SERAKAH

SERAKAH
BAB 68. SOSOK BERBULU


__ADS_3

... Sekedar Informasi. Bab ini agak sedikit horor dan panas. Jika ada yang tidak suka dengan kalimatnya mohon jangan di baca. Saya sebagai Author hanya membuat adegan asli masuk ke dalam cerita ini. ...


...Sekali lagi mohon pengertiannya. 🙏🙏...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Gimana kek. Apa bisa melakukan hal itu kepada wanita yang ada di dalam foto?" tanya Anggun.


"Bisa saja, tapi wanita sedang hamil. Apa kalian yakin ingin mencelakai seorang wanita hamil yang dilindungi oleh Sang Pencipta?"


"Hamil!" ucap Anggun dan Rashi serentak saling bertatap muka.


Kek Rusdi meletakkan kembali foto di atas meja, kedua bola mata melirik ke Anggun dan Rashi, "Apa kalian tidak tahu wanita sedang hamil?" tanya Kek Rusdi memastikan sekali lagi.


Anggun dan Rashi menggeleng, "Tidak Kek," sahut mereka serentak.


Kek Rusdi mengelus pelan dagu kasarnya, "Jadi mau kalian apakan wanita di dalam foto itu?"


"Menurut Kakek apa yang cocok buat wanita itu?" tanya Rashi penasaran.


Sejenak Kek Rusdi terdiam, kedua bola mata kembali melirik ke Rashi dan Anggun, "Apa kalian sanggup menanggung beban sendiri setelah membuat wanita itu celaka?" tanya Kek Rusdi sekali lagi memastikan.


"Semua beban akan kami tanggung sendiri," sahut Anggun dan Rashi serentak.


"Aku bisa membuat perutnya membesar dan...."


"Dan apa Kek?" tanya Rashi semakin penasaran.


"Dan aku bisa membuatnya meletus seperti gunung berapi. Tapi ..."


"Tapi kenapa lagi Kek?" tanya Rashi lebih penasaran.


"Tapi kalian akan tidak akan bisa hidup dengan damai nantinya. Apa kalian mau kalau terus dihantui oleh arwah korban kalian sendiri?" tanya Kek Rusdi kembali memastikan.


Anggun melambai, "Di sini tidak ada setan. Dan mana mungkin setan bisa mengganggu manusia. Sudahlah kerjakan saja tugas Kakek," ucap Anggun tidak yakin dengan ucapan Kek Rusdi.


"Baiklah, karena kalian kurang percaya maka langsung saja pada intinya. Kalian sudah tahu kan apa syarat sebelum mengerjakan hal ini?"

__ADS_1


"Sudah tahu," Anggun melambai, "Karen kami berdua dan masih sangat aktif. Bagaimana jika pintunya di tutup saja!" sambung Anggun menunjuk ke pintu.


"Baiklah," Kek Rusdi mengulurkan tangan kanannya.


Brakk!!


Hanya sekali gerakan dari jauh pintu rumah Kek Rusdi langsung tertutup dan terkunci rapat.


Kek Rusdi berdiri, "Mari kita ke kamar," ajak Kek Rusdi mengulurkan tangan kanannya ke sebuah pintu tertutup tirai.


Rashi dan Anggun segera berdiri.


Merasa sedikit geli jika memikirkan akan melakukan hal itu kepada seorang Kakek dengan bau badan sangat menyengat. Rashi mendekati Anggun, "Apa tidak sebagusnya Kakek itu kita suruh mandi dulu. Soalnya aku tidak tahan mencium aroma tubuhnya seperti wangi pemutih baju!"


"Kamu rileks saja. Lagian Kakek tua itu tidak bakalan tahan lama. Tenang saja," sahut Anggun dengan santai menenangkan hati Rashi.


"Baiklah," ucap Rashi menangkan dirinya.


Langkah kaki Kek Rusdi, Anggun dan Rashi terhenti di depan pintu tertutup dengan tirai. Kek Rusdi menyingkap tirai, "Silahkan masuk!" ajak Kek Rusdi ke dalam kamar.


Rashi membulatkan kedua bola matanya saat melihat kamar sangat indah dan harum. Kamar sangat jauh berbeda dari pikirannya. Tidak lupa ada dupa menyala di atas meja, daun mawar juga bertebaran di atas ranjang.


"Apa kamu suka dengan kamar ini?" tanya Kek Rusdi kepada Rashi. Pertanyaan seolah Kek Rusdi sudah mengetahui keluhan Rashi.


"Eh...apa maksudnya Kek?" tanya Rashi bingung.


"Abaikan saja. Mari kita mulai," Kek Rusdi menarik tangan Rashi dan Anggun menuju ranjang. Tanpa bertanya Kek Rusdi memulai pemanasan nya secara bergantian.


