
Sedari pagi Adzilla sudah bertandang di rumah sepupu yang paling dekat dengannya, Andre. Andre adalah anak dari adik laki-laki ayah Yusuf.
Satria dan Sania sedang asyik bermain bersama para cucu lain nya. Sedang dirinya membantu persiapan apa saja yang hendak di bawa ke rumah calon istri Andre.
Keluarga Adzilla pun ikut berbondong-bondong ke rumah calon istri Andre untuk menyaksikan akad hingga acara panggih dan balangan suruh.
Upacara panggih yaitu prosesi dimulai dengan datangnya calon mempelai pria dan rombongan ke kediaman calon mempelai perempuan, yang berhenti di depan pintu masuk rumah. Pada sisi rombongan mempelai laki-laki, ada 2 orang lelaki muda atau 2 orang ibu membawa masing-masing serangkaian bunga yang disebut kembar mayang.
Sedangkan upacara balangan suruh adalah Kedua mempelai akan saling melempari ikatan daun sirih yang diisi kapur sirih dan diikat benang. Kedua mempelai saling melempar sambil tersenyum, mempelai laki-laki mengarahkan lemparannya ke arah dada mempelai perempuan, dan mempelai perempuan meleparnya ke arah paha mempelai laki-laki. Menurut kepercayaan kuno, daun sirih punya daya untuk mengusir roh jahat dalam diri masing-masing calon mempelai.
...****...
Malam hari usai Maghrib, Adzilla duduk bersama dengan Andre dan istri sepupunya itu juga kedua anaknya. Tak lama kemudian dua sepupu laki-lakinya yang lain ikut berkumpul.
"Bang Andre pulang dari merantau langsung nikah saja." celetuk Adzilla membuat para sepupu tertawa.
"Iya, lah kau, dek. Abang pulang merantau dengarnya kau cerai terus mau nikah, eh sudah batal saja."
Giliran Adzilla yang menjadi bahan tawa membuat wanita itu merengut. "Kami enggak jodoh, bang." Kemudian Adzilla beralih menatap istri Andre.
"Kok mau lah kakak sama bang Andre? sudah tua pun, dia." pasalnya istri Andre masih berumur 21 tahun sedang Andre sudah 29 tahun.
"Halah, aku ini bukan tua tapi perkasa. Lah calon mu? berondong malah batalin nikah lagi."
Adzilla mencebik namun ia tak marah justru ikut tertawa kemudia pandangan nya tak sengaja bertemu dengan seseorang yang tak ingin dijumpai, Askar.
DEG
Ekor matanya melirik ke seseorang disebelah Askar. Ya, dia adalah Mentari. Adzilla pun terpaksa tersenyum kemudian ikut mengobrol kembali. Ia sangat berusaha agar kedua anaknya tak melihat Askar di pesta resepsi pernikahan itu.
Sempat merasa bingung mengapa Askar dan Mentari ada di tempat yang sama kemudia tersadar jika istri Andre adalah teman sekolah Askar.
Ternyata kau sudah menerima Mentari, As. Syukurlah, hanya tinggal aku berusaha menata hati.
"Dek, nanti nyanyi ya? sudah lama kau gak pernah nyanyi lagi semenjak sudah nikah." celetuk Andre yang tahu suara merdu Adzilla.
"Ogah, malu." Tolak Adzilla karena ada Askar disana. Ya, dulu Bari tak menyukai Adzilla menjadi pusat perhatian sehingga melarang hal-hal yang disukai Adzilla.
"Haruslah, gak perlu nyanyian kita dulu. Yang sekarang viral saja. Pecah seribu."
"Apa bedanya sama lagu kita Jaran goyang, abang?" tanya Adzilla sewot membuat semua orang di satu meja itu tertawa.
...****...
Di meja tak jauh dari meja Adzilla tampak Askar terus memerhatikan mantan tunangan nya itu. Helaan nafas Askar berulangkali untuk menetralkan hati nya.
"Ayo kita ke pengantin nya ucapin selamat untuk mereka." ajak salah satu teman Askar langsung membuat mereka serempak berdiri.
Mereka berjalan menuju dimana pengantin itu duduk bersama dengan Adzilla. Semua teman Askar tahu jika Adzilla adalah mantan tunangan dari teman mereka berbeda dengan sepupu-sepupu Adzilla karena tak hadir di acara itu dan baik Adzilla atau ayah Yusuf tak menunjukkan siapa orang yang melamar Adzilla.
Askar tahu jika Adzilla merasa tak nyaman ketika teman-teman nya menyapa wanita yang masih bertahtah di hatinya itu.
