SERAKAH

SERAKAH
BAB 70. Pak Ustad dan KEK RUSDI


__ADS_3

Sungguh kasihan nasib Clara. Semasa hidupnya sudah banyak menderita, dan kini meninggal pun dengan cara tragis.


"Astagfirullah al-adzim!" ucap Pak Ustad melihat ke paha Clara.


"Kenapa?" tanya Rabbani dingin.


"Iya, kenapa Pak Ustad?" tanya Anton dan ketiga karyawan lainnya serentak.


"Saya tidak mau berburuk sangka. Tapi saya yakin ini ada kaitannya dengan santet!"


"Apa! santet?!"


"Siapa kamu?" tanya Pak Ustad ke mahkluk sedang berdiri di hadapannya.



...ILUSTRASI...


"Mau apa kamu ikut campur?" tanya mahkluk tersebut meninggikan nada suaranya, di kedua telapak tangannya ada segumpal darah.


"Justru kamu sudah mengambil dua nyawa sekaligus aku harus ikut campur!" tegas Pak Ustad meninggikan nada suaranya.


"Ha ha. Coba saja kalau kamu berani?"


"Katakan siapa yang menyuruh kamu?" tanya Pak Ustad kembali tegas.


"Yang jelas mereka ada manusia-manusia yang menginginkan pria itu. Harta...harta lah yang mereka incar dari pria itu. Dan kamu tidak perlu ikut campur!"


Saat Pak Ustad sedang menanyai setan tersebut. Bulu kuduk Anton berdiri semua, "Iih...kok aku merinding ya!" ucap Anton memegang tengkuk.


"Apa yang Pak Ustad lihat?" tanya Rabbani penasaran karena dirinya tidak bisa melihat orang lain selain keempat karyawan, jasad Clara dan juga Pak Ustad.


"Mahkluk inilah yang telah membuat Istri Anda meninggal," tegas Pak Ustad menuju ke arah Anton.


"Lah kok saya. Perasaan aku tadi menjemput Pak Ustad lah," kedua bola mata Anton melirik ketiga temannya, "Ya kan Ratna, May dan Budi?"


Pak Ustad menggeleng, "Bukan kamu! tapi mahkluk yang berdiri tepat di depan-mu!" tegas Pak Ustad.


"Jadi Istri ku beneran sudah meninggal dunia, Pak Ustad?" tanya Rabbani menahan emosi.


"Benar. Sekarang kita harus mengusir Setan tersebut," Pak Ustad menyatukan kedua tangan seperti berdoa, "Saya minta mari kita sama-sama membacakan doa Ayat Kursi untuk mengusir setan tersebut," sambung Pak Ustad mulai memejamkan kedua matanya.


"Kamu tahu?" tanya Anton kepada ketiga temannya.

__ADS_1


"Saya harap jangan berisik!" tegas Pak Ustad melirik sedikit. Pak Ustad kembali memejamkan kedua matanya, "Ayo cepat ikuti saya!"


Anton, Ratna, May dan Budi ikut menyatukan kedua tangannya. Sedangkan Rabbani hanya memeluk jasad Clara sembari memejamkan kedua matanya.


Pak Ustad mulai membacakan doa:


...بِسْمِ اَ للَّهِ اْ لرَّ حْمٰنِ اْ لرَّ حِيمِ...


...اَ للّٰهُ لَآ اِ لٰهَ اِ لَّا هُوَ اَ لْحَىُّ ا لْقَيُو مُ ، لَا تَاْ خُذُ هُ سِنَةٌ وَّ لَا نَوْ مٌ، لَهُ مَا فِى ا لسَّمٰوٰ تِ وَ مَا فِى الْاَ رْ ضِ ، مَنْ ذَا ا لَّذِ ى يَشْفَعُ عِنْدَ هُٓ اِ لَّا بِاِ ذْ نِهٖ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَ يْدِ يْهِمْ وَ مَا خَلْفَهُمْ، وَ لَا يُحِيْطُوْ نَ بِشَىْ ءِ مِنْ عِلْمِهٖٓ اِ لَّا بِمَا شَآ ءَ، وَ سِعَ كُرْ سِيُّهُ ا لسَّمٰوٰ تِ وَا لْاَ رْ ضَ وَ لَا يَىُٔوْ دُ هُ حِفْظُهُمَا، وَ هُوَ ا لْعَلِىُّ ا لْعَظِيْمُ ....


...LATHIN :...


