
Tap..tap..tap.
Langkah kecil Clay memenuhi isi rumah, Harry yang mendengarnya langsung menyambut kedatangan sang cucu, berhambur dalam pelukan sang kakek, bocah kecil itu mencium pipi Harry.
"Kakek apa kabar?" tanya Clay, menatap lembut mata Harry.
"Kakek baik, bagaimana dengan mu?" tanya balik Harry, mengangkat Clay dalam gendongan nya, membawa ke dalam ruang kerja Harry.
"Aku baik, seperti yang Kake lihat." jawab Clay.
Di dudukan nya Clay di atas meja, sambil mengayun ayunkan kaki, bocah kecil ini mengedarkan pandangan pada ruang kerja Harry, matanya menangkap majalah Ford di atas nakas menampilkan seorang pria yang bersedakap dada "Kakek, pria ini keren... aku melihatnya di tv kemarin." serunya, turun dari meja, mengambil majalah di nakas.
Harry melihat sekilas dan kembali melihat layar komputer di depan nya, tapi tunggu, Clay memegang majalah yang ada foto Cleo, segera ia merebut paksa dari tangan kecil cucunya "sayang, ini bukan untukmu, kau pergi temui Uncle, dia akan membacakan buku dongeng untukmu." bujuk Harry.
"Baiklah." ucap Clay meninggalkan ruang kerja Harry.
Nyaris saja.
Andai Arkan tau ada majalah yang terpampang foto Cleo, anaknya itu pasti akan mengamuk padanya.
Aqella ia masih menyusuri jalanan di dekat sekolah Clay, siapa tau anaknya itu mampir ke suatu tempat, karena jenuh menunggunya di sekolah, tapi sepertinya nihil.
Entah apa yang akan ia bilang ke Arka, kalau Clay menghilang dari sekolah, ia sangat takut jika Arka marah.
Walaupun Arka bukan ayah biologis Clay, tapi kedekatan mereka sudah terjalin sejak masih dalam kandungan, dan Andi sudah menyerahkan sepenuhnya Clay pada pengawasan Arka.
Rekha yang kebetulan baru selesai berbelanja, mendapati wali dari anak didiknya sedang mengedarkan pandangan ke seluruh tempat, seperti nya ia sedang mencari Clay.
"Nyonya." tegus Rekha.
"Ah Miss, kebetulan aku ingin menanyakan Clay." ucap Aqella.
Seperti dugaan nya...
Padahal tadi saat di sekolah Rekha sengaja menunggu Aqella, tapi wanita ini malah pergi begitu saja tanpa masuk ke dalam sekolah terlebih dulu, dan menanyakan anak nya.
"Nyonya, Clay sudah di jemput bersama Uncle nya Jimmy." Rekha menyampaikan pesan sesuai dengan yang di ucapkan Jimmy.
__ADS_1
Aqella merasa lega, ternya Clay bersama Jimmy, tapi kenapa pria itu tidak menghubungi nya, menyebalkan sekali.
Jimmy Smith, siapa yang tidak tahu tentang keluarga besar nya, marga nya menguasai kota ini, bahkan masyarakat disini menjunjung tinggi nama itu.
Begitu juga dengan Clay, walau tidak ada hubungan darah, tapi nama putranya itu sudah mendapat marga dari Arka, Clay Smith putra tunggal tuan muda kedua Arkan smith.
Aqella merogoh sakunya, menghubungi Jimmy "Halo adik ipar." suara Jimmy di sebrang.
Aqella mendengus, tidak suka dengan sebutkan yang di berikan Jimmy padanya, lagi pula siapa yang akan menjadi adik iparnya.
"Kaka, kenapa tidak memberitahu ku, Clay bersama mu."
"Jangan salahkan aku, tanya pada Arkan kenapa tidak memberitahu mu."
"Tapi kak-"
"Sudah aku sibuk... Clay meminta ku untuk menjadi kudanya... bye." panggilan berakhir.
Mau tidak mau, Aqella harus ke rumah Harry, menjemput Clay, itupun jika di izinkan, biasanya paman Harry pasti meminta ia untuk menginap.
Belasan jam di pesawat, akhirnya Cleo tiba di London, langsung menuju hotel ia langsung merebahkan badan nya yang terasa pegal di kasur.
"Tidak Paman, aku masih kenyang." jawab Cleo.
ia memiringkan tubuhnya ke kanan,mematikan lampu, dan memilih untuk tidur.
Pagi harinya, seperti biasa Ken akan menyiapkan semua keperluan Cleo, dari baju, sarapan dan keperluan untuk melakukan pekerjaan nya.
Sebagai orang yang paling mengenal keluar Rodriguez, Ken memilih untuk mengabdikan hidupnya pada Cleo, anggap saja sebagai penebusan dosanya atas kesalahan dulu yang tidak bisa menyelamatkan Anna, dan membahayakan nyawa tuan mudanya.
Ken menggoyangkan pelang tubuh Cleo yang masih asik terlelap di balik selimut. "Tuan, sudah pagi... kita harus ke Foxs saat ini."
"Lima menit lagi paman, dan aku masih mengantuk." jawab nya.
"Tuan, anda tidak ingin terlambat bukan? kita sudah merencanakan ini cukup lama." ucap Ken mengingatkan Cleo.
"Iya, aku bangun." saut nya malas.
__ADS_1
Benar benar paman Ken tidak bisa membiarkan ia terlelap sebentar saja.
Sementara di Foxs, Aqella mengecek semua persiapan, catering, dekorasi takut ada yang terlewat dan tentu saja ia tidak ingin mengecewakan klien nya yang sudah mempercayakan persiapan acara ini padanya.
"Mami aku ingin es krim." rengek Clay, menarik baju bagian bawah Aqella.
Ah iya, sampai lupa kalo ia juga mengajak Clay kemari, putranya ini, merengek minta ikut, seharusnya ia pergi sekolah, tapi Harry dan Arka malah mengizinkan nya, ya sudah ia tidak dapat berkata.
"Bentar ya sayang, Mami sibuk... kamu ambil sendiri ya, bisa kan?" ucap Aqella lembut.
Clay memanyunkan bibirnya, meninggalkan Aqella, menyebalkan sekali.
Daripada mengambil es krim, Clay memilih untuk berkeliling melihat lihat kantor Foxs, siapa tau ia bertemu dengan artis idolanya, secara kantor ini banyak sekali selebriti yang bersliweran di dalam nya.
Namun tubuh Clay yang kecil, dan para kru film yang sedang sibuk berlalu lalang, ia di tabrak oleh seseorang dan langsung tersungkur.
"Kamu tidak apa nak?" tanya nya.
"Aku baik baik saja." Clay langsung berdiri, mengelap baju nya dari debu yang menempel.
"Dimana orang tuamu? kenapa sendiri?"
"Mami sibuk dan aku bosen." celetuk Clay begitu saja.
Di sisi lain, Aqella kebingungan sendiri mencari Clay, anak itu senang sekali menghilang, di tempat stand es krim tidak ada,lalu kemana perginya.
Namun Aqella langsung bersembunyi, berjongkok di balik meja, ketika netra nya menangkap seseorang bersama Clay.
Oh tidak...
...----------------...
hai hai para pembaca terhormat..
aku kasih visual buat Clay.. semoga suka...
__ADS_1