Sekretaris Nakal

Sekretaris Nakal
bab 43


__ADS_3

Cleo tersenyum sendiri saat Rosa mengirimkan nya video dimana Aqella sedang belajar masak, ternyata istrinya cukup peduli pada nya, mau dengan susah payah belajar sesuatu hal yang ia tidak pandai dalam bidangnya.


"Gue harap gak ada setan yang tiba tiba lewat." ucap Robby mengejutkan Cleo.


"Sial... emang kenapa?" tanya Cleo.


"Ya gue gak mau aja nanti lo kerasukan." jelas Robby.


Bodoh.


Bagaimana bisa Robby bisa berpikir begitu?


Ini jaman sudah modern, setan pun enggan menampakan diri, sebab sudah banyak manusia yang sifat nya melebihi setan.


Cleo melemparkan pulpen yang ia pegang, dan tepat mengenai kepala Robby "sempurna."


Robby meringis sambil mengelus kepala nya "Ihss, gak ada kerjaan lo." raung Robby meninggalkan ruangan Cleo.


'


Cleo mengedikkan bahu tidak peduli, melihat jam di pergelangan di tangan, waktu menunjukan pukul dua siang, masih lama untuk bertemu Aqella, tapi ia sudah merindukan istrinya.


Sudahlah persetan dengan pekerjaan nya, Cleo beranjak dari kursi nya, menyambar ponsel yang ia letakan di meja, memasukan nya ke dalam saku.


Berjalan dengan cepat keluar ruangan, namun sebelum ke luar kantor, Cleo terlebih dulu ke ruangan Robby.


Cleo menjulurkan leher nya dari pintu, melihat Robby yang sibuk dengan berbagai berkas di meja nya.


Sayang sekali pekerjaan Robby sudah cukup menumpuk, tapi Cleo tidak peduli, dia malah akan menambah pekerjaan lagi untuk Robby.


"Robb gue mau pulang, lo lembur hari ini." ujar Cleo dan langsung menutup kembali pintu.


Robby seketika langsung bersandar ke kursi, tertunduk lemas mendengar ucapan Cleo.


Bisa bisanya Cleo tega membebankan semua nya pada Robby, sedangkan dia malah asik bermanja dengan Aqella di rumah.


Jika tau begini, Robby cukup menyesal mencari sekretaris untuk Cleo saat itu.


"Gagal lagi, traveling bareng Betty kesayangan." gumam Robby lesu.


Cleo melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, menyalip setiap kendaraan yang ada di jalanan, setidaknya untuk saat ini jalanan cukup lenggang, dengan kecepatan seperti ini, ia akan sampai di rumah Rosa hanya membutuhkan waktu tiga puluh menit.


Masih dengan Aqella yang sedang berjuang melawan semua peralatan di dapur, ia benar benar membuatnya sangat kacau.

__ADS_1


Bagaimana tidak kacau, Rosa yang meninggalkan Aqella lima menit, tapi dapur nya kini sudah seperti terkena gempa, semua berantakan.


Belum lagi Aqella yang sudah menjerit jerit karena takut dengan letupan minyak yang berasal dari ikan yang baru ia masukan ke wajan.


"Mommy tolong!... Ahk sakit Mom, tangan ku sakit!" pekik Aqella yang terkena letupan dari minyak, ia meniup tangan nya yang kini sudah memerah.


"Coba Mommy lihat." ujar Rosa, menarik tangan Aqella ke wastafel dan mengucurkan air ke tangan Aqella yang memerah.


"Apa ini sakit?" lanjut Rosa.


Aqella mengangguk, bahkan terlihat jelas cairan bening yang sudah penuh di ujung matanya, bersiap untuk terjun ke pipi mulus Aqella.


Tibanya di rumah Rosa, Cleo langsung memarkirkan mobilnya, dan segera berlari masuk ke dalam rumah.


"Sayang... Mom." teriak Cleo.


Namun aneh kenapa rumah terlihat sepi, lantas kemana para penghuni nya.


Cleo menghampiri Inah yang terlihat sedang mengelap meja makan "Bi... Mommy sama Aqella dimana?" tanya Cleo.


