Sekretaris Nakal

Sekretaris Nakal
bab 61


__ADS_3

Setelah menyelesaikan meeting nya, Cleo memilih menemui sahabatnya Robby, ia sangat merindukan pria gila itu, mengendarai Betty, ia melesat menembus jalanan.


Pemakaman Teratai Indah, Cleo saat ini berada disini, membeli bunga untuk Robby,sebagai salam nya.


"Hai bro." sapa Cleo, saat ini ia sudah berjongkok di depan pusara Robby, menyandarkan buket bunga di nisan.


"Udah lima tahun kita gak saling sapa, gue kangen makian lo, kangen bogeman lo, kangen canda lo...." Cleo menjeda ucapannya, sesak sekali rasanya ingin melanjutkan setiap perkataan nya.


"Liat, gue bawa Betty... dia udah gue mandiin, kinclong kan?... lo pasti seneng kan?" Cleo menghembuskan nafas berat, matanya mulai terasa panas, sepertinya ia akan menangis, menyedihkan sekali seorang pria menumpahkan air mata, tapi ia juga manusia yang memiliki hati, dan ini menyakitkan.


Cleo tidak tahan lagi, ia memilih meninggalkan pusara Robby, berjalan ke tempat dimana ia memarkirkan Betty.


Menetralkan perasaan nya, Cleo meninggalkan pemakaman.


Sementara di tempat Aqella, ia sangat sibuk menyiapkan sarapan untuk Clay dan juga Arka, memanggang roti, membuat kopi dan susu.


"Silakan di nikmati." Aqella meletakan kopi dan susu dihadapan Clay dan Arka.


"Terimakasih." ucap Arka tersenyum.


Clay langsung melahap habis roti buatan Aqella, hari ini adalah hari pertama nya masuk sekolah, dan ia tidak ingin terlambat sedikit pun "Mami nanti aku di antar capa." ucapnya cadel.


"Kamu tenang saja, ada Ayah disini." ucap Arka membusungkan dada bangga.


"Ya nanti kamu di antar Ayah, Mami hari ini sibuk sayang."


Lima tahun membuat Aqella menjadi wanita tangguh dan mandiri, terlebih ia hidup di negara yang berbeda, memulai usahanya sendiri membuka EO, ia tidak ingin meneruskan usaha Andi, karena ia sendiri tidak mahir dalam bidang tersebut.


Namun selama lima tahun ini juga menjalani hari yang berat, hamil,melahirkan, membesarkan Clay tanpa Cleo itu sangat menyakitkan.


Sementara hubungan nya dengan Arka untuk saat ini masih sama dengan yang dulu, tapi Clay selalu menganggap Arka ayahnya, ia tidak bisa menolak, apalagi mengatakan yang sebenarnya pada Clay tentang Cleo, itu akan menimbulkan masalah dengannya dan Andi.

__ADS_1


"Jadi gak hari ini kamu mau ke kantor Foxs?" tanya Arka, sambil menikmati kopi buatan Aqella.


"Jadi, ini langsung mau ke sana." jawab Aqella sambil mencuci piring.


Arka hanya mengangguk, melanjutkan kembali menggoda anak kesayangan nya yang wajah sangat mirip dengan Cleo, terselip rasa khawatir kalau nanti Cleo menemukan Aqella dan tahu mengenai Clay, apa ia akan kehilangan mereka lagi.


Setelah dari pemakaman, Cleo memilih untuk ke rumah Andi, siapa yang tau jika Aqella sudah kembali, tapi harapan nya sirna, rumah bercat putih itu kosong, hanya menyisakan kenangan untuknya.


"Sayang kau dimana, aku merindukan mu." gumam Cleo.


Ponsel Cleo berdering, segera ia mengangkat panggilan "halo paman."


"Tuan anda dimana, kita harus terbang ke London, tuan Robert menunggu kita di sana."


"Aku akan langsung ke bandara, paman tunggu di sana."


"Baiklah, aku akan langsung berangkat."


"Maaf jika lama." ucap Cleo sambil menaiki tangga.


"Tidak Tuan."


...----------------...


Aqella mengarahkan anak buahnya untuk mendekor ruangan yang akan di pakai untuk perayaan kerja sama antara perusahan Foxs dan perusahaan dari negara tempat asalnya Indonesia, tapi perusahaan apa itu, ia tidak tahu, lagi pula itu bukan urusan nya.


"Aku akan siapkan kamar hotel untuk tuan Cleo." ucap salah satu pegawai Foxs.


Mendengar nama Cleo, hati Aqella berdesir, mungkinkah Cleo Rodriguez...


Semoga saja bukan, karena kalau iya, Aqella tidak akan sanggup bertemu Cleo.

__ADS_1


Menghembuskan nafas, Aqella kembali menata bunga bunga plastik mengitari meja, menyusun nya menjadi indah di pandangan.


Tanpa sadar waktu terus bergulir, menunjukkan pukul dua siang dan ia harus menjemput


Clay di sekolah, jika telat ia pasti akan di marahi oleh Arka, karena pria itu tidak bisa menjemput Clay, ada rapat dengan dewan direksi katanya.


Aqella menyambar tasnya di meja, keluar dari kantor foxs, menghentikan taksi "Tuan ke London International Scholl." ucap Aqella saat ia sudah di dalam taksi.


Supir taksi mengangguk "baik Nyonya."


Clay berjongkok di depan sekolah di temani dengan Miss Rekha, menunggu seseorang menjemputnya.


"Clay siapa yang akan menjemput mu sayang?" tanya Miss Rekha lembut.


Clay menggeleng "Clay tidak tahu Miss." jawab Clay.


Mami... ayah... kenapa kalian lama sekali, Clay laper.


Clay mendongak saat seseorang berdiri di depan nya, celana jeans hitam, kaos putih polos "Uncle Jimmy." teriak Clay, saat Jimmy berdiri di depan nya.


Jimmy tersenyum melihat Clay, mengangkat tubuh mungil Clay, membawa ke dalam gendongan nya "apa keponakan Uncle lapar?"


"Iya, ayah dan mami lama sekali datang nya." ucap Clay lemas.


"Bagaimana kalo kita ke rumah kakek Harry, kita akan makan banyak di sana." ujar Jimmy sambil mengelus puncak kepala Clay, sedangkan bocah itu langsung mengangguk setuju.


"Terimakasih Miss, kalau nanti ada seseorang yang datang menjemputnya, katakan saja Clay bersama ku" ucap Jimmy.


"Baik Tuan." balas Miss Rekha.


Jimmy membawa Clay ke dalam mobil miliknya, meninggalkan sekolah.

__ADS_1


Tidak lama setelah Jimmy pergi, Aqella datang, tapi keadaan sekolah sudah sepi, tidak kelihatan ada anak anak yang menunggu jemputan, sepertinya ia datang terlambat, lantas dimana Clay...


__ADS_2