Sekretaris Nakal

Sekretaris Nakal
bab 51


__ADS_3

Menurut laporan yang di dapat dari Robby, Aqella terakhir kali terlihat di toilet dan ada seseorang juga yang melihat Aqella di bawa oleh tiga orang pria masuk ke mobil.


Mengikuti jejak dari cctv di jalan, mobil itu menuju sebuah gudang tua di pinggiran kota yang letaknya lumayan jauh dari lalu lalang kendaraan maupun orang.


Cleo, Robby dan beberapa anak buahnya sudah siap di depan gudang, dengan aba aba dari Cleo, mereka semua kini sudah menerobos masuk dan membekuk tiga orang yang sedang enak terlelap di kursi.


"Siapa kalian?!"ucap si A terkejut, karena sedang asik mimpi indah bersama kekasihnya harus di buyarkan dengan cara seperti ini, begitu pula dengan B dan C mereka sama halnya dengan A.


"Dimana istriku?!" bentak Cleo.


"Dia ada di dalam."


Cleo menendang pintu yang memang sudah rapuh itu, dan mendapati Aqella duduk menekuk lutut, membenamkan wajah dengan tangan dan kaki yang terikat, bahkan terdengar isakan dari istrinya itu.


"Sayang." Cleo merengkuh Aqella, mencium puncak kepala Aqella "maaf aku lalai lagi." sesalnya.


Cleo melepaskan ikatan di tangan dan kaki Aqella, setelah itu mengangkat Aqella, membawanya masuk ke dalam mobil.


"Pergi." ucap Aqella lirih, namun masih terdengar oleh Cleo.


"Siapa yang pergi sayang?" tanya Cleo lembut.


"Kamu! pergi dari hadapanku! aku tidak ingin melihat wajahmu lagi!" bentak Aqella, mendorong tubuh Cleo keluar dari mobil lalu menutup pintu mobil cukup keras.


Di dalam mobil Aqella kembali terisak, terlebih saat tadi Cleo menggendong nya, wangi di baju Cleo bukan lagi dari parfum Cleo, sudah terganti dengan aroma musk milik Audrey.


"Kamu, bawa nyonya pulang ke rumah orang tuanya." titah Cleo pada anak buahnya.


"Baik tuan."


Percuma saja jika ia meminta Robby untuk mengantar Aqella, toh Robby masih enggan berurusan dengan menyetir mobil. Dan juga dengan keadaan Aqella seperti ini, lebih baik ia bawa ke rumahnya, disana pasti Andi dan Rosa akan menjaga Aqella dengan baik.


"Rob mana cecunguk itu?" tanya Cleo yang kini sedang mengisi pistolnya dengan peluru, wajahnya berubah menjadi datar, sorot matanya yang tajam kini sudah siap dengan mode membunuhnya.


Robby hanya menelan ludah, melihat Cleo sudah seperti ini, mengingatkan nya pada Syam, saat ia masih bekerja dengan pria tua itu.

__ADS_1


Wataknya sama persis tidak akan mengampuni siapa pun yang sudah menyentuh miliknya.


"Ada di dalam." ujar Robby.


Kini ABC itu sudah di ikatkan pada sebuah satu tiang penyangga di dalam gudang itu, menodongkan pistol tepat di kening A "apa yang kalian lakuin pada istriku disini?!" bentak Cleo menatap tajam ke ABC secara bergantian.


Mereka memilih untuk diam, tidak ada yang mau menjawab, karena sesuai perjanjian kerja, mereka tidak membocorkan rahasia klien.


"JAWAB!" teriak Cleo lagi.


Melihat mereka yang masih enggan untuk bicara, Cleo langsung menarik pelatuknya, dan satu peluru tepat mengenai kening si A, meninggalkan lubang disana dan A tewas dalam sekejap.


"Sa-saya akan bicara," ucap B takut, ia tidak ingin berakhir seperti A "kami tidak melakukan apapun, kami hanya menunjukkan rekaman tuan." ujarnya.


"Rekaman apa?!"