...ALLAHU LA ILAHA ILLA HUWAL-HAY-YUL-QAYUM....


...LA TA'KHUDHUHU SINATUW-WALA NAWM....


...LAHU MA FIS-SAMAWATI WA MA FIL-ARD....


...MAN DHAL-LADHI YASHFA'U INDAHU ILLA BI IDHNIH....


...YA'LAMU MA BAYNAAYDIHIM WA MA KHALFAHUM WALA YUHOTUNA BI SHAY'IM MIN 'ILMIHI ILLA BI MA SHA....


...WASI' A KURSIY-YUHUS-SAMAWATI WAL ARD....


ARTINYA:


...Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di Bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui semua yang di hadapan dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar....


"Panas....panas..." teriak Setan. Jari telunjuk mengarah ke Pak Ustad, "Ampuni saya...saya janji akan memberitahu siapa orang yang mengirim saya. Tapi saya mohon jangan binasakan saya!" teriak Setan tersebut merasa sakit saat a-pi dari Ayat Kursi tersebut mulai memba-kar seluruh tubuhnya.


"Terlambat. Kembali lah kau ke Tuan-mu!" ucap Pak Ustad meninggikan nada suaranya. Bibir bergerak membaca doa dalam hati dan kedua tangan seperti mendorong angin ke arah setan tersebut.


Wuushh!!!!


"AAAAA"


Setan tersebut pun menghilang.


"Alhamdulillah," Pak Ustad mengusap wajahnya.


"Aku ingin segera Istriku di makamkan," ucap Rabbani menggendong tubuh Clara. Kedua langkah tegap berjalan lurus menuju kamar mandi.


"Kalian siapkan kain kafan dan peralatan buat Jenazah," perintah Pak Ustad kepada Anton dan ketiga karyawan lainnya.

__ADS_1


"Baik Pak Ustad," ucap Anton dan ketiga karyawan lainnya serentak.


.


.


💫 Kediaman KEK RUSDI 💫


Wuungg!!


Segumpal api terbang masuk ke tempat Praktek Kek Rusdi.


Duaarrrr!!!!


Kendi dan Dupa terbelah.


"AAAAKH" Teriak Kek Rusdi karena wajahnya terkena serpihan ba-ra api. Kek Rusdi perlahan bangkit, tangan kanan memegang separuh wajahnya rusak karena terkena ba-ra api, "Siapa yang berani ikut campur dengan urusanku!"


Cling!!


Dua tuyul datang dan langsung bersujud di depan meja Kek Rusdi, "Istrinya sudah berhasil kami celakai. Tapi...Pak Ustad membantu pria itu. Maaf kan kami tuan!"


"Aakh!" Kek Rusdi membalik mejanya.


Brak!


"Bodoh...kalian semua. Ngerjain tugas kayak gini saja tidak becus!" ucap Kek Rusdi meninggikan nada suara. Jari telunjuk mengarah ke wajah, "Lihat...apa kalian lihat wajahku telah rusak gara-gara ulah bodoh setan lemah itu!" sambung Pak Rusdi meninggikan nada suaranya.


"Tapi Ibu asuh kami sudah binasa, kenapa kami di bilang tidak becus?" tanya kedua tuyul tersebut.


"Bukan urusanku. Aku tidak mau tahu..." Kek Rusdi menunjuk ke beberapa makhluk peliharaan nya, "Mulai sekarang aku perintahkan kalian secara bergantian untuk terus mengusik Pak Ustad yang sudah ikut campur dengan urusanku!" tegas Kek Rusdi memberi perintah kepada beberapa mahkluk peliharaan nya.


"Apa yang harus kami lakukan?" tanya Pocong.


"Teror dia. Baik dari mimpi atau nyata. Buat fisiknya lemah, lalu habisi dia. Dan satu lagi jangan lupa, hasut semua orang yang percaya dengannya!"


"Baik tuan. Akan segera kami laksanakan," ucap Pocong dan beberapa makhluk peliharaan lainnya.


Setelah meluapkan amarah dan memberikan perintah untuk menghabisi Pak Ustad. Makhluk peliharaan Kek Rusdi menghilang, begitu juga dengan dua tuyul tadi.


Kek Rusdi berbalik badan, "Sepertinya aku harus bersemedi untuk memulihkan cacat di wajahku," gumam Kek Rusdi, kedua kaki melangkah pergi menuju koridor gelap dan ternyata di dalamnya adalah sebuah tempat semedi.


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2