"As, nanti nyanyi ya." pinta pengantin wanita yang tak lain teman sekolahnya, Tami.
__ADS_1
Ia hanya mengangguk karena selalu saja diminta bernyanyi jika salah satu teman nya menikah.
Tatapan nya dengan Adzilla bertemu. Sangat jelas tatapan wanita itu sama terlukanya dengan dirinya tetapi sekali lagi, ia tak lagi dapat membujuk wanita itu agar tetap bersama.
Mata teduh itu masih sama, masih menenangkan hatinya. Rasa itu masih sama, masih mencintai pemilik mata teduh itu.
"Sudah makan, As?" tanya Adzilla.
"Kenapa? mau ambilkan makanan untuk ku?" pancing nya. Sering sekali ia bertanya pada diri sendiri, apakah hanya karena tak mendapat restu membuat Adzilla memutuskan hubungan mereka?
"Mentari bisa melayani mu lebih baik dari ku."
Jawaban Adzilla membuat raut wajah Askar menjadi datar. Bahkan ia tak perduli jika Mentari sudah merangkul di lengan nya.
Askar pun melangkahkan kaki menuju meja prasmanan mengambil nasi, lauk pauk, dan sayur yang di sediakan ahli bait.
"As, ini minum mu. Kau lupa bawa tadi." ucap Mentari membuat ekor mata Askar melirik Adzilla tengah memalingkan wajah setelah melihat Mentari menyerahkan segelas air minum untuknya.
"Makasih."
Beberapa saat kemudian, seperti permintaan mempelai wanita. Askar dan beberapa teman pria nya naik ke pentas. Kali ini giliran nya bernyanyi mengawali teman-teman yang hendak bernyanyi juga.
*Duhai kekasih pujaan yang slalu dihati
Aku menunggumu
Engkau gadis yang slalu hadir dalam mimpiku
Disetiap tidurku*
Dengarkanlah
Aku cinta
Ingin aku
Selalu menjaga dirimu
Menemani disetiap waktu
Benar, lagu ini sangat menyampaikan keinginanya.
Dengarlah puisi yang akan aku berikan
Ungkapan hatiku
Tiada lain yang bisa ku berikan oh
Hanyalah cintaku ye
Andai Adzilla tahu, dirinya begitu tersiksa dengan rasa ini. Rasa yang harus ia layukan ketika sedang mekar.
Dengarlah sayangku
__ADS_1
Tiada yang lain saat ini
Engkaulah yang ada dihati
Engkaulah yang ada dihati
...***...
Usai bernyanyi, Mentari mengajaknya pulang namun Askar bergeming karena ingin melihat Adzilla lebih lama.
Dan kedua anak wanita itu. Ah, Askar hampir melupakan kedua anak itu karena terlalu larut dalam patah hati akibat ibunya.
Pandangan matanya mengelilingi tempat acara namun matanya tak menangkap kedua anak itu.
Mungkin sudah tidur.
Dahinya mengerut ketika melihat Adzilla ikut naik ke atas pentas bersama kedua pengantin nya itu bahkan wanita itu memegang mic.
Apa Adzilla akan nyanyi?
Askar terkekeh melihat Adzilla merengut karena seperti dipaksa oleh mempelai pria yang baru diketahui ternyata sepupu wanita itu.
Ku akui ku sangat sangat menginginkanmu
Tapi kini ku sadar ku diantara kalian
Aku tak mengerti ini semua harus terjadi
Deg
Waktu seakan terhenti ketika Adzilla menyanyikan lagu tersebut. Seakan keadaan hanya fokus pada Askar dan Adzilla saja saat itu.
Ku akui ku sangat sangat mengharapkanmu
Tapi kini ku sadar ku tak akan bisa
Aku tak mengerti ini semua harus terjadi
Askar terus saja diam menatap Adzilla yang bernyanyi di pentas sana.
Lupakan aku kembali padanya
Aku bukan siapa siapa untukmu
Ku cintaimu tak berarti bahwa
Ku harus memilikimu slamanya
Askar menggeleng ketika Adzilla menyanyikan pada bait itu seakan menguruhnya untuk melupakan wanita itu, dan apa maksud kalimat itu? kembali pada siapa?
Kemudian ia menoleh ke arah samping terlihat Mentari masih saja merangkul lengan nya. Ia tepis tangan Mentari. Kini ia mengetahui maksud Adzilla mengapa setiap ketemu selalu mengaitkan dengan Mentari.
*Kau salah paham, sayang. Baiklah, aku akan mendapatkan mu lagi.
__ADS_1
❤️
TBC*