
Kedua mata Clara membulat sempurna saat melihat Hotel pesanan Rabbani begitu sangat indah. Kedua mata menatap liar ke sekeliling tempat, “Luar biasa!” ucap Clara kagum.
“Apa kamu suka?” tanya Rabbani menoleh ke sisi kanan, di mana Clara masih berdiri dengan wajah dipenuhi rasa kagum.
Clara mengangguk.
“Mari masuk,” ajak Rabbani membawakan koper milik Clara.
Sadar jika Rabbani sudah terlebih dahulu jalan di depannya, Clara juga ikut berlari sambil berkata, “Tunggu tu-”
Langkah kaki Rabbani terhenti, tatapan suram melirik ke belakang, “Apa kamu bilang?”
Clara segera mendekat, perlahan kedua tangannya mengambil koper dari tangan Rabbani. Namun Rabbani semakin mengeratkan genggaman tangannya. Clara nyengir, berusaha mengembalikan wajah tampan Rabbani sambil berkata, “Ma-maksud aku, jangan jalan terlalu cepat. Kalau aku kehilangan langkah kaki kamu bagaimana?”
“Sekali lagi kamu berkata seperti itu, akan aku lelang, kamu!” ancam Rabbani dengan wajah serius, suara datar.
Glek!!
Dengan perlahan Clara menelan saliva nya. Tubuh kini berdiri tegak, senyum palsu ia tampilkan di depan Rabbani.
.
✨5 menit kemudian✨
Clara dan Rabbani berdiri seperti patung di dalam kamar Hotel. Kedua mata membulat sempurna melihat ranjang besar dengan nuansa bulan madu. Alis kanan Rabbani menaik, seolah dirinya sangat kesal setelah melihat pesanan miliknya tidak sesuai harapan. Alasan pesanan tidak sesuai harapan karena ada seorang wanita kaya raya memboking beberapa kamar di sana. Sebagai permintaan maaf dari pemiliknya, kamar milik Rabbani dihias sedemikian rupa.
Tidak ingin terlalu lama menyesali semuanya, Rabbani berusaha memecahkan keheningan. Rabbani mengarahkan jari telunjuknya ke semua arah, “A-aku akan pergi mandi dulu,” Rabbani melangkahkan kedua kakinya mendekati lemari, meletakkan beberapa barang miliknya agar tidak berantakan.
Sedangkan Clara masih diam berdiri di tempat, menatap dalam Hotel terkesan ekstrem baginya. Bukan hanya dekorasi bulan madu, tapi ada beberapa tisu, dan baju tidur plus-plus di atas ranjang sebagai hadiah permintaan maaf.
‘Nggak benar juga ini yang membuat dekorasinya. Sudah jelas-jelas memesan dua kamar, malah menjadi satu kamar. Sudah di bilang bukan sepasang suami/istri, kamarnya malah di buat seperti orang yang akan melakukan kegiatan panas. Aku rasa kamar ini salah.’
__ADS_1
Clara berjalan mendekati Rabbani, “Aku rasa ada yang salah dengan…..”
Ucapan Clara terhenti saat Rabbani menunjukan bukti pesanan mengenai kamar Hotel. Perlahan ia berdiri, tangan kanan menepuk bahu kiri Clara, “Tidak perlu di sesali. Nikmati saja kesalahan ini,” Rabbani segera melangkah pergi mendekati jendela. Kedua tangan menyingkap kain gorden. Terlihat jelas pemandangan cukup indah, pemandangan panorama di Imerovigli, Santorini.
Clara segera berlari mendekati jendela, wajah ia tempelkan di kaca jendela, “Wah….indahnya. Beneran Yunani nya ini?”
Rabbani melirik dengan wajah datar, “Nggak! Ini adalah Kutub Utara.”
Dengan percayanya Clara berkata, “Pantaslah begitu sangat indah. Ternyata ini adalah Kutub Utara.”
Rabbani meraup wajahnya, “Ampuni dosa hamba-Mu ini ya, Allah!” Rabbani berbalik badan, jari telunjuk tangan kanan mengarah pada pintu, “Aku nanti malam ada pertemuan dengan beberapa kolektor. Apa kamu tidak ingin pergi jalan-jalan?”
Clara mengangguk seperti anak kecil.
Rabbani dan Clara kini sedang berjalan di sekitaran dalam Hotel. Betapa terkejutnya Clara saat melihat Hotel tersebut dilengkapi fasilitas SPA, dan pusat kebugaran.
Clara menengadah, “Apa semua itu gratis?” tanya Clara polos.
