
Kaka reader tinggalkan like komen dan hadiah seikhlasnya ya ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
...----------------...
Aqella membanting pintu toilet cukup keras, tidak peduli dengan tatapan orang yang terkejut dengan ulah nya.
Rasa pusing di kepalanya belum juga reda, di tambah lagi dengan celotehan Audrey, semakin membuatnya sakit kepala.
"Dasar wanita gila, tidak tahu malu!" teriak Aqella di toilet, karena terlalu emosi ia sampai tidak sadar jika tisu toilet yang di gantung sudah habis ia remas remas dan kini berserakan di lantai.
Aqella keluar dari toilet, mencuci tangannya di wastafel,tapi aroma yang keluar dari sabun cuci tangan mendadak perutnya jadi mual dan memuntahkan seluruh isinya.
"Ini kenapa sih." gumam Aqella pada dirinya sendiri, sambil mengelap wajahnya dengan tisu.
Namun seketika lampu tiba tiba padam, pandangan nya menjadi gelap tidak dapat melihat apapun di sekitarnya, Aqella meraba raba dinding di sekitar untuk keluar dari toilet.
Seseorang keluar dari bilik toilet yang bertulisan rusak dengan perlahan, berjalan tanpa suara menghampiri Aqella, dan dengan sekali pukulan di tengkuk Aqella, wanita itu jatuh tak sadarkan diri, dan lampu kembali menyala.
"Bagaimana?" Audrey masuk kedalam toilet.
"Beres non." jawabnya dengan mengacungkan ibu jarinya.
"Bawa dia pergi dari sini,ke tempat yang jauh." perintah Audrey, dan pergi meninggalkan toilet.
Cleo mengedarkan padangan ke seluruh tempat di ballroom ini, tapi penglihatan nya tidak dapat menangkap sosok Aqella, lalu kemana istrinya itu pergi.
Cleo mencoba mencari Aqella ke toilet, mungkin saja istrinya itu pergi kesana, tapi nihil ia tidak dapat menemukan Aqella.
__ADS_1
Sementara itu, Aqella mulai kembali tersadar, dan mendapati dirinya sudah berada di gudang yang kumuh dan minim penerangan,dengan kedua tangan dan kakinya sudah terikat.
Aqella mencoba mengingat apa yang terjadi sampai ia harus berakhir di tempat seperti ini.
"Tolong!" teriak Aqella, berusaha melepaskan ikatan di tangan dan kakinya.
"Lihatlah nyonya sudah sadar." ujar salah satu pria yang berkumis seperti lele itu.
Orang suruhan Audrey ada tiga orang, dan semuanya terlihat sangat menyeramkan dan berbadan tegap seperti preman preman yang sering Aqella lihat dalam film.
"Siapa kalian?! mau apa kalian menculik saya seperti ini?!" Teriak Aqella panik, ia mundur dari duduknya, bersikap waspada terhadap tiga orang yang kini sudah mengitarinya.
"Perkenalkan, saya A, ini B dan dia C." ucapnya memperkenalkan diri dan kawan kawannya.
Aqella mengerenyitkan dahi, nama macam apa itu, hanya memakai satu huruf, itupun sesuai susunan alfabet.
"Itu rahasia nyonya,"jawab si A
"Namun anda lebih baik berdoa, semoga saja tuan kami tidak menyuruh kami untuk bersenang senang dengan anda," imbuh si B sambil tertawa memegangi perutnya.
"Kau tau, suamiku lebih kaya dari tuan kalian. Jika kalian melepaskan ku, aku akan membayar kalian lebih mahal dari tuan kalian." tawar Aqella.
Sementara itu, Cleo dan beberapa orang masih sibuk mencari di setiap kamar hotel ini, sedangkan Robby dan pengawal lain nya mencari di bagian luar hotel dan ada juga yang mengecek cctv.
Kejadian terakhir kali, membuat Cleo takut jika Aqella akan terjebak untuk kedua kalinya, dan berakhir bersama seseorang lagi, maka dari itu Cleo kini berakhir di dalam kamar Audrey mencari keberadaan istrinya.
"Kenapa kau disini? apa kau merindukan ku honey."
__ADS_1
Audrey mengunci pintu, melemparkan kunci ke atas lemari, sengaja membuat Cleo terjebak bersamanya.
"Aku mencari istriku!" jawab Cleo ketus.
Audrey melepaskan jubah mandinya, menampilkan tubuh polos miliknya "Bagaimana dengan ini?" tunjuknya pada bagian intim yang sudah bersih tanpa adanya rumput liar disana.
Kau tidak akan bisa menolak ku.batin Audrey.
Apa yang dia lakukan.batin Cleo.
Audrey menghampiri Cleo, yang masih berdiri seperti patung menatapnya, bahkan saat ia sudah di dekat Cleo, Audrey membelai dada bidang Cleo, menyusupkan tangannya ke dalam kaos, memainkan ****** milik Cleo.
Sebagai pria, tidak dapat di pungkiri jika Cleo sedikit meremang dengan sentuhan Audrey, tapi itu tidak akan membuat Cleo tergoda oleh jal*ng di depannya.
Cleo menghentikan aksi Audrey dengan mencekik leher wanita ini, membuat Audrey langsung melepaskan tangannya, dan berganti mencoba melepaskan tangan Cleo dari lehernya yang membuat ia tidak bisa bernafas dengan baik.
Cleo yang melihat Audrey kesulitan bernafas, langsung melepaskannya, sayang sekali ia tidak bisa membunuh wanita ini "Jal*ng tetaplah jal*ng." ujar Cleo dan langsung keluar lewat balkon, melompati balkon lainnya dan membuka pintu kamar sebelahnya.
Audrey tidak peduli dengan perkataan Cleo, ia mengambil ponsel di nakas, tersenyum senang melihat hasil rekaman yang ia ambil, dan hanya tinggal memotong adegan yang Cleo mencekiknya maka semua sudah cukup untuk menghancurkan hubungan Cleo dan Aqella.
"Nyonya kami ada hadiah untuk anda." ujar si B, memutar video yang menampilkan Cleo masuk ke kamar Audrey dan membiarkan Audrey membelai tubuhnya, dan sudah pasti di edit terlebih dulu oleh Audrey, memotong adegan yang sekiranya tidak pas.
"Cleo...."gumam Aqella.
"Kau tau, tuanku itu sangat baik, tawaran anda kami tolak, dan dia meminta kami untuk melepaskan mu besok pagi, jadi tidurlah malam ini dengan hewan pengerat disini."
Tanpa sadar air mata sudah membasahi pipi Aqella, sakit dan kecewa menjadi satu menyelimuti perasaan nya. Suaminya kini mengkhianati nya, lantas apa yang harus ia lakukan saat ini.
__ADS_1