"Ada di ponselku, ponselnya ada di saku ku."


Cleo menggoyangkan kepalanya, memberi isyarat kepada Robby untuk mengambil ponsel di saku B.


Ini tidak akan berakhir baik bagi wanita itu, sudah pasti Cleo tidak akan segan lagi, sayang sekali padahal Robby ada sedikit tertarik dengan Audrey. kalo begitu ia harus mengucapkan selamat tinggal pada Audrey.


"Nih." Robby meyerahkan ponsel ke Cleo.


Ekspresi Cleo berubah menjadi lebih dingin dari tadi setelah melihat rekaman , sudah jelas jika ini di rencanakan oleh lacur itu, sepertinya Cleo terlalu lembut pada wanita itu.


Cleo menembaki B dan C di kening mereka, sama seperti si A mereka tewas di tangan Cleo.


"Urus mereka." titahnya pada Robby dan pergi begitu saja meninggalkan Robby dan anak buahnya.


Audrey masih asik menari dengan di iringi musik jazz di kamar hotelnya, ia tidak tahu jika malaikat maut sudah ada di depan pintu, bersiap mengambil nyawanya.


Cleo membuka pintu kamar hotel, melihat Audrey yang masih bertelanjang rasanya menjijikan sekali.


"Audrey." panggil Cleo lembut.

__ADS_1


Audrey sedikit terkejut dengan kedatangan Cleo yang tiba tiba,tapi ia juga senang untuk pertama kalinya selama ini Cleo memanggil namanya dengan lembut.


"Ada yang ingin ku tanyakan padamu, mau kah kau menjawab jujur padaku." ucap Cleo.


"Apa imbalannya jika aku menjawab pertanyaan mu?" tanya Audrey.


Cleo tersenyum semanis mungkin, menghampiri Audrey, membelai wajah Audrey "Apapun yang kau inginkan." bisik nya di telinga Audrey.


Audrey menelisik wajah Cleo, sedikit curiga dengan pria di depan nya ini, tumben sekali bersikap lembut "Katakan apa yang kau inginkan?"


Cleo berjalan menuju beranda, melihat ke bawah. dengan tinggi seperti ini, jika ia melempar seseorang kebawah sudah pasti akan tewas dalam sekejap, dan besok pagi di berita akan ada kabar 'Model cantik bunuh diri, melompat dari beranda kamar hotelnya'


"Kemarilah." pinta Cleo.


Audrey mengenakan jubah mandinya, menghampiri Cleo, bersandar pada pagar.


"Apa kau yang menjebak Aqella di Bali? dan penculikan ini rencana mu, dan rekaman itu?" tanya Cleo menatap Audrey.


"Aku tidak tahu." bohong Audrey langsung memalingkan muka, menghindari tatapan Cleo.


"Aku tidak akan marah.... kau tau, aku suka cara kerjamu, itu sangat pintar." puji Cleo yang kini sudah berdiri di hadapan Audrey.


"Benarkah? jadi kau tidak membenci ku?" mata Audrey terlihat berbinar, bahkan ia langsung memeluk Cleo karena saking senangnya, usahanya tidak sia sia.


"Tentu saja, aku sangat mencintaimu, dulu dan sekarang... jadi dimana rekaman yang aslinya?" ucap Cleo, melepaskan pelukan Audrey dari tubuhnya.


"Ada di ponsel ku." jawab Audrey.


"Kalo begitu, kita akan bertemu lagi."


"Benarkah?"


"Iya, tapi tidak disini... di AKHIRAT!"


Cleo langsung mendorong Audrey ke belakang, membuat wanita itu terjun bebas ke bawah dan terjatuh membentur aspal, darah keluar deras dari kepalanya, tubuh Audrey menggelepar sesaat dan langsung tewas dalam sekejap.

__ADS_1


"Selamat tinggal jal*ng." ucap Cleo, bergegas mengambil ponsel milik Audrey, dan pergi dari kamar ini, sebelum ada orang yang melihatnya.


__ADS_2