Rashi tadinya tidak suka dan merasa jijik, ternyata dia paling aktif. Mereka bertiga pun bersatu. Hal paling mengerikan saat semua kemauan ingin di capai dengan cara mudah. Seseorang mampu menghalalkan segala cara, sekalipun dirinya sendiri jadi korbannya.


Satu jam sudah berlalu. Kek Rusdi, Anggun, dan Rashi membersihkan diri mereka dengan tisu beraroma bunga. Sebenarnya bukan Kek Rusdi saja melakukan hal itu kepada pasiennya. Jika mereka bisa melihat, Kek Rusdi di bantu dengan sosok tak kasar mata. Yaitu, Genderuwo. Karena hanya mahkluk halus itu memiliki nafsu liar biasa saat melihat tubuh wanita.


"Jadi kapan Kakek mulai mengerjainya?" tanya Anggun penasaran.


"Aku tidak ingin berbuat kasar. Tapi aku ingin melakukannya secara lembut dan perlahan. Namun pasti!" Kek Rusdi memutar kedua bola matanya melirik ke Anggun dan Rashi, "Dan syarat selam melakukan hal itu adalah 3 kali seminggu sekali kalian harus memberikan jatah untukku. Apa kalian sanggup?"


"Sanggup!" sahut Anggun dan Rashi yakin.

__ADS_1


"Kalau gitu pulang dan istirahat lah!" tegas Kek Rusdi menyuruh Anggun dan Rashi pulang.


"Sebelum pulang aku boleh bertanya tidak?" tanya Rashi.


"Apa itu!"


"Karena kita sudah melakukan hal ini. Apa aku nanti akan hamil?" tanya Rashi mengingat jika semburan itu masuk ke dalam.


"Tentu saja tidak. Aku sudah menyuruh anak buahnya untuk memakan yang sudah aku keluarkan," sahut Kek Rusdi santai.


"Anak buah! maksudnya?" tanya Rashi kembali penasaran.


Kek Rusdi mengulurkan tangannya ke luar, "Sebaiknya kita bicara di luar saja!" tegas Kek Rusdi mengajak Anggun dan Rashi keluar dari kamarnya.


Anggun, Kek Rusdi pun pergi. Namun saat kaki kanan Rashi hendak melangkah keluar kamar. Rasa penasaran tidak percaya jika sebuah rumah pondok memiliki kamar semewah hotel bintang lima. Kedua bola mata Rashi melirik ke belakang. Baru saja melirik kedua bola mata itu membulat sempurna seperti sedang ketakutan. Rashi menutup mulutnya, kedua kaki ia percepat melangkah menyusul Anggun.


Alasan kenapa Rashi ketakutan adalah saat Rashi menoleh kedua matanya melihat kamar tersebut berubah menjadi gubuk, ranjangnya juga berubah menjadi ranjang kayu. Bukan itu saja Rashi juga melihat sosok bertubuh tinggi besar penuh bulu tersenyum kepadanya, dengan lidah mengulur.


'Sial. Apa tadi itu? dan kenapa aku bisa melihat hal seseram itu. Apa karena aku sudah mengiyakan sebuah syarat yang sudah diajukan oleh Kek tua ini. Jika memang benar, maka hidupku akan dipenuhi dengan hal horor dan aku juga pasti akan terus dihantui mahluk menjijikan itu!'


Rashi segera duduk di samping Anggun, kedua bola mata Rashi masih terus melirik ke pintu di tutup kain tirai.


Kek Rusdi ternyata menyadari hal itu. Kek Rusdi mendekatkan tubuhnya ke Rashi, "Kalau aku bilang jalan, maka kamu harus jalan. Karena kamu sudah melihatnya maka kamu tidak akan pernah lepas dari mahkluk itu!"


"Apa maksud Kakek?" tanya Rashi meninggikan nada suaranya.


"Mahkluk itu akan terus mengikuti kamu. Tapi kamu tenang saja, mahkluk itu juga yang akan terus memudahkan kamu untuk melakukan apa pun yang kamu inginkan. Asal..."


"Asal apa Kek! tapi aku tidak mau dia mengikuti aku. Makhluk itu sangat menyeramkan. Apa Kakek tidak memiliki jimat untuk menjauhkan dirinya dariku?"


Kakek Rusdi menggeleng, "Dia adalah peliharaan ku yang terhebat. Jadi mana mungkin aku menyakitinya. Kamu saja yang bodoh!" Kek Rusdi melambaikan tangannya "Kamu tenang saja. Aku akan membuat dia menjadi pria tampan saat ingin bertemu dengan kamu. Jadi kamu tidak perlu takut lagi," sambung Kek Rusdi santai.


"Terserah Kakek saja!" sahut Rashi pasrah.


Karena Anggun belum paham maksud pembicaraan Kek Rusdi dan Rashi. Anggun hanya diam dan mendengarkan saja.


...Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2