
Danau Linting merupakan wisata Deli Serdang, Sumatera Utara, yang memiliki keunikan danau yang memiliki kandungan air panas, warna air yang berubah-ubah, serta pesona alam sekitarnya yang memanjakan mata.
Tidak seperti kebanyakan objek wisata danau lainnya, ternyata asal-usul, atau penyebab awal dari Danau Linting hingga saat ini masih menjadi misteri bagi para peneliti.
Danau Linting bisa menjadi tujuan wisata akhir pekan yang recommended untuk dikunjungi. Suasana yang nyaman, tenang, berpadu dengan orkestrasi alam sekitar yang menawan.
"Pi, lepas dong."
Sedari tadi Adzilla merengek pada Askar agar pelukan dari suaminya itu lepas.
"Aku masih kangen," tutur Askar manja.
Ini adalah hari kedua Askar memboyong keluarganya ke Wisata Danau Lintang. Menyewa Homestay dengan tiga kamar dan dua kamar mandi, serta ruangan lain nya.
"Nggak enak sama kak Hana dan ayah. Dari kemarin jagain Satria dan Sania terus," ucap Adzilla membujuk Askar.
Askar bergeming. "Sayang, aku keren kan?" tanya Askar mengalihkan pembicaraan agar tak meminta keluar dari kamar mereka.
"Keren yang gimana ini?"
Askar berdecak karena Adzilla hingga sekarang sangat sulit memujinya. Seakan begitu sulit hanya mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaannya.
__ADS_1
"Sebentar lagi aku bakal punya tiga anak, keren kan kak?" tanya Askar dengan mata berbinar.
Adzilla mengangguk dan tersenyum. "Makasih banyak."
"Papi."
"Mami."
Askar dan Adzilla saling pandang lalu tertawa karena baru sadar jika mereka terlalu lama di kamar berduaan.
"Mami disini saja, biar Papi yang buka pintu!" ucap Askar mengecup kening setelahnya barulah Askar turun dari ranjang untuk membuka pintu.
"Apa culiknya sudah pergi yah?" Pertanyaan memberondong Askar dari kedua anak sambungnya membuat Askar gelagapan.
Apalagi saat melihat Adzilla melotot padanya. Pastilah istrinya itu kesal padanya karena telah membohongi kedua anak sambungnya demi bisa semalaman tidur berdua dengan Adzilla.
"Mi. Papi gak gigit mulut Mami lagi kan?" tanya Satria polos membuat Askar dan Adzilla saling pandang.
"Bang. Papi bukan gigit bibir Mami," hanya kalimat itu yang terlintas dari benak Askar.
"Jadi, ngapain dong?" lagi-lagi pertanyaan polos yang memojokkan Askar keluar dari bocah laki-laki tersebut.
__ADS_1
Askar terus memutar otak menyusun kalimat yang baik untuk di dengar dua anak mereka.
"Papi hanya membersihkan gigi Mami. Karena Mami gak sikat gigi, iyakan Mi?" ucapan Askar sukses membuat Adzilla kesal namun tak dapat di ungkapkan karena masih ada kedua anak mereka.
"Mami manja. Kenapa harus Papi yang bersihkan?" tanya Sania membuat Adzilla kesal dan bingung harus menjawab apa.
"Sudah ya. Lebih baik kita bersiap. Papi akan aja Abang dan Kakak makan di Saung. Katanya Ikan bakar disana enak."
Ucapan Askar mampu membuat kedua anak mereka melupakan pertanyaan aneh itu. Adzilla juga yang tadinya merajuk mulai kembali manja karena kehamilan itu.
Ya, Adzilla memang tak mengalami morningsicknes tetapi Adzilla menjadi lebih manja terhadap Askar.
Terlihat sangat jelas kebahagian terpancar dari keluarga kecil itu dari pandangan Ayah Yusuf. Hana dan Heri hanya bisa bersyukur dan terus berdoa semoga segera dihadirkan momongan dalam pernikahan mereka.
Setelah makan di Saung, Askar dan keluarganya berangkat kembali pulang. Banyak oleh-oleh yang dibeli Adzilla untuk para pekerja kebab Handsome dan beberapa tetangga di dekat rumah.
"Makasih telah bahagiakan, suami berondongku!"
❤️
TBC
__ADS_1