
Kehilangan akal, sudah pasti dan itu di lakukan Arka terhadap Clay, bocah tampan itu, harus merasakan hasil ide bobrok yang terlintas di benaknya, tapi ekspetasi tidak sesuai dengan kenyataan, dan jika tersulut emosi harap siapkan air untuk memadamkan nya.
"Ayah kenapa mendorongku?!"
"Kamu kenapa tidak nangis?!"
"Karena ini tidak sakit,"
"Seharusnya kamu nangis,"
"Kenapa begitu?"
Sementara Bella yang tengah memeriksa seorang anak, merasa terusik dengan keributan di depan ruangan nya, entah siapa yang sedang berdebat.
"Dokter keluar sebentar ya sayang." ucap Bella lembut pada anak yang sedang terbaring di ranjang.
Membuka pintu, Bella mendapati Arka dan Clay tengah berdebat "mmm maaf, apa kalian bisa tenang, ini rumah sakit," ujar Bella mengingatkan.
Hujan bunga langsung memenuhi hati Arka, mendengar suara yang sudah mengusik malam nya dan membuatnya tidak dapat dengan nyenyak memejamkan mata.
"Ayah mendo mmmpp," Arka dengan cepat menutup mulut Clay, tidak bisa dibiarkan jika Clay terus berbicara, itu akan membuatnya seperti seorang ayah yang kejam, dan dia tidak ingin hal itu terjadi.
"Dok, anak ku terjatuh, lututnya sakit, bisakah anda memeriksanya?" tanya Arka.
"Tentu saja, tapi setelah ini ya, Dokter masih ada pasien di dalam,"
"Baik Dok,"
Tubuh ramping tinggi semampai, dengan rambut panjang coklat bergelombang, membuat pria manapun terpaut akan kecantikan nya, belum lagi matanya yang berwarna perak, itu bagaikan sebuah bulan yang bersinar di kegelapan malam itu, dan itu yang dirasakan Arka, memangku tangannya, melihat kepergian Bella, hatinya seperti mengikuti setiap langka Dokter cantik itu sampai menghilang dibalik pintu.
Luka yang di torehkan oleh seseorang, pada akhirnya akan mendapatkan obatnya, dan semoga saja luka ini tidak terjadi untuk ketiga kalinya.
Menunggu beberapa saat, mereka di panggil untuk masuk keruangan Bella, sedangkan Clay ia dibawa dalam gendongan Arka.
__ADS_1
"Jadi, kamu habis jatuh sayang?" tanya Bella.
"Iya Dok,"
Memeriksa sikut dan lutut Clay, semua baik baik saja, bahkan tidak ada sedikitpun luka memar, Bella seperti di kerjai oleh seseorang "anak anda baik baik saja Tuan,"
"Dok, aku tidak sakit, tadi Ayah yang mendorong ku, dia bahkan menyuruhku untuk menangis," celoteh Clay, menceritakan segala yang di lakukan Arka pada Bella, dengan ciri khas nya sebagai bocah, dan itu terlihat menggemaskan.
Namun tidak dengan Arka, dia merasa seperti di hujani dengan anak panah yang menancap langsung ke tubuhnya, terlebih dengan tatapan Bella yang menusuknya, udah jatuh tertimpa motor juga, sakitnya double.
"Mmm itu Ayah tidak sengaja sayang," elak Arka, sambil menggaruk kepala yang sudah pasti tidak gatal.
"Aku rasa... aku tidak yakin jika anda benar Ayah dari anak ini... dan kau tau Tuan, setiap anak kecil selalu berkata jujur." sindir Bella.
"Terimah kasih atas waktunya Dok, saya permisi." sahut Arka ketus, dan bergegas meninggalkan ruangan Bella.
Sial sekali hidupnya, baru mulai melakukan pendekatan,dan dia sudah gagal di awal, terlebih Clay dengan santainya berjalan di depan Arka, sambil mengemut lolipop yang belum habis, tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Ahh ingin sekali menendang bokong putranya ini sampai Clay terbang ke bulan, seperti di film kartun yang sering dia dan Clay tonton bersama.