“Kalau mahal tidak perlu. Mari kita lihat yang lainnya saja,” ajak Clara berbalik menarik tangan Rabbani, membawanya pergi berkeliling ke tempat lain.
Rabbani terus berkeliling ke seluruh penjuru dalam hotel. Sampai kedua kaki mereka lelah dan berhenti di pinggiran kolam renang. Kedua mata Clara membulat sempurna saat melihat kolam renang dengan air begitu jernih.
Saat Rabbani dan Clara sedang duduk santai di salah satu tempat duduk di pinggiran kolam renang. Datang seorang pria memakai stelan kemeja pantai, baju celana pendek berwarna putih. Pria bertubuh tinggi, dan wajah tampan kini berdiri di samping Clara. Senyum manis ia tampilkan melihat Clara dan juga Rabbani. “Hai tuan Rabbani!” sapa pemuda tersebut.
“Tuan Rendra,” sahut Rabbani sopan, tangan kanan mengulur, “Apa kabar Anda?” tanya Rabbani sopan.
“Baik” Rendra melepaskan genggaman tangan Rabbani, mengalihkan tangan kanannya ke arah Clara, “Apa wanita ini adalah kekasih Anda?”
“Tidak. Dia adalah kerabat, namanya Clara,” sahut Rabbani memberitahu Rendra.
Rendra berjalan mendekati Rabbani, bibir ia dekatkan di daun telinga kiri Rabbani sambil berkata, “Hati-hati. Wanita ini adalah seorang simpanan. Gayanya juga sangat lihai di atas ranjang, jadi banyak pria yang mengincarnya.”
__ADS_1
Rabbani segera menjauhkan dirinya dari Rendra, wajah terlihat tenang kini berubah menjadi suram menatap wajah Rendra, “Apa maksud ucapan Anda?”
Rendra mengambil benda dari dalam saku celananya, menunjukkan beberapa video hangat berisi tentang Clara. Darah Rabbani seakan mendidih saat melihat video itu di putar. Tangan kanannya segera mengambil benda pipih milik Rendra, dan membuangnya ke dalam kolam renang.
Byur!!
“Kenapa Anda membuang ponsel saya?”
Rendra berlari menuju pinggiran kolam renang, dan menceburkan tubuhnya ke dalam.
Byur!!!
Tatapan suram mengarah ke kolam renang, melihat Rendra sudah mengapung di atas air dengan tangan kanan memegang ponsel miliknya sudah mati. Rabbani mengeluarkan kartu nama miliknya dari dalam dompet, meletakkannya di atas meja di dekat kolam renang, “Kalau kamu perlu uang bilang saja. Tidak perlu menunjukkan beberapa bukti aib orang lain. Aku tidak suka manusia seperti kamu hidup di atas muka Bumi ini. Kalau aku bisa membuat kamu menghilang selamanya di atas muka Bumi ini, maka aku akan lakukan sekarang juga. Tapi sayangnya aku bukan kamu! Manusia.... rendahan,” Rabbani berbalik badan, tangan kanan segera menggenggam pergelangan tangan kiri Clara, “Tidak perlu bertanya apa pun mengenai ini kepadaku,” ucap Rabbani agar Clara tidak bertanya soal apa pun tentang perbuatannya karena dirinya saat ini sedang kesal.
.
.
💫PUKUL 19: 30 MALAM💫
Rabbani sedang berdiri di tengah ruangan pesta dipenuhi beberapa tamu undangan. Tangan kanan Rabbani memegang segelas anggur, sedangkan Clara sedang berada di depan meja hidangan, kedua matanya menatap satu-persatu menu sehat terlihat aneh tersaji di atas meja.
“Apa ini enak?” tanya Clara memakai bahasa Indonesia kepada para pelayan.
Pelayan menaikkan kedua bahunya seolah dirinya tidak mengerti maksud dari pertanyaan Clara.
Seorang pria memakai setelan jas hitam mendekati Clara, jari-jarinya dengan lembut menyentuh bagian gaun belakang sedikit terbuka, “Apa kamu menikmatinya?” tanya pria tersebut ternyata dirinya adalah Rendra.
Clara segera berbalik badan, ia menepis tangan ramah Rendra, “Jauhkan tangan kamu dariku!” tegas Clara.
Rendra memegang dagu Clara, membuat hembusan nafas mereka saling bersaut satu sama lain. Rendra menyelipkan tangan kanannya di pinggang Clara, membuat tubuh Clara menempel ke tubuh Rendra, “Apa kamu sudah melupakan tentang hubungan kita berdua?”
__ADS_1
...Bersambung...