SETITIK CAHAYA (Janda Kesayangan Berondong Tampan)

SETITIK CAHAYA (Janda Kesayangan Berondong Tampan)
59. Curiga


__ADS_3

Sedari tadi Mentari terus saja menggerutu bahkan sampai mengumpat Reza walau dengan senang hati Mentari melayani Reza pagi itu.


Kewajiban yang harus Mentari berikan pertamakali setelah dua hari lalu menyandang status istri kedua Reza Ferdinan.


"Kau selalu membuatku kelelahan," keluh Mentari masih baring di atas tempat tidur dengan tubuh polos nya.


Reza menghiraukan semua umpatan ataupun omelan Mentari karena sedang berada tepat di depan perut buncit istrinya. Usapan bahkan Reza tak segan memeluk dan menyandarkan kepala di perut Mentari dengan senyum mengembang.


Resa sadar dan mulai menerima takdir bahwa memang hingga kini Allah SWT belum mengizinkan hubungan nya dengan Diana sejauh itu, dimana ada anak yang terikat antara keduanya.


"Sayang, nanti kalau dedek nya sudah lahir jangan tunda kehamilan ya," tutur Reza membuat Mentari memukul pundak Reza.


"Kok dipukul?" tanya Reza mendongak menatap Mentari yang menunduk menatapnya juga.


"Kau pikir ngurus anak gampang? kalau nggak ku tunda, mau kau setahun aku melahirkan dua anak?" cerocos Mentari dengan wajah galak.


Reza terkekeh malah membuat Mentari melotot melihat tingkah Reza.


Tanpa menjawab, Reza kembali mencium perut buncit di hadapan nya kemudian menaikkan badan sejajar dengan dua aset bak pepaya itu.


"Reza, sshh kau ini."


Lagi-lagi Reza mendongak dengan senyum mengembang melihat Mentari sudah terpengaruh akibat kelakuan nya.


"Sekali lagi ya. Aku masih pingin."

__ADS_1


Tak ada lagi penolakan dari bibir Mentari. Yang ada hanyalah suara kenikmatan saling bersahutan dari dalam kamar tersebut.


Tak penting bila hari sudah beranjak siang padahal di belakang rumah sudah ada beberapa tetangga siap membantu mempersiapkan acara tujuh bulanan Mentari.


"Makasih sayang," ucap Reza di akhir permainan setelah mencapai pelepasan lalu berguling di samping Mentari.


"Aku benar-benar capek, Za."


"Maaf, sayang."


Keduanya terdiam menikmati pelukan satu sama lain. Untuk sesaat mereka ingin egois demi kebahagiaan mereka tanpa perduli kan ada satu hati yang harus mereka jaga.


"Za, boleh aku tanya sesuatu?" tanya Mentari bergeming di dada Reza.


"Maaf kalau pertanyaan ku lancang karena sudah ikut campur dengan rumah tanggamu," Mentari menjeda bicara nya untuk menghela nafas sesaat.


"Apa saat kau melakukan itu dengan Diana juga seperti tadi?" sungguh, pertanyaan yang dilontarkannya justru menyayat hatinya. Bahkan mata nya sudah memanas memikirkan bagaimana suaminya menggagahi wanita lain.


"Mentari, apa kau yakin ingin mendengar jawaban ku?"


Ah, Reza menyesali pertanyaan barusan justru membuat Mentari menangis. "Hei. Jangan menangis. Hanya padamu aku segila itu,"


"Bohong," sergah Mentari dengan suara seraknya.


"Aku berani bersumpah sayang. Bahkan selama aku nikahi dia selalu tubuh mu yang menjadi fantasi ku."

__ADS_1


Tangis Mentari semakin kencang membuat Reza bingung. "Mentari, jangan begini. Aku tahu aku salah."


"Kalau aku jadi fantasi mu berarti kau juga bakal segila kayak biasanya."


"Enggak sayang."


Cukup lama Reza membujuk dan memberi pengertian pada Mentari. Ia merasa begitu bersalah pada istri keduanya ini. Terus berandai-andai jika ia tidak pengecut dahulu pastilah mereka telah bahagia sekarang.


Kini keduanya masih di dalam kamar namun sudah berpakaian kembali hendak mandi wajib. Reza terus memerhatikan apa saja yang di kerjakan ibu hamil itu.


Dahi Reza mengerut ketika melihat Mentari membuka seprei padahal seingat nya seprei ini juga baru di ganti semalam sore saat ia datang ke rumah ini sebelum mengantar ibunya ke kampung.


"Kok di buka seprei nya?" tanya Reza langsung mendapat tatapan tajam dari Mentari.


"Kan jorok habis kena cairan-cairan kita tadi. Apa kau gak lihat cairan itu sudah berbentuk pulau di seprei," sahut Mentari dengan nada kesal.


Reza hanya beroh riya saja karena merasa aneh dengan istri pertamanya tadi pagi yang mencuci seprei juga. Ada rasa curiga namun kembali di tepiskan.


Takut menjadi fitnah.


Keduanya pun memilih mandi wajib bergantian barulah setelahnya akan melakukan prosesi acara tujuh bulanan Mentari.


❤️


TBC

__ADS_1


__ADS_2