
"Mas, kenapa tadi harus pakai pengaman?" tanya Diana merasa tak suka dengan apa yang dilakukan Reza barusan.
Ya, baru beberapa saat Reza memberikan nafkah batin kepada Diana menggunakan pengaman. Entah apa tujuan Reza namun ia mengikuti kata hatinya.
Reza memakai kaos nya setelah tadi di kamar mandi langsung memakai celana pendeknya. "Kau baru saja keguguran, apa harus hamil di waktu dekat ini lagi?" tanya nya tanpa melihat Diana yang duduk di tepi ranjang.
Reza menyisir rambut sembari melihat reaksi Diana dari pantulan cermin yang entah mengapa serasa aneh dari pandangan nya.
"Tapi aku ingin segera hamil, mas. Aku ingin kayak teman-teman ku. Apalagi sekarang berubah, gak pernah perhatian kayak dulu awal pacaran."
Reza menghela nafas lalu mendatangi dan duduk disebelah Diana. Dirangkul dan sandarkan kepala Diana ke dada nya.
Benar.
Dulu awal pacaran ia memang perhatian namun hanya sebagai pelarian saja.
Astaghfirullah, ampuni aku yang berengsek ini.
"Maaf, jangan menangis lagi. Masih ada hari esok," Reza mencoba menenangkan Diana berharap tak lagi mempermasalahkan sikapnya.
"Kita makan diluar, yuk. Sudah lama sekali kita gak makan diluar kalau malam. Mumpung masih libur kerja."
Ya, Tadi saat Reza mendatangi rumah Askar, ternyata sahabatnya itu sedang berada di salah satu wisata provinsi Sumatera Utara ini memboyong keluarganya kesana.
Ia pun sangat tahu jika itu adalah bentuk perayaan kehamilan istri Askar.
"Ya sudah, ayo."
__ADS_1
Reza pun duduk memerhatikan istri pertama nya sedang bersiap. Ingin sekali Reza mengungkapkan rahasia nya. Mau bagaimana pun pernikahan nya dengan Diana sudah tak sehat dari awal.
Dialah yang bersalah karena tak dapat mempertegas keinginan dan pada saat itu juga tak menemukan Mentari.
Kini kedua wanita berstatus istrinya terjerat boleh keberengsekan nya.
Setelah selesai bersiap, mereka pun menuju warung pecel lele langganan mereka. Tak ada bicara yang spesial. Reza lebih sering diam dan menjadi pendengar budiman saat Diana bercerita.
Reza mengajak Diana pulang setelah mengajak berkeliling kota sebentar.
"Aku ada acara sama anak motor, gak pulang. Boleh?" izin Reza karena malam ini ingin sekali tidur bersama Mentari tetapi takut jika Diana merasa takut tidur sendirian di rumah.
"Berapa malam mas?" tanya Diana terdengar biasa saja.
Reza mengerutkan dahinya karena merasa heran dengan raut wajah Diana yang terlihat biasa saja.
"Emang boleh lebih dari semalam?" pancing Reza.
Reza tercengang dengan jawaban Diana merasa baik-baik saja bila ia tak berada di rumah padahal istrinya itu sendirian di rumah.
"Baiklah jika kau mengizinkan. Siapkan pakaian ku dua pasang saja," Reza merasa sangat aneh dengan istrinya itu. Ia tahu jika Diana adalah wanita sedikit manja.
Ia pun membandingkan bagaimana sikap kedua istrinya saat hendak ia pergi. Tadi Mentari memang tak banyak protes namun dari perlakuan mentari yang terus memeluk atau merangkul lengan nya begitu posesif sangat jelas bila istri keduanya nitu berat melepas kepergiannya. Apalagi tadi mentari sempat menangis.
Sedang Diana, mengapa terlihat biasa saja?
"Aku berangkat, kau hati-hati di rumah. Kalau ada apa-apa segera hubungi aku," Reza pamit dan mengecup kening Diana barulah pergi menuju rumah Mentari.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Mentari. Dua kali mengetuk pintu dan mengucap salam barulah pintu terbuka.
"Waalaikumsalam. Ngapain malam-malam kesini?" tanya Mentari ketus dengan muka bantalnya.
"Ya ampun istriku, suami datang bukan nya di persilahkan masuk malah di omeli."
Reza tersenyum ketika Mentari meminta maaf dan mempersilahkan dirinya masuk dan mengikuti Mentari masuk ke dalam kamar. Melihat Mentari dengan wajah polos nya itu membuat gai rah nya kembali menyergap.
Apalagi malam ini Mentari mengenakan daster tipis tanpa lengan.
"Kau cantik," pujinya lirih dan masih terdengar Mentari.
"Cantik tapi istri simpanan."
...****...
"Aahh mas, lebih keras."
Di kamar rumah cukup besar itu, dua anak Adam tengah menikmati surga dunia. Mereka adalah Diana dan Indra.
Indra adalah suami dari sepupu Diana. Mereka dahulu nya adalah sepasang kekasih. Diana, Indra, dan Tiara masih bersaudara karena kakek Indra Abang dari Nenek Diana dan Indra.
Namun hari itu, Diana yang baru saja menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas harus menelan pil pahit mendapati Indra di jodohkan oleh Tiara.
"Aahh..."
"Dianaaa."
__ADS_1
❤️
TBC