Biar bagaimanapun masih terselip rasa khawatir pada Aqella, wanita itu bertahun tahun sudah mengisi hari harinya, walau pada akhirnya dia tidak mendapatkan hatinya.
Clay menghentikan langkahnya, kini beralih menoleh kebelakang "baik, aku dan Mami akan pergi ke tempat tinggal Daddy," jawab Clay.
Arka terpaku di tempatnya, tenggorokannya terasa kering, lidahnya seakan tak mampu berucap, mendengar penuturan Clay yang akan pergi meninggalkannya.
Lima tahun bukanlah waktu yang sedikit, terlebih Arka memiliki ikatan yang kuat dengan Clay, ini sama saja seperti nyawanya yang di renggut paksa dari tubuh.
Tanpa sadar buliran bening menerobos keluar dari mata Arka, meluncur bebas ke pipinya, dan kenapa sesakit ini.
Berjongkok di hadapan Clay, Arka membawa Clay dalam pelukannya, membenamkan wajahnya di pundak kecil yang kini berdiri di hadapannya "Clay, kamu jangan ikut Mami ya... temani Ayah disini... biarkan Mami disana bersama Daddy," bujuk Arka, suaranya bergetar karena tangisannya.
Di balik dinding, pria berperawakan tegap, menatap nanar kearah mereka, dia Cleo, ada rasa sesak juga dalam hatinya, tidak dipungkiri dia juga pernah merasakan sakitnya dipisahkan.
__ADS_1
Arka...
Pria itu cukup baik untuk menjadi seorang ayah, terlihat jelas bagaimana Arka memperlakukan Clay selama ini, tapi hubungan darah tidak bisa di hapuskan, bocah kecil itu tetaplah putranya, dan tidak akan membaginya dengan siapapun.
"Dia bukan putramu, kau harus sadar akan hal itu,"
Suara Cleo mengejutkan Arka, pria itu mengangkat kepalanya dan melihat Cleo tengah berdiri di belakang Clay.
Melepaskan pelukannya, Arka kini berdiri kembali, menarik Clay kebalik punggungnya "Clay putraku, dan tidak akan pernah berubah!" seru Arka tegas.
"Cih, kenapa kau tidak menikah dan membuat anakmu sendiri, mengapa harus putraku?!" ucap Cleo tidak mau kalah dengan Arka.
Sementara yang direbutkan malah asik menjadi pendengar dan penonton yang baik, bahkan dengan santainya ia merekam semua kejadian yang ada lewat ponselnya.
Ini lebih hebat dari perdebatan anggota DPR yang sering di tonton kakeknya.
"Aku akan menikah, tapi tetap Clay akan ikut denganku!" teriak Arka.
"Kenapa? apa milikmu tidak berfungsi dengan baik, sampai kau ngotot menginginkan Clay," cibir Cleo.
Kenapa pedas sekali mulut pria ini, ingin sekali Arka menyumpalnya dengan sepatu yang saat ini ia kenakan, tapi ucapan Cleo tidak ada salahnya juga, toh selama ini dia juga tidak pernah mencobanya.
Menghembuskan nafas panjang, Arka dengan sangat terpaksa menyerahkan kembali Clay pada Cleo, tapi itu juga dengan pengajuan syarat, jika dia dapat membawa Clay kapanpun, jika dia merindukan anaknya.
Cleo menyetujui permintaan Arka, biar bagaimanapun dia masih memiliki hati dan tidak akan sekejam itu membiarkan Arka merasakan seperti dirinya, cukup hanya dia seorang.
...----------------...
Maaf jika cerita ini sedikit absurd... 😆😆😆
jangan bosen pantengin terus ya..
masih hari selasa... jika punya vote bagi aku ya, itupun jika berkenan dan iklas lahir batin 😆
__ADS_1
tapi aku lebih mengharapkan jempol kalian ko🤗🤗🤗