
"Ahh Ahh." lenguhan seorang wanita memenuhi isi kamar, yang sedang menerima hujaman dari pria paruh baya ini.
Namun usianya yang tak lagi muda, tidak mengalahkan nya sebagi petarung handal di atas ranjang.
"Ahkk."
Permainan yang cukup memakan waktu ini, kini sudah berakhir dengan keluarnya cairan di luar perut Audrey.
Syam kembali mengenakan jubah tidur nya, dan berjalan ke mini bar yang ada di kamar nya, mulai menuangkan anggur ke dalam dua gelas yang satu nya akan ia berikan ke Audrey.
"Terimakasih." ucap Audrey menerima gelas anggur dari Syam "Jadi kapan kau bisa memisahkan Aqella dan Cleo?" lanjutnya lagi sambil menggoyangkan gelas anggur terlebih dulu, lalu meminum nya.
"Untuk saat ini tidak bisa, kejadian terakhir kali membuat Cleo semakin lebih berhati hati, bahkan asisten nya sudah gencar mencari pentunjuk di Bali untuk menemukan siapa pelakunya, untungnya pelayan itu sudah aku bunuh lebih dulu, jadi untuk saat ini aman." terang Syam panjang lebar.
Terkejut bukan? seorang ayah yang seharusnya melindungi putranya, malah berencana untuk mencelakakan anaknya sendiri, dan itu di lakukan nya hanya untuk balas dendam.
Balas dendam pada sang anak, karena sudah berhasil membuat Syam kehilangan istrinya, kehilangan semangat hidupnya.
Jadi dengan membuat Cleo kehilangan orang yang paling berharga untuknya, dengan begitu Syam akan merasa puas membuat Cleo seperti dirinya, yang hidup tanpa jiwa.
"Tapi kapan? aku sudah tak tahan melihat Aqella dan Cleo bersama... kalo Aqella selalu ada di samping Cleo, aku tidak akan ada kesempatan untuk membuat Cleo jatuh dalam pelukan ku lagi." rengek Audrey.
Jika aku berhasil menyingkirkan Aqella, dan kau menggantikan posisinya, maka akupun akan melakukan hal yang sama padamu.
"Sabarlah, kita tunggu Cleo lengah dulu." bujuk Syam.
Audrey yang malang atau bodoh, berharap mendapat bantuan dari Syam, tapi ia hanya akan di jadikan bidak oleh Syam, untuk melenyapkan Aqella dan menghancurkan Cleo.
__ADS_1
Nada sudah tidak tahan lagi dengan kelakuan Syam, yang selalu saja bermain wanita, dan itu ia lakukan di kamar mereka, yang seharusnya hanya menjadi tempat untuk mereka memadu kasih, tapi kini di nodai oleh wanita rendahan macam Audrey.
Nada menggedor gedor pintu kamar dengan keras, bahkan suara gedoran pintu sampai terdengar ke lantai bawah "Syam keluar kau!" teriak Nada.
"Istrimu seperti nya akan mengamuk, lebih baik aku pergi." Audrey mulai kembali mengenakan satu persatu pakaian nya.
"Apa dirimu tak ada kerjaan selain menggangu ku!" teriak Syam, sambil membuka pintu kamar nya.
Melihat pintu kamar sudah terbuka, Nada langsung berjalan masuk menghampiri Audrey yang saat ini sedang menyisir rambutnya.
Dengan sekali menarik rambut Audrey, Nada membuat kepala Audrey mengadah ke atas.
"Kau j*lang kecil berhenti menggoda suami ku!" teriak Nada di depan wajah Audrey.
Audrey meringis kesakitan saat rambut nya di tarik ke belakang "Auww... lepaskan ini sakit." mohon Audrey.
Nada langsung menghempaskan Audrey ke lantai, membuat wanita itu terjatuh ke lantai.
Syam yang melihat Nada menodongkan pisau ke Audrey, bukan nya menghentikan malah meninggalkan mereka, dan memilih untuk melakukan transaksi dengan klien nya malam ini.
Syam, pria tua ini memang lah terkenal di kalangan bawah, atau lebih tepatnya ia adalah rajanya.
Menyelundupkan berbagai senjata ilegal, narkoba, jual beli organ tubuh manusia, perdagangan anak di bawah umur, itu di lakukan nya hanya dengan menjentikkan jari.
Namun Cleo yang memang sudah di asingkan oleh Syam sejak kecil, ia tidak pernah tahu jika ayahnya adalah seorang mafia hingga saat ini.
Kecuali Robby, pria itu malah ikut andil dalam bisnis Syam sampai ia berhenti dari pekerjaan nya dan memilih membantu Cleo mengembangkan perusahaan Cleo sampai sukses saat ini.
__ADS_1
"Jika kau membunuhku, Syam akan melenyapkan mu juga!" teriak Audrey, yang kini sudah berdiri kembali, ia langsung menyambar tasnya dan meninggalkan mansion Rodriguez layaknya nyoya besar.
"Ck." decak Nada kesal, melemparkan pisaunya ke lantai.
...----------------...
Robby yang memang setiap malam selalu menghabiskan waktunya untuk menyusuri jalan ibu kota dengan Betty, motor kesayangan nya.
Melihat gemerlapnya lampu malam di ibu kota atau hanya sekedar melepaskan beban yang selama ini mengganjal di hatinya.
seperti malam ini, ia memilih mengendarai motor nya ke pinggiran kota, berharap dapat menemukan sesuatu yang akan mengisi kekosongan jiwa.
Namun ia malah mendapati Syam, sedang bertransaksi dengan klien nya yang di kawal oleh beberapa anak buahnya.
"Tuan Syam." panggil Robby.
Syam menoleh dan mendapati Robby sedang duduk di atas motornya di ujung gang sana.
Klien yang tidak suka dengan kehadiran orang asing di sekitarnya, langsung meminta anak buahnya untuk menyingkirkan Robby.
"Dia putraku." ujar Syam, menahan para pengawal itu untuk menyerang Robby "Kau lanjutkan dengan dia, aku akan berbicara dengan nya." lanjut Syam, melihat Ken, asisten pribadinya.
Syam berjalan menghampiri Robby, dan saat mereka sudah berdua "Bagaimana Cleo dan istrinya?" tanya Syam menatap tajam ke manik mata Robby.
...----------------...
Mulai tegang,panas dan mulai terungkap...
__ADS_1
Ayuk tinggalkan jejak kalian reader..
Like,Komen,Gift seiklasnya buat penyemangat penulis ya gaes.