
Tetapi senyumnya terbit ketika Adzilla menggeleng. "Aku buat rambut ku begini karena nonton drama korea dan uang nya di kasih ayah."
Askar tak menjawab memilih merapikan rambut Adzilla menyelipkan di belakang daun telinga wanita itu yang menunduk."Jangan pernah buka hijab di depan orang lain. Aku cemburu, sayang. Kau begitu sempurna."
Askar mengangkat dagu Adzilla. Tatapan mereka bertemu. Ia memberanikan duri mengecup kening, kedua mata, dan turun ke hidung hingga bibir itu dengan mata terpejam.
Ketika kedua bibir itu bertemu sontak mata mereka terbuka lebar. Berawal ciuman ringan berubah menjadi luma tan lembut.
Hingga..
"Awwh.."
"Maaf, As."
Sentuhan lembut dari bibir Askar membuat Adzilla terhanyut hingga tanpa sadar tangannya meremas tangan Askar yang sakit.
Tetapi ada yang aneh menurut Askar, mengapa Adzilla menunduk diam seperti penduduk yang tengah melakukan kesalahan besar dan menanti hukuman dari sang raja?
"Sayang, kau kenapa menunduk diam saja?" tanya Askar hendak menyentuh pipi Adzilla tetapi istrinya itu mengelak bahkan kedua tangan wanita itu melindungi kepala nya seakan hendak di pukul.
"Sayang, aku gak akan memukul mu." ucapnya lirih. Ia pun berpikir apakah suara saat meringis tadi terlalu keras hingga Adzilla berpikir ia akan marah.
Atau trauma pada wanita itu masih sama karena begitu lama menahan luka batin sendirian?
"Maaf, aku gak sengaja. Tolong jangan marah padaku."
Ucapan Adzilla begitu mengiris hatinya. Dipeluk tubuh wanita yang sangat dicintai nya itu. "Tak apa, jangan takut."
"Aku benar-benar gak sengaja, As." Adzilla mendongak menatap Askar dengan mata berkaca-kaca.
Sungguh hati Askar semakin sakit melihat mata teduh istrinya hendak mengeluarkan air mata itu. Kecupan mendarat di kedua mata Adzilla bersamaan air mata itu mengalir.
"Jangan dipikirkan, sekarang kita istirahat."
"Kau gak marah?"
"Marah untuk yang mana? kan aku sudah bilang jangan dipikirkan."
"Itu.."
__ADS_1
"Itu apa, sayang?" Askar menaikkan satu alis menunggu jawaban dari Adzilla.
"Malam pertama kita." gumam Adzilla masih terdengar oleh Askar.
Jika saja Adzilla tahu, sungguh malam ini adalah malam yang ditunggu setelah bersanding dengan Adzilla.
"Jadi, kau sudah sangat ingin merasakan kehangatan ku, sayang?" goda Askar langsung membuat Adzilla salah tingkah.
"Eh, bukan itu maksud ku." sahut Adzilla gelagapan.
Tentu saja ia tahu bila malam ini adalah yang ditunggu setiap pasangan yang baru saja halal. Namun, di tanya seperti itu, entah mengapa Adzilla menjadi malu.
"Kalau memang ingin, aku gak apa-apa kok, aku turuti." kata Askar membuat Adzilla spontan mencubit perut Askar.
"Askar, berhenti menggoda ku." Rengek Adzilla membuat Askar tertawa.
"Tetaplah bersamaku, yang." ucap Askar tulus setelah berhenti tertawa.
Tatapan mereka bertemu dengan tangan Askar menggenggam tangan Adzilla. Tatapan seakan menyiratkan rasa rindu dan cinta bersamaan.
Kecupan kembali melabuh di kening Adzilla. "Makasih telah menerimaku."
Jari telunjuk Adzilla menempel di bibir Askar setelah mengatakan itu. Askar menggeleng. "Bukan anak-anak mu, yang. Mereka anak-anak kita dan akan ada anak-anak kita selanjutnya."
Adzilla hanya tersenyum dan mengangguk. Kemudian keduanya merebahkan badan bersebelahan. Adzilla merasa kaku tidur bersebelahan dengan Askar begitu dekat.
Bukan hanya karena pertama kali tetapi ketika masih menjadi istri Bari dahulu. Mereka tak pernah tidur bersama selain saat melakukan hubungan suami-istri saja.
