SERAKAH

SERAKAH
BAB 80. Aku akan melakukan apa pun Kek


__ADS_3

Kek Rusdi mulai menghidupkan dupa, tangan kiri memercikkan kemenyan ke dalam dupa, mulut komat-kamit membaca mantra, “Tutup mata dan hati pria ini untuk wanita lain kecuali, Anggun. Tanam kan di dalam hati dan pikiran pria ini atas nama Anggun…Anggun…dan….”


Prang!!!!


Kendi dan dupa terbelah.


“Akh!” teriak Kek Rusdi terpe-ntal ke belakang.


Sedangkan Anggun menghalau serpihan kendi dan dupa hendak menyentuh wajahnya.


“Berani sekali kalian menyentuh Suami ku!” ucap seorang wanita dengan suara besar hingga memekakkan kedua gendang telinga.


“Kenapa ini bisa terjadi Kek?” tanya Anggun sedikit meninggikan nada suaranya.


“Diam lah, ini semua gara-gara kamu. Bukannya aku sudah katakan jika pria itu sedang di lindungi oleh arwah Istrinya. Tapi kamu tetap saja ngotot untuk melakukan ritual ini. Ini masih dari satu pihak, belum lagi dari peliharaan ku,” sahut Kek Rusdi, kedua bola mata mengarah pada arwah Clara terlihat marah di depan pintu.


Kek Rusdi berdiri, tangannya mengeluarkan kris kecil dari tempatnya, “Kamu sudah merusak pekerjaanku. Maka aku akan membuat kamu hangus untuk selamanya. Hiakkk!” kedua kaki Kek Rusdi berlari mendekati arwah Clara.


Saat Kek Rusdi hampir mendekati arwah Clara. Arwah Clara menghilang sambil tertawa keji hingga memenuhi pikiran Kek Rusdi dan Anggun.


“Ha ha ha ha ha ha”


“Kemana kamu, SETAN. Keluar KAU!” bentak Kek Rusdi memutar kedua bola mata menatap sekeliling ruang prakteknya.


“Aku peringatkan kepada kamu untuk menjauhi Suamiku, manusia rendahan yang haus akan harta dan kekuasan orang lain. Jika kamu masih terus mengganggu kehidupan Rabbani, maka aku akan membuat kamu menyesal. Dan satu lagi, bersiaplah untuk menerima balasan apa yang sudah kau lakukan kepadaku dulu!”


Prang!!!prang!!


Jdar!!jdar!!!


Swwiiishhh!!!


Semua peralatan di dalam rumah Kek Rusdi berhamburan ke mana-mana. Pintu dan jendela terbuka dan tertutup di tiup angin kencang.


“Aaa…kenapa kamu lakukan ini Clara! Kamu sudah mati. Maka biarkan aku yang menggantikan posisi kamu bersama dengan Rabbani. Aku juga akan membuat Rabbani sukses dalam berbisnis. Jadi izinkan aku…”


Swiish!!!


Sleb!


Sekelebat angin kencang lewat dan berhenti di depan Anggun. Angin itu berubah menjadi sosok Clara, tangan kanan mencengkram jenj-ang leher Anggun, kedua bola mata putih menatap lekat wajah ketakutan Anggun.

__ADS_1


“Wanita yang pantas bersanding untuk menggantikan aku bukan kamu!” ucap arwah Clara menekan nada suara dan genggaman tangannya.


“Akh!!! Lepaskan aku Clara. Ka-kamu membuat aku tidak bisa bernafas,” rengek Anggun berusaha melepaskan diri dari genggaman tangan arwah Clara.


Kek Rusdi berlari, sembari berkata, “Pergilah kau…”


Saat Kek Rusdi ingin melayangkan kris ke arwah Clara. Salah satu tangan Clara mengulur ke arah Kek Rusdi. Membuat Kek Rusdi tidak bisa bergerak meski Kek Rusdi menggoyang-goyangkan tubuhnya.


“Dasar SETAN!” ucap Kek Rusdi meninggikan nada suaranya.


Arwah mendiang Clara menggerakkan tangannya secara serentak mengangkat tubuh Kek Rusdi dan Anggun. Dan melepaskan nya, “Rasakan pembalasanku! Ha ha ha ha ha”


Bam!


Bug!


Tubuh Anggun dan Kek Rusdi terpental memb-entur dinding. Arwah Clara langsung menghilang dengan suara tawa menggema di udara.


“Ha ha ha ha”


“Uhuk! Uhuk!” Anggun batuk hingga menyembur da-rah.


“Da..sar Setan. Berani sekali dia melakukan hal ini kepadaku,” ucap Kek Rusdi berusaha bangkit, tangan kanan menyeka kasar da-rah di sudut bibirnya.


“Kamu tenang saja. Serahkan semuanya kepadaku,” sahut Kek Rusdi penuh keyakinan dengan rencana barunya.


“Apa yang akan Kakek rencanakan buat setan itu. Apa Kakek akan membantu aku juga dalam merebut Rabbani dan hartanya?” tanya Anggun masih memikirkan harta milik Rabbani.


“Iya, tapi kamu akan tahu resiko apa yang akan kamu tanggung nantinya. Hal itu hanya ada dua. Satu, kamu berhasil. Kedua, kamu mati. Apa kamu setuju akan hal itu?” tanya Kek Rusdi serius.


