dia meninggalkan ruang makan dengan canggung.


"Ayah juga lupa, belum mencuci sepatu," tambah Harry, dan langsung menyusul Jimmy.

__ADS_1


"Itu ucapan selamat pagi... aku tunggu di mobil." ujar Alice sambil berlalu meninggalkan ruang makan.


Memandangi langkah kaki Alice, Arka benar benar dibuat takjub dengan wanita itu, bahkan tanpa sadar senyum terukir di wajah tampannya sambil tangan memegang bibirnya yang masih basah akibat sisa kecupan.


Tidak tahu malu.


...----------------...


"Cleoooo!" teriak Aqella tepat di telinga suaminya yang masih nyenyak dalam tidurnya.


Gubrak.


Saking terkejutnya, Cleo langsung terguling di lantai, dan tentu saja itu membuat Aqella tertawa jahat melihat suaminya yang membentur lantai.


"Aduh, kamu ini apa apaan sih!" bentak Cleo, segera berdiri.


"Lihat, ini sudah jam berapa dan kamu masih enak terlelap," omel Aqella sambil melempar bantal kearah Cleo.


"Aku masih ngantuk sayang," sahut Cleo, kembali merebahkan tubuhnya di kasur.


Menghembuskan nafas kasar, Aqella tidak segan lagi, langsung menarik telinga Cleo, membuat suaminya itu meringis kesakitan "aww ampun sayang... lepas ini sakit yank." pekik Cleo, tidak menyangka jika istrinya menjadi garang setelah lima tahun ini.


"Ini hukuman buatmu... anakmu sudah merengek terus dibawah minta di antar sekolah, tapi Daddy nya masih enaknya mendengkur disini!"


"Iya, aku bangun, tapi lepas dulu ini sakit loh,"


"Aku tunggu sepuluh menit lagi!" ujar Aqella meninggalkan kamar.


"Untung cinta." gumam Cleo, segera bersiap siap, sebelum nyonya rumah kembali lagi.

__ADS_1


__ADS_2