
Seperti yang sudah di perkiraan di awal, perilisan game FL sukses, mendapat rate tertinggi, menjadi no satu dan di download oleh miliar orang.
Sebagai CEO yang baik, Cleo mengadakan pesta untuk merayakan keberhasilan ini, dan akan ada beberapa apresiasi yang akan di berikan Cleo kepada pegawainya.
"Robb, pastiin keamanan ketat, gue gak mau hal terakhir kali menimpa Aqella lagi," perintah Cleo pada Robby.
"Jangan khawatir, gak akan terulang." jawab Robby yakin.
Cleo melepaskan jas yang ia pake, menyerahkan nya pada Robby, mengendurkan dasi,bersandar ke kursi sambil memangku tangannya di dagu.
Sejak kemarin Cleo memiliki firasat buruk, entah itu apa tapi Cleo berharap semuanya berjalan dengan lancar dan tidak ada masalah yang akan timbul kedepannya nanti.
...----------------...
Lain halnya dengan Aqella yang saat ini tengah sibuk memilih baju yang akan di kenakan olehnya untuk malam ini.
Berbagai gaun terpajang di depannya, dari yang sederhana sampai mewah semuanya ada, sampai bingung ia harus memilih yang mana. Padahal sebelum berangkat kerja, Cleo hanya berpesan, ada orang yang akan membawa beberapa stel pakaian untuknya. Dan tukang rias profesional untuk merias Aqella dan ia tinggal memilih mana yang di suka.
Namun, maksud Cleo beberapa stel adalah satu isi toko di bawah semua, Aqella tidak dapat berkata.
"Nyonya, apa anda suka yang ini?"
Pegawai itu menunjukan gaun panjang menjuntai lantai dengan warna maroon tanpa lengan, dan bagian belakangnya terbuka.
Aqella mengamati gaun yang di tunjukan ke padanya, cantik dan juga simple, tidak terlalu mewah namun tetap terlihat elegan dan sexsi.
"Iya aku mau itu." jawab Aqella.
Setelah memilih, Aqella di minta untuk menganti pakaian nya, dan mulai ditata rambutnya oleh penata rambut yang di bawa Cleo, di dandani sedemikian rupa, agar terlihat cantik dan Cleo akan terpesona melihatnya.
__ADS_1
"Anda sangat cantik nyonya." puji penata rias.
"Ini juga hasil kerja kalian." sahut Aqella.
Penata rias menggeleng, ia hanya mengoles sedikit makeup di wajah Aqella, tapi memang dasarnya Aqella sudah cantik, dengan make up senatural mungkin sudah membuat aura nya terpancar.
Aqella menaiki Limosin yang sudah di siapkan oleh Cleo untuk menjemputnya, suaminya itu lebih memilih untuk menunggu nya di hotel yang menjadi tempat pesta di selenggarakan, karena ada beberapa hal yang memang harus Cleo urus dengan tangannya sendiri.
Cleo sudah berdiri di lobby hotel, menunggu kedatangan Aqella. Penampilan Cleo pun tidak kalah mempesona, dengan setelan jas blazer berwarna hitam, rambut yang tersisir rapi kebelakang , membuat pria itu terlihat lebih maskulin dari biasanya.
Limosin dengan panjang empat meter tersebut berhenti tepat di depan lobby hotel, petugas hotel membuka pintu mobil, Aqella dengan anggun turun dari mobil menampilkan kaki jenjangnya terlebih dulu. Tubuh semampainya kemudian terlihat keluar, membuat pandangan semua orang tertuju pada penampilan anggun istri CEO CL tersebut.
Cleo mendekat, senyum indah terukir di bibirnya. Diberikan lengannya untuk di sambut oleh Aqella.
Dengan digandeng oleh Cleo, Aqella melangkahkan kakinya masuk ke dalam hotel.
"Anda sangat cantik nona," puji pria yang sepantaran dengan Cleo.
"Terimakasih." balas Aqella, tersenyum serama mungkin.
"Maukah anda berdansa denganku nona?" pria itu kini bertekuk lutut di hadapan Aqella, memberi tangannya untuk di sambut oleh Aqella.
"Maaf tuan aku tidak bisa." tolak Aqella halus.
Pria itu terlihat kecewa mendengar penolakan Aqella, segera ia kembali berdiri dan berbalik meninggalkan Aqella yang melihatnya dengan heran.
"Semoga saja dia tidak lompat dari gedung ini karena di tolak olehmu." ucap Cleo yang seperti sindiran di telinga Aqella.
"Kamu menyindirku." tebak Aqella.
__ADS_1
"Tidak, kenapa bisa begitu?" terka Cleo.
"Menyebalkan." sungut Aqella meninggalkan Cleo begitu saja.
"Aihhs ada apa dengannya." gumam Cleo menyusul Aqella.
Menunggu Cleo menyelesaikan sambutan di atas panggung, Aqella memilih duduk di sudut ruangan sambil memijit kepalanya yang akhir akhir ini sering sekali terasa pusing, tidak tahu apa sebabnya.
"Boleh aku duduk disini?"
Aqella mendongakkan wajahnya melihat siapa yang berbicara padanya, dan ternyata hanya Audrey.
"Silakan." Aqella sedikit menggeser dari duduknya, memberi tempat untuk Audrey.
"Jadi bagaimana menjadi istri Cleo?" tanya Audrey, sambil menggoyangkan gelas di tangannya.
"Maksud nona?" Aqella mengernyitkan dahi, tidak mengerti dengan pertanyaan wanita di sampingnya.
"Aku tidak akan berbasa basi, tinggalkan Cleo," tuntut Audrey.
"Aku tidak mau! siapa anda berani sekali menyuruhku meninggalkan suami ku!" tampik Aqella.
"Cleo berbohong padamu mengenai penyakitnya, dan aku sudah merasakan junior Cleo, dan itu sangat nikmat," ujar Audrey gamblang, sambil meminum anggur yang sedari tadi ia pegang "Jadi aku tidak ingin orang lain merasakan kenikmatan apa yang aku rasakan." lanjutnya lagi sambil mengelap sisa anggur di mulut dengan lidahnya.
"Kau gila nona! jika kau sudah merasakannya berhenti untuk menginginkannya lagi, lagi pula suami ku tidak mengharapakan mu lagi!" Aqella beranjak dari duduknya, meninggalkan Audrey dengan penuh emosi.
Ada apa dengan wanita itu? ia berusaha untuk menghormati Audrey, biar bagaimana pun ia pernah memilih Audrey sebagai misinya dulu.
Namun sekarang audrey malah merendahkannya dirinya sendiri, jangan salahkan Aqella,kalo ia tidak akan sungkan lagi pada wanita gila itu.
__ADS_1