Sekretaris Nakal

Sekretaris Nakal
TENGGELAM


__ADS_3

Tibanya di bandara Cleo tidak langsung mengajak Aqella ke hotel, melainkan pergi ke restoran terlebih dulu untuk mengisi perut masing masing.


"Kamu mau pesan apa sayang?" Cleo menyodorkan buku menu ke Aqella.


Aqella membaca satu persatu menu yang di tawarkan di restoran tersebut sampai ia tertarik dengan kepiting butter mushroom dan jus jeruk, sedangkan untuk Cleo ia memlih untuk udang goreng cumi dan lobster bumbu bali.


"Di tunggu ya tuan." ujar pelayan sedikit membukukan badannya dan segera menyiapkan pesanan Cleo dan Aqella.


Mata Aqella  melihat keluar resto, menatap jauh ke arah laut yang ada di depan, menikmati keindahan yang Tuhan ciptakan untuk umatnya, tapi sayang sekali ia tidak bisa berenang walau ia sangat ingin merasakan berselancar di tengah ombak yang menerjang.


Fiuhh.


Aqella menghembuskan nafas perlahan menyandarkan punggung nya di kursi, entah kenapa ia masih terpikir dengan telepon tadi sore.


Cleo memperhatikan wajah Aqella dengan seksama, seperti ada beban yang ingin Aqella ungkapkan, namun mungkin saja Aqella masih sedikit canggung kepadanya, biar bagaimana pun ia dan Aqella belum terlalu mengenal satu sama lain.


"Disini ada aku, lalu apa yang kamu pikirkan? Cleo meraih tangan mulus istrinya yang sedari tadi tidak berhenti mengetuk ngetuk meja.


"Ahh itu...." Aqella tidak langsung menjawab, ia sedang berpikir apa perlu mengatakan tentang telepon tadi sore, tetapi mungkin saja itu hanya telepon iseng "tidak ada."lanjutnya lagi sambil tersenyum menatap Cleo.


Sedangkan di sisi lain resto, sedang ada yang melakukan pemotretan, namun sang model menjadi tidak fokus karena melihat dua orang yang ia kenal sedang bercengkrama dan terlihat mesra.


Kenapa bisa ada Cleo disini, apa ini keberuntungan.

__ADS_1


"Oke selesai... kita istirahat lima belas menit."


Audrey dengan segera menghampiri meja Cleo, dengan jalan yang di buat sedemikian rupa dan senyum lebar mengembang di wajah nya yang cantik.


"Haii." sapa Audrey menarik kursi di samping Cleo dan segera mendaratkan pantat nya disana.


Aqella sedikit terkesiap melihat kedatangan Audrey yang tiba tiba, begitu juga dengan Cleo bahkan sekarang ekpresi Cleo berubah menjadi dingin.


"No-no-na Audrey." ucap Aqella terbata bata dan ingin menarik kembali tangan nya dari genggaman Cleo.


Namun Cleo malah semakin kencang menggenggam tangan Aqella, bahkan sekarang sorot mata Cleo menatap tajam ke arah Aqella, memberi kode untuk tetap diam.


"Selamat atas pernikahan kalian." ujar Audrey mengulurkan tangan nya.


Namun Cleo tidak membalas nya dan malah menarik Aqella untuk pindah mencari tempat duduk lain.


"Duduk."perintah  Cleo menarik bangku untuk Aqella.


"Ah iya."


Cleo menarik kursi untuk dirinya sendiri di samping Aqella, kemarahan nya kepada Audrey tanpa sadar sudah menyakiti Aqella dengan menggenggam tangan Aqella terlalu kencang.


Bahkan sorot matanya yang tadi begitu tajam kini sudah terlihat melembut "Apa ini sakit?" nada Cleo terdengar khawatir sambil mengelus punggung tangan Aqella.

__ADS_1


Aqella menggeleng pelan "tidak."ujar nya pelan.


"Maafkan aku." cicit Cleo menciumi punggung tangan Aqella yang memerah karena ulahnya.


.


.


.


.


.


Setelah selesai makan malam mereka memutuskan untuk segera ke hotel, melepaskan penat yang sudah di rasa dari tadi, tetapi Cleo yang tiba tiba mendapat panggilan dari seseorang segera menerima nya agak menjauh dari Aqella.


Dengan isyarat tangan nya Cleo meminta Aqella untuk tetap diam tempat. tapi wanita itu bukan nya menurut malah melangkahkan kaki nya berkeliling di sekitar hotel, hingga tanpa sadar ia sudah berada di tepi kolam.


Byurr


Aqella jatuh kedalam kolam, ia yang tidak bisa berenang menggerakkan tangan nya untuk menggapai tepian kolam namun nihil, jarak yang terlalu jauh membuat ia tak bisa menggapainya, sedangkan kaki ia gerakan sebisa mungkin untuk menumpuh dasar kolam,namun tak sampai. Entah kolam nya yang terlalu dalam atau memang ia yang pendek


"To-to-long." ucap Aqella lirih, bahkan sekarang ia udah mulai kehabisan nafas.

__ADS_1


Namun karena suasana kolam yang sepi, tidak ada yang membantu Aqella.


Karena terlalu banyak bergerak, membuat ia semakin kehabisan tenaga dan bahkan sekarang Aqella sudah mulai kehilangan kesadaran, dengan perlahan tubuhnya tenggelam ke dasar kolam.


__ADS_2