Sekretaris Nakal

Sekretaris Nakal
bab 83


__ADS_3

Cleo masih berkutat dengan layar di depannya, jari jarinya masih menari di atas keyboard, tapi semua itu berhenti saat dering ponselnya berbunyi, menampilkan nama My Wife, Aqella memanggilnya.


Sampai Aqella menyebutkan satu nama, Betty.


Fokusnya langsung pecah, teringat tentang sahabatnya Robby, ya pria itu tidak pernah menceritakan apapun tentang kehidupan pribadinya, seakan akan semuanya dalam keadaan baik baik saja.


Mengulik kisah tentang Robby Jackson, persahabatan mereka, sebenarnya di mulai saat Cleo mulai diasingkan oleh Syam.


Pertemuan awal mereka, saat Cleo menangis di bawah pohon, sedangkan Robby, kala itu sedang tidur diatasnya.


Sampai dia merasa terganggu dengan isakan Cleo, yang menurutnya seperti anak perempuan itu.


"Kau itu anak lelaki, mengapa begitu cengeng," sindir Robby kecil, sambil melempar ranting pohon di kepala Cleo.


Tentu saja, Cleo kecil langsung mengadah keatas, dan mendapati Robby sedang duduk diatasnya, sambil sesekali dia terlihat menguap, mungkin saja dia masih ngantuk.


"Kau siapa?" tanya Cleo.


Bukannya menjawab, Robby malah membalikan pertanyaan "Seharusnya, aku yang bertanya, kau siapa?"


"Aku, Cleo Rodriguez," jawab Cleo.


Sontak saja Robby langsung tertawa, bahkan dia mulai berayun seperti kera, dan Cleo hanya mengeryitkan dahi, bingung dengan orang asing yang bersamanya.


"Ahh ternyata kau pangeran yang sering dibicarakan dikalangan bawah, ternyata kau tidak sekeren itu," ejek Robby.


Pangeran?


Apa maksudnya, Cleo bahkan bukan putra raja, Ayahnya hanya pebisnis biasa, seperti orang orang pada umumnya, bagaimana bisa dia berkata seperti itu "aku tidak tahu apa maksudmu," balas Cleo.

__ADS_1


"Sudah, lupakan saja... jadi kenapa kau menangis?" tanya Robby, yang kini sudah duduk bersila disamping Cleo.


"Aku kehilangan ibuku, Ayah tidak ingin bertemu denganku, dia juga sering memarahi ku," tangis Cleo pecah saat menceritakan segala rasa yang menurutnya sangat menyakitkan diusianya yang masih belia.


"Hanya itu? kukira apa,"


"Tidak ada yang sayang padaku lagi," ucap Cleo, sambil mengelap sisa ingus yang keluar dengan bajunya.


"Kenapa kau lemah sekali, itu hanya masalah kecil... lihat aku, masalahku jauh lebih besar darimu, tapi lihat, aku baik baik saja, aku bahagia dengan hidupku," tuturnya dengan senyum lebar yang terukir.


"Memangnya apa masalahmu?" tanya Cleo penasaran.


"Itu rahasia, tapi kita sebagai pria tentu saja harus kuat, tidak boleh cengeng, lihat... pundak dan dada ini harus kokoh." ujar Robby sambil menepuk pundak dan dadanya.


Tentu saja dimata Cleo, Robby terlihat seperti seorang ksatria.


"Ah, iya, maaf tadi aku tidak mendengarmu," ujar Cleo.


"Apa ada yang mengganggu pikiranmu sayang? apa ada masalah di CL?" tanya Aqella di telepon.


"Tidak, semua baik baik saja... kamu sudah bertanya, dimana tempat tinggalnya?"


"Aku belum bertanya, mungkin nanti,"


"Kalo begitu, biar aku saja... aku masih sibuk, sudah ya... i love you,"


"Aku juga, Love you." dan panggilan berakhir.


Cleo memilih untuk beranjak dari duduknya, dia berniat pergi ke apartemen Robby, entah apa yang akan dilakukannya, dia akan tau setelah tiba disana.

__ADS_1


...----------------...


Cleo membuka pintu apartemen Robby, dinyalakan lampu dengan menggunakan remot, kecil, terlihat jelas kain kain putih yang menutupi seluruh perabotan di ruangan ini.


Sudah disini, tapi ia masih tidak tahu harus mencari apa, hanya mengikuti instinya, Cleo menuju kamar Robby.


Dekor kamar yang bernuansa dark ini, sungguh sangat menyejukkan mata, melepas terpaan sinar dari hingar bingar kehidupan.


Melangkahkan kakinya ke lemari, Cleo membuka satu persatu pintu dan mencari sesuatu di tumpukan baju yang masih tertata rapi.


Nihil, ia tidak menemukan apapun, tak ada satupun yang bisa membuat ia mengetahui sisi kehidupan pribadi Robby.


Mengedarkan pandangan keseluruh ruangan, netranya menangkap sesuatu, telapak tangan mungil milik bayi yang tercetak di dinding.


Wait...


Sial. Robby membohonginya, pria itu menyembunyikan sesuatu yang penting darinya selama ini.


Sayang sekali sahabatnya itu sudah tewas.


Suara benda jatuh terdengar dari luar, sontak saja Cleo langsung bergegas ke arah sumber suara, tapi langkahnya terhenti saat mendapati seseorang mengenakan Hoodie , tidak jelas rupa dan jenis kelaminnya.


"Hei kau!" teriak Cleo.


Tentu saja orang tersebut langsung berlari sangat kencang saat mendapati teriakan dari Cleo, dan menghilang di balik lift.


Cleo yang tidak ingin kehilangan jejaknya, berusaha menyusul menggunakan tangga darurat, tapi saat dirinya sudah di lobby, dia tidak melihatnya, entah kemana orang tersebut menghilang.


"Siapa ya?" gumam Cleo bertanya pada diri sendiri.

__ADS_1


__ADS_2