
like like kak
komen, fav.
gift seiklasnya🙏🙏🥰🥰
...----------------...
Aqella terus mondar mandir di depan wastafel, memikirkan gimana nanti ia akan bertemu Cleo dan mau ditaruh dimana mukanya coba, membayangkan nya saja ia sudah tidak sanggup.
"Ahkkk!!" Aqella mengacak rambut nya frustasi.
Jika bukan karena ia bodoh seharus nya ia menolak saat Cleo meminta izin padanya bukan malah bilang iya dan sekarang begini jadi nya ia malah uring uringan sendiri di dalam kamar mandi.
Mau diem disini gak mungkin, mau keluar juga malu karena sudah tidak punya muka lagi.
Tok..tok..tok..
"Aqella."panggil Cleo dari luar.
"Ya."sahut Aqella "bentar lagi."lanjut nya.
Dan coba sekarang Cleo sudah memanggil nya, pasti bentar lagi Cleo akan menyuruh nya keluar.
"Cepetan keluar, kita ada rapat loh sama investor."ujar Cleo mengingatkan.
Seperti dugaan nya kan, Cleo menyuruh nya keluar, tapi ia sendiri masih belum siap untuk bertemu Cleo setelah kejadian barusan.
"Gak gak."gumam Aqella sambil menggelengkan kepalanya.
"Cepetan Qella... Mereka udah nunggu."teriak Cleo lagi.
"Iya iya." Aqella melangkahkan kakinya bersiap untuk membuka pintu namun ia kembali menarik tangan nya dan mundur lagi.
__ADS_1
"Gue malu, belum siap."ujar Aqella pelan menutup muka nya.
Ceklek.
Cleo membuka pintu dan mendapati Aqella berdiri sambil menutup muka nya dengan kedua tangan nya, entah apa yang wanita nya di dalam lakukan dengan berdiri seperti itu.
Yap sekarang Cleo sudah menganggap Aqella sebagai wanita nya, wanita yang akan mengisi hari hari nya, yang akan mendampingi nya, namun itu hanya ada dalam hati Cleo, karena Cleo sendiri belum begitu yakin dengan perasaan Aqella kepada nya.
Cleo menarik tangan Aqella dari wajahnya "kamu ini ngapain?"tanya Cleo.
Aqella tersentak mendapati Cleo sudah ada di depan nya "kamu ngapain?"tanya Aqella balik.
Bahkan Aqella sekarang mulai ikut ikutan memanggil Cleo dengan kata kamu, bukan lagi elo seperti biasa nya.
Cleo berdecak kesal sambil geleng geleng kepala "ck wanita ini, buruan kita udah telat tau." Menarik tangan Aqella dan membawa nya keluar dari kamar mandi.
Aqella tidak lagi melawan atau berkata seperti biasa nya, ia membiarkan Cleo menggenggam tangan nya sepanjang jalan, bahkan ia juga tidak peduli dengan tatapan para karyawan yang memandang nya heran atau cibiran dari para karyawan wanita yang iri padanya.
"Masuk."pinta Cleo saat mereka sudah ada di lobby.
Bahkan saking fokus nya menatap tangan nya, Aqella bahkan sampai tidak sadar jika ia sudah berada di depan lobby "Iya." Aqella masuk kedalam mobil di ikuti Cleo yang duduk di kursi pengemudi dan Robby di kursi belakang.
"Pasang."ujar Cleo.
"Hah??" Aqella benar menjadi lemot sejak adegan ciuman nya bersama Cleo barusan.
Pletak.
Cleo menyetil dahi Aqella, geram dengan tingkah Aqella yang mendadak menjadi lemot.
"Aduh." Aqella meringis sambil memegangi dahi nya yang terasa sakit.
"Kamu denger gak? mobil nya bunyi mulu, kamu belum pasang seatbelt nya."ujar Cleo kesal.
__ADS_1
Namun bukanlah Cleo jika ia hanya berucap, Cleo membungkukkan badan nya kearah Aqella.
Dag..dig..dug..
Jantung Aqella benar benar berdebar kencang dan berasa ingin copot dengan perlakuan Cleo padanya, tidak cukup kah dengan adegan di atas tadi dan sekarang Cleo masih ingin melakukan nya di dalam mobil bahkan ada Robby di belakang nya.
Aqella menutup matanya sudah pasrah dengan apa yang akan di lalukan Cleo padanya, jika ia memutus urat malu nya, sudahlah ia tidak peduli lagi.
Ceklek.
Suara sabuk pengaman yang sudah terpasang sempurna, dan Cleo menarik kembali tubuh nya seperti semula.
"Kamu ngapain tutup mata gitu?"tanya Cleo yang heran melihat Aqella menutup mata.
Mendengar suara Cleo bicara, dan tidak merasakan sesuatu di bibir nya, Aqella membuka matanya dan mendapati Cleo menatap nya mengangkat salah satu alis nya begitu juga dengan Robby yang melihat Aqella heran.
"Gak." Aqella benar benar salah perkiraan.
Duh kenapa lo jadi mikir mikir yang aneh aneh sih, dan berharap banget Cleo nyium lo lagi.batin Aqella berperang dengan dirinya sendiri.
"Hahaha... Aku tau kamu lagi ngebayangin kan kalo Cleo cium kamu lagi." Ujar Robby tertawa sampai guling guling di bangku belakang.
"Apa? Robby juga lihat?" Tanya Aqella sambil melihat Cleo minta kejelasan. Jujur saja jika benar Robby melihat nya, hilang sudah rasa percaya dirinya yang mengatakan jika ia bukan wanita yang di maksud Robby saat Robby memberi nya misi.
Cleo menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dan hanya mengedikan bahu berpura pura tidak tahu dengan apa yang Robby ucapkan, walaupun ia sendiri ingin tertawa seperti Robby tapi melihat ekspresi Aqella yang malu, membuat Cleo mengurungkan niat nya.
Bener bener deh Robby, mulut gak ada rem nya. Batin Cleo.
Cleo mengambil kotak tisu yang berada di dashboard dan melemparkan nya ke Robby dan tepat mengenai kepala Robby.
"Aduh."pekik Robby dan langsung berhenti tertawa.
"Berisik banget sih lo, diem!!" Bentak Cleo, lalu segera melajukan mobil nya keluar dari gedung CYBER LINE.
__ADS_1