Dengan postur tubuh Cleo yang tinggi tegap, dan wajah Cleo yang tampan, Inah sampai di buat ter pesona oleh Cleo, bahkan saat Cleo bertanya, Inah tak menjawab.


Ibaratnya mah kaya lagi liat artis Hollywood secara live.


Cleo mengibas ngibaskan tangan nya di depan wajah Inah "hei bi! bi inah!" panggil Cleo.


"Ah... iya Den... Nona Aqella ada di kamar nya, tadi tangan nya kena minyak." ujar Inah gerogi.


"Apa?! minyak!" pekik Cleo panik.


"I-iya Den."


Cleo langsung berlari menaiki tangga, bahkan setiap anak tangga ia lompat ti dua agar lebih cepat sampai.


"Coba kalo suami Inah paniknya begitu gak akan lah Inah kabur... yang ada ngeliat Inah jatuh aja dia malah ketawa." gumam Inah kesal.


Cleo dengan panik langsung membuka kamar Aqella dengan keras, bahkan Rosa dan Aqella sampai terkesiap di buatnya.


"Mana tangan mu yang kena minyak?!" tanya Cleo, ia langsung menarik tangan Aqella, mengedarkan pandangan nya ke tangan Aqella, mencari cari luka merah di tangan istrinya.


"Kenapa kamu bisa ceroboh begini sih." seru Cleo.


Aqella tertegun melihat wajah Cleo yang kini di basahi oleh peluh, dan juga tidak menyangka jika Cleo bisa sepanik ini mendengar ia terkena minyak.

__ADS_1


Sebegitu lembut nya kah hati pria ini.


"Tadi Mommy udah olesin pake salep, kamu tenang aja gak akan bekas kok." terang Rosa, sambil menggoyangkan salep di tangan nya.


"Makasih Mom."


"Mommy tinggal, kalian istirahat dulu." titah nya pada Cleo, dan segera beranjak meninggalkan kamar Aqella.


"Mulai hari ini, kamu di larang masuk dapur lagi." ujar nya, mendorong pelan tubuh Aqella ke belakang, membuat Aqella berbaring di kasur.


"Kamu mau apa?" tanya Aqella.


"Aku merindukan mu sayang." seringai Cleo.


Cleo hanya berfikir jika ia belum pernah mencetak gol di kamar Aqella, jadi untuk hari ini ia ingin mencoba nya dan merasakan sensasinya.


"Nanti kedengaran Mommy." beo Aqella.


"Mommy gak akan denger kalo kamu gak teriak." bisik Cleo.


"Tapi aku gak bisa." geleng Aqella.


Jika berdebat terus dengan Aqella kapan ia melakukan nya.


Cleo mendekatkan wajahnya ke bibir Aqella, mulai menyatukan bibir mereka, perlahan mulai menari narikan lidahnya di dalam sana.


Tangan Cleo mulai menyelusup ke dalam baju Aqella, menyusuri setiap lekuk tubuh Aqella dan berakhir di dua bukit sana.


Bahkan suara erotis mereka mengalahkan suara bising dari kicau burung yang bertenger di pohon.


Aqella mencengkram bantal kuat kuat merasakan sensasi yang luar biasa di kala Cleo mulai mengubah posisi bermain nya.


Aqella pasrah dengan apa yang di lakukan suami nya, bahkan hujaman hujaman Cleo di bawah sana menggetarkan tubuhnya, merasakan sensasi menuju kenikmatan yang tiada tara.


"Ahkk." lenguh mereka bersamaan dengan keluarnya susu kental manis dari Cleo di dalam rahim Aqella.


"Aku mencintaimu." ujar Cleo saat ia sudah terbaring tak berdaya di samping Aqella.


...----------------...


**Teruntuk kaka pembaca yang baik hati..


di harapkan tinggalkan like komen untuk penulis ini, agar semangat untuk menulis.😭😭

__ADS_1


tekan gambar yang berbentuk jempol di bawah ini sampai berubah warna ya kak😭😄**


__ADS_2