Sekretaris Nakal

Sekretaris Nakal
bab 80


__ADS_3

Kesibukan ibu ibu dipagi hari sekarang sudah biasa Aqella lakukan, bahkan dirinya tak segan, dikala jemarinya yang lentik ia gunakan untuk memotong bawang, baginya, melayani suami dengan tangannya sendiri adalah kebahagian yang ia rasa.


Bukan karena di rumah ini tidak ada pelayan.


Cleo bahkan sudah meyiapkan sekitar sepuluh orang hanya untuk membersihkan rumah ini.


Terlebih saat teriakan Clay dan Cleo bersamaan menuntut hidangan yang terkadang belum siap, atau bertanya hal sepele.


Itu membuatnya menjadi seorang istri dan ibu yang sempurna.


"Mami sudah belum?!"


"Sayang, di mana dasiku?!"


Mereka berdua selalu saja meributkan hal yang tidak penting, dan Aqella yang harus membereskannya.


"Ini untukmu, nasi goreng," ujar Aqella sambil meletakkan sepiring nasi goreng di hadapan Clay.


"Thanks Mami," ucap Clay dan langsung melahap nasi goreng buatan Aqella "Mami yang terbaik, ini sangat enak," lanjutnya lagi, di sela sela mengunyah nya.


"Mami mau ke Daddy." pamit Aqella.


Sementara Cleo masih sibuk membongkar isi lemari, mencari cari benda mungil yang selalu terkalung di lehernya itu, tapi masih tidak dapan ia temukan.


"Astaga Cle, kenapa berantakan semua!" seru Aqella yang sedikit terkejut saat mendapati kamar sudah mirip seperti terkena badai.


"Aku mencari dasi, tapi tidak menemukannya," jelas Cleo tanpa mengalihkan pandangannya di laci yang berada di depannya.

__ADS_1


Aqella menghela nafas, ingin ia memaki dan mengumpat, tapi orang yang di hadapannya saat ini adalah Cleo, suami tercintanya.


"Biar aku bantu, kamu duduk diam disana," perintah Aqella sambil menunjuk ranjang.


Cleo melangkahkan kakinya ke ranjang, menurut dengan ibu negara satu ini yang sedang menahan emosi, walau dalam hatinya ia sangat ingin tertawa melihat ekspresi Aqella.


Tidak perlu waktu lama untuk mencari sesuatu, begitulah wanita, hanya dalam hitungan detik, apa yang suami butuhkan kini sudah dalam genggaman.


"Ini?" Aqella menyodorkan dasi berwarna hitam pada Cleo.


"Wah... kamu yang terbaik sayang, tapi kenapa cepat sekali ketemunya?" tanya Cleo heran.


"Tentu saja, karena aku mencari pakai mata, bukan pakai mulut," jawab Aqella ketus.


"Ck, menyebalkan... sekarang bantu aku pakai," ujar Cleo, sambil menarik Aqella dalam dekapannya.


Lihat saja, begitu ahlinya Aqella memakaikan dasinya, dalam hitungan detik semua sudah siap.


Sementara Cleo, hanya tersenyum sambil mengangkat satu alisnya "sudah lama kita tidak melakukan itu," ujarnya.


"Dasar bodoh, kita lakukan itu nanti setelah pulang kerja," tolak Aqella, segera ia melepaskan pelukan Cleo.


"Tapi sayang aku sudah tidak tahan...." cicit Cleo.


"Lalu kamu akan merusak dasi yang baru saja aku pakaikan, yang benar saja," Aqella memutar bola matanya malas, dan pergi begitu saja meninggalkan Cleo.


"Sayanggggg...." panggil Cleo lembut, tapi sepertinya itu tidak menghentikan langkah kaki Aqella, bahkan istrinya itu sudah menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


"Hiss menyebalkan." dengus Cleo, dan segera menyusul Aqella.


****


"Sudah kukatakan, tugas mu membuat dia simpati, dan membawamu ke rumahnya... tapi lihat kamu mengacaukan segalanya," omelnya pada anak berusia enam tahun tersebut.


"Aku minta maaf bu, dia pria baik, aku takut berdosa." ujarnya sambil menundukkan pandangan, ia lebih memilih melihat sepatu kucelnya daripada menatap wanita yang sedang memarahinya.


Wanita itu tersebut membuang puntung rokok sembarang tempat, berdecak kesal, karena putrinya sudah berani menjawab setiap ucapan nya "kau takut dosa... andai kamu tau, kamu bahkan dibuat dari dosa... dosa yang nikmat," ucapnya dengan lirih, seakan ada kenangan yang membuat nya trauma tapi disisi lain ia juga sangat merindukan akan kehadirannya yang sudah tiada.


Pria itu...


Pria yang ia temui di kegelapan malam, saat ia berada dalam kehancuran, putus asa dengan segala masalah kehidupan yang membebankan nya pada pundak kecilnya.


Dengan uluran tanganya yang lebar, dan kuat, dia mampu kembali berdiri dan bangkit, menghadapi segala masalah yang ada, tapi marga Rodriguez itu, merebut sesuatu yang berharga dari hidup dan hatinya.


Mengambil yang seharusnya dimiliki oleh anaknya, Betty Jackson, putrinya kehilangan sosok ayah yang seharusnya melindungi mereka berdua.


Hari ulang tahun Betty yang pertama, dia mendapatkan kejutan bahwa prianya itu tewas dalam membantu sahabatnya, padahal ia sudah berpesan jika ini hari ulangtahun anaknya.


Namun dia hanya berkata 'dia jauh lebih penting dari kalian... tapi aku janji, jika ini selesai aku akan mengumumkan kalian ke publik'


Nol, ya Nol atau kosong, janjinya tidak di tepati dan dia malah tewas. Dia Robby Jackson ayah dari putrinya.


...----------------...


Like, Komen, Gift ya say...

__ADS_1


Coming soon :



__ADS_2