
"Abang handsome, pesan kebab nya seperti biasa ya." cibir Adzilla ketika Askar baru tiba dengan Satria dari Masjid.
Askar menatap Adzilla heran. Kemudian mengucap salam di barengi Satria, tak berapa lama ayah Yusuf menyusul di belakang.
"Kakak kenapa?" tanya Askar telah duduk berhadapan dengan Adzilla."
Dengan wajah cemberut ia kembali berujar. "Tahu ah." Adzilla bangkit menghentakkan kaki meninggalkan Askar karena hendak sholat lebih dahulu.
Ayah Yusuf melihat tingkah Adzilla juga heran. "Kenapa Zilla, As?"
Askar menggeleng. "Enggak tahu, pak. Saya datang sudah cemberut begitu."
Sedetik kemudian ayah Yusuf tersenyum senang. Karena ia seperti melihat putrinya yang dahulu. Adzilla yang selalu mengekpresikan apa yang dirasa.
Putriku telah kembali!
Askar sendiri masih merasa bingung. Tetapi ia tahu jika Adzilla sedang kesal padanya, namun bingung apa sebabnya.
Di ambil ponsel lalu melihat aplikasi whatsApp membuat ia mengerti, ternyata pujaan hatinya cemburu karena membaca pesan dari pelanggan, Mentari, atau be erapa gadis yang mencoba mendekatinya.
Askar bukan seperti pria dari dunia novel lain nya yang dingin kepada orang lain namun hangat hanya kepada orang tercinta.
Askar adalah orang yang mudah bergaul dan ramah walau tetap membatasi jika menyangkut privasinya sendiri.
Jika saja Adzilla bisa menilai dari setiap balasan pesan yang ia berikan kepada mereka, tentu tahu jika ia hanya memberi respon tetapi tidak memberi perhatian balik.
"Aku senang di cemburuin begini sama kakak." celetuk Askar ketika Adzilla kembali duduk berhadapan dengan nya.
"Siapa yang cemburu."
Askar terkekeh melihat Adzilla masih cemberut padanya. Ia tak lagi menggoda Adzilla karena saat ini Satria sedang mengerjakan tugas di sebelahnya.
Dengan telaten mengajari anak sulung pujaan hatinya. Tak ayal terkadang Satria membuat ia bingung sendiri cara menjelaskan agar anak itu mengerti.
"Kak, ini sudah setahun loh."
...****...
Mentari pergi setelah mengetahui siapa wanita yang disukai Askar. Senyum miring meremehkan terbit di wajahnya. Tak menyangka, Askar yang pernah di tolak dan sekarang sedang ia dekati menyukai wanita berstatus janda beranak dua.
"Aku tahu kau pasti hanya ingin bermain-main dengan nya kan?"
Mentari adalah teman sekelas nya dahulu ketika masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas.
Ia mengetahui jika Askar telah menyukainya sejak kelas XI. Tetapi karena penampilan Askar biasa saja membuat ia yang menjadi most wanted Sekolah tentu malu harus berpacaran dengan Askar.
Tetapi lihatlah sekarang, penampilan Askar jauh berubah. Askar lebih fashionebel, lebih tampan, dan lebih mapan.
Siapa yang tak menginginkan Askar?
__ADS_1
Muncul ide dan ia harus berbuat sesuatu.
...****...
"Askar, aku pesan kebab ayam ya." ucap Mentari.
Askar menoleh lalu tersenyum tanpa arti apapun. "Berapa Tar?"
"Berapa saja, penting kau yang buat."
Ia terkekeh. "Kalau berapa saja, mending borong semua biar kamu cepat pulang."
Mentari ikut tertawa. "Kau bisa saja, satu sajalah. Kau yang buat ya."
Askar tahu jika Mentari mencoba mendekatinya. Tetapi hal itu tak mempermasalahkan baginya.
Toh, hatinya sudah menetap di rumah ayah Yusuf. Hanya menunggu jawaban dari Adzilla saja. Setelah itu, ia akan mengenalkan wanita itu dan kedua anak pujaan hatinya pada Hana. Barulah merencanakan pernikahan mereka.
Sore tadi setelah mengetahui Adzilla cemburu, ia mempertanyakan kembali bagaimana perasaan wanita itu padanya.
Jawaban Adzilla sangat yakin jika kehadiran nya bagai setitik cayaha yang mampu sedikit demi sedikit melelehkan hati yang beku itu.