“Setuju Kek. Aku akan tanggung semua hal itu. Tapi, bagaimana dengan Rashi? Aku tidak mau berbagi hal apa pun mengenai Rabbani kepadanya. Apa Kakek akan melakukan hal yang sama dengan Rashi?”


Kek Rusdi menghela nafas berat, “Fyuh!” bola matanya mengarah pada Anggun, “Aku sudah katakan jika Rashi itu juga di jaga oleh mahkluk peliharaan terkuat milikku. Justru aku ingin meminta bantuan dari mahkluk yang bersama dengan Rashi untuk melawan arwah wanita ini,” ucap Kek Rusdi menolak permintaan Anggun untuk menghabisi Rashi.


“Bukannya Kakek itu sangat sakti dan banyak peliharaannya. Kenapa Kakek harus memilih mahkluk yang bersama dengan Rashi. Kenapa tidak memilih peliharaan yang lainnya?” tanya Anggun memaksa Kek Rusdi untuk melakukan hal buruk itu juga dengan Rashi.


Kek Rusdi menghela nafas panjang sekali lagi, “Fyuh” bola mata melirik ke wajah Anggun, “Baiklah aku akan melakukannya. Lagian mahkluk itu juga sudah melarang aku untuk tidur bersama dengan Rashi. Tapi kamu tahu apa akibatnya dengan semua permintaan kamu kan?” tanya Kek Rusdi.


“Aku siap melakukan apa pun, dan aku siap menanggung hal apa pun. Asal aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan!” tegas Anggun.


“Kalau gitu berikan aku syarat pembayaran pertama agar aku yakin dengan ucapan kamu,” ucap Kek Rusdi menuju hal lain.

__ADS_1


“Bukannya kita lagi terluka, bagaimana bisa kita melakukan hal itu Kek,” sahut Anggun mengerti maksud dari ucapan Kek Rusdi.


Kek Rusdi memegang dagu Anggun, “Tenang saja, aku akan menyembuhkan luka kamu,” ucap Kek Rusdi mengarahkan pandangan ke dua gunung kembar Anggun.


“Caranya?” tanya Anggun penasaran.


“Tutup mata kamu!” tegas Kek Rusdi.


Anggun menutup kedua matanya. Kek Rusdi mengarahkan telapak tangannya ke sekujur tubuh Anggun tanpa menyentuh sembari membaca mantra di dalam hati. Perlahan luka dan darah menghilang dari tubuh Anggun. Kek Rusdi juga tak lupa mengobati dirinya sendiri. Setelah semua luka menghilang, sudut bibir Kek Rusdi mengulas senyum tipis melihat Anggun dari atas sampai bawah.


“Buka mata kamu!” perintah Kek Rusdi.


Anggun perlahan membuka kedua kelopak matanya, “Apa sudah selesai Kek?” tanya Anggun ke Kek Rusdi.


“Sudah,” tangan Kek Rusdi mengarah ke ruangan pribadi miliknya, “Mari kita teken syarat di sana!” ucap Kek Rusdi mengajak Anggun masuk ke dalam ruangan tersebut.


“Baik Kek,” sahut Anggun patuh.


Kek Rusdi dan Anggun berjalan bersama menuju ruangan tersebut. Sesampainya di dalam ruangan Kek Rusdi menutup tirai nya.


“Kek, pelan-pelan ya. Soalnya aku baru saja melakukan perawatan gara-gara perbuatan mahkluk suruhan Rashi,” ucap Anggun memberitahu Kek Rusdi.


“Tenang saja, aku akan melakukan yang terbaik buat kamu nyaman,” ucap Kek Rusdi.


“Kalau gitu mari kita ke sana,” ajak Anggun menuju ranjang.


.


.


💫Di sisi lain💫


Rashi sedang menyandarkan tubuh polos berbalut selimut di tubuh Jiji. Bibir terus memanjang sembari melihat perbuatan dan percakapan Anggun dan Kek Rusdi dari telapak tangan Jiji. Rashi menengadah, “Sayang, apa yang harus kita lakukan kepada Anggun?” tanya Rashi.


“Apa kamu juga masih menginginkan harta milik Rabbani?” tanya Jiji.


“Tentu, aku ini ingin kaya dengan cepat. Bukan itu saja aku juga ingin terkenal, jika aku hidup bersama dengan Rabbani aku sangat yakin jika aku akan terkenal di kalangan pengusaha lainnya,” sahut Rashi semangat.


“Baiklah, aku akan menjadi musuh buat majikan ku sendiri, dan aku juga akan menjadi musuh buat arwah Clara,” ucap Jiji.


“Terimakasih sayang,” sambung Rashi memeluk erat tubuh Jiji.

__ADS_1


Jimat buatan Kek Rusdi memang begitu sangat ajaib untuk Rashi. Andai Rashi tahu jika Jiji adalah makhluk bertubuh besar dan berbulu hitam dengan lidah menjulur. Mungkin saat ini Rashi tidak akan pernah dan mau tidur bersama dengan Jiji dan melayani perbuatan buas Jiji.


...Bersambung...


__ADS_2