"Jangan jauh-jauh, yang. Sini dekat aku. Tidur di lengan aku." ujar Askar.
"Nanti kau risih dan panas kalau aku tidur dekat dengan mu."
Askar berdecak langsung merapatkan tubuhnya dengan tubuh Adzilla. "Sini naik kepalanya ke lengan dan peluk aku." titah Askar membuat Adzilla menurutinya.
"Dengar istriku, berpelukan saat tidur bisa meningkatkan sistem imun tubuh. Dari yang aku baca di Mbah Google. Psikolog Joe Rock, PsyD mengatakan berpelukan bisa sebagai terapi. Menurut Rock, memberi dan menerima pelukan juga bermanfaat menguatkan sistem imun. Menurutnya, pelukan menyebabkan penurunan pelepasan kortisol (hormon stres). Kemudian, beberapa penelitian mengindikasikan dengan berpelukan dapat menurunkan tekanan darah dan detak jantung saat mengalami stres." terang Askar panjang lebar.
"Jadi, kalau kau lagi setres, maka datanglah padaku dan peluk aku." sambungnya lagi.
"Itu mah mau mu, As." cebik Adzilla tetapi membuat Askar tertawa.
__ADS_1
"Bukan hanya itu, sayang. berpelukan juga bisa membantu menjaga suasana hati, tidur lebih nyenyak, terus menambah hormon cinta, meningkatkan rasa percaya diri, merekatkan emosional kita, pokoknya banyak lagi manfaat berpelukan, sayang."
Askar menunduk begitu pula Adzilla menengadah hingga pandangan mereka bertemu.
"Maaf dengan minim nya pengetahuan ku, As."
Askar tersenyum. "Bukan minim. Mungkin di masa lalu kau gak pernah merasakan itu begitu juga aku. Maka mulai malam ini, kita sama-sama membiasakan berpelukan saat tidur."
"Aku memang gak pernah rasain itu." ucap Adzilla lirih menunduk menyembunyikan wajah di bawah ketiak Askar.
Askar mengecup pucuk kepala Adzilla. "Tenang ya. Semua sudah berlalu. Dan aku meminta padamu, mulai sekarang jangan menyimpan uneg-uneg sendiri. Berbagi lah padaku."
Adzilla mengangguk saja.
Askar tahu bahwa Adzilla masih menyimpan trauma maka dari itu ia pun berjanji pada dirinya sendiri untuk membuat Adzilla sebagai Ratu yang sebenarnya di rumah nya.
"Sayang, satu lagi. Jangan coba-coba tersenyum lagi di depan teman-teman ku. Apalagi sampai tertawa." Ia teringat tadi ketika teman nya masih berada di rumah nya. Ia tak rela melihat istrinya tersenyum dan tertawa di depan teman nya yang berjenis kelamin laki-laki.
"Loh, kenapa? segan lah. Nanti di pikir istri Askar sombong." Protes Adzilla.
"Aku cemburu, yang. Kau tambah cantik bila tersenyum dan tertawa. Aku gak mau jadi suami dayyuts."
Adzilla mendongak lagi. "Dayyuts itu apa?"
"Dayyuts itu tipikal suami yang gak punya rasa cemburu dengan istrinya. Dan salah satu macam manusia yang gak akan mencium bau surga atau enggak di lihat Allah di hari kiamat. Dua macam lagi itu anak yang durhaka pada orang tuanya dan perempuan yang menyerupai laki-laki."
Tangan Adzilla mengeratkan pelukan merasa bangga dinikahi Askar. Karena dahulu ketika menjadi istri Bari. Ia sangat jarang sholat padahal berharap Bari akan menuntun nya ke jalan yang benar. Mengingat dahulu Bari hanya sholat 2 kali setahun. Saat Hati Raya Idul Fitri dan Idul Adha saja.
Tetapi ia tak ingin mengumbar pada siapa pun hanya berharap mantan suaminya itu mendapat hidayah.
"Ajari aku ilmu Islam, suamiku. Sungguh betapa rendahnya iman ku."
Askar mengangguk dan kembali melabuhkan kecupan di pucuk kepala Adzilla. "Kita belajar bersama. Aku juga masih minim tentang Islam."
Banyak mereka bercerita hingga Adzilla nampak menguap berulang kali membuat Askar menghentikan cerita nya.
❤️
TBC
__ADS_1