Ya, Adzilla meminta waktu paling lama dua minggu untuk menyiapkan hatinya untuk menerima Askar.
"Askar, sesekali main dong ke tempat ku." seru Mentari di tengah kesibukan Askar membuat pesanan para pelanggan.
"Ya main saja."
Askar menoleh sekilas pada Mentari. "Maaf, kau tinggal di kosan, enggak mungkin aku main kesana. Dan aku sibuk kerja."
Setelah menjawab seperti itu, Askar segera menyelesaikan pesanan Mentari. Entah mengapa ada rasa tak nyaman ketila Mentari menawarkan untuk di kunjungi.
Ia bukan pria polos yang baru mengenal cinta. Dahulu setelah di tolak Mentari, ia juga pernah pacaran. Walau tak pernah melakukan apa-apa hanya sekedar cium pipi atau punggung tangan. Tetapi teman-teman nya lebih melakukan itu.
Helaan nafas kembali dilakukan. "Apa?" tanya Askar ketika Reza menyikut lengan nya.
"Garcep juga si Mentari. Bisa itu, As."
"Bisa apa?"
"Lah, di ajakin ngamar kos juga. Mumpung gratis."
"Gratis endasmu."
"Ah iya. Aku lupa, janda lebih menggoda ya kan?"
Askar dan ketiga teman nya tertawa karena nya. Mungkin yang dikatakan Reza benar menurut Askar.
Sering bersama Adzilla terkadang pikiran nya menjadi liar. Menebak di balik gamis besar itu pasti terdapat dua gundukan yang membusung ke depan.
__ADS_1
Ke nyal dan padat.
Di balik gamis besar itu pasti terdapat bokong yang besar siap untuk ia remas atau tepuk gemas.
Jangan ditanya mengapa Askar bisa berpikir mesum, itu karena ketika memerhatikan Adzilla mengenakan gamis besar tetapi bagian dada dan bo kong tetap nampak menonjol.
Askar menggeleng ketika sadar pikiran nya itu sudah mengundang syah wat. Lalu terkekeh sendiri karena merutuki pikiran kotornya.
Memakai gamis saja aku sudah begini, apalagi nanti setelah nikah setiap hari melihat kak Zilla tanpa gamis dan hijab. Gumam Askar meraup wajahnya dengan kasar.
...****...
Adzilla kembali termenung setelah menidurkan kedua anaknya. Memikirkan apa yang akan terjadi bila menikah dengan Askar.
Pria muda.
Pria lajang dan tampan.
Pria mapan.
Mungkin jika lebih muda, sekarang tidak ia permasalahkan karena setahun setelah Askar mengungkalkan perasaan di depannya dan ayah Yusuf, pria itu benar-benar mampu menunjukkan kasih sayang terhadapnya dan juga kedua anaknya.
Tampan dan mapan juga tidak di permasalkan walau masih ada sedikit kekhawatiran. Memang Askar mapan karena hasil kerja nya sendiri, lalu bagaimana dengan keluarganya?
Yang menjadi ketakutan nya adalah Askar pria lajang. Bagaimana dengan keluarga Askar? Mampukah Askar menghadapi hujatan orang yang telah menikahi janda beranak dua? atah mampukah dirinya menahan api cemburu ketika para pelanggan Askar yang kebanyakan wanita terus saja mencari kesempatan agar Askar membalas chat tersebut? Lalu bagaimana dengan Mentari?
Andai Askar tahu, ia termasuk wanita yang posesif kepada pasangan. Tetapi sifat posesif kepada Bari menghilang setelah begitu banyaknya luka dan duka terpupuk di hatinya.
"Halo, assalamualaikum." ucapnya ketika ponselnya bergetar dengan nama 'Askar' tertera di layar ponsel.
"Walaikumsalam. Belum tidur?"
"Belum."
"Nunggu telepon dari aku, kan?"
Pertanyaan Askar mampu membuat Adzilla tersipu malu. Ya, kebiasaan Askar menelepon malam sebelum tidur menjadi kebiasaan yang ia tunggu
"Sudah pulang jualan?" tanya Adzilla mengalihkan pembicaraan.
"Sudah, baru saja sampai rumah. Pendapatan ku malam ini lumayan, kak. Bisalah untuk tambahan maharin kakak."
"Apa sih, ngebet sekali mau nikahi aku."
"*Tentu, aku sudah lama menunggu hari itu."
❤️
TBC*
__ADS_1