
Tubuh Mentari mendadak gugup duduk bersebelahan dengan Reza di depan sang ibu. Seperti terdakwa yang hendak di hakimi.
"Bu, aku akan bertanggung jawab atas hidup Mentari dan anak kami," ucap Reza dengan tegas.
"Bertanggung jawab yang bagaimana?" tanya Ibu Lia datar membuat Reza dan Mentari menelan saliva.
Reza menghela nafas sebelum menjawab. "Ibu mau saya bertanggung jawab yang seperti apa?"
Reza dan Ibu Lia saling tatap tak berapa lama Reza menunduk. Bukan karena takut tetapi ia tak ingin menjadi perdebatan sengit.
"Bagaimana kalau Ibu minta kau nikahi Mentari."
Deg
Deg
Reza dan Mentari saling pandang kemudian Mentari menggeleng. Sedang Reza dibuat gamang oleh ucapan Ibu Lia. Memang keinginan nya adalah hidup bersanding dengan Mentari juga anaknya tetapi bukan berarti menjadikan wanitanya itu istri kedua nya.
__ADS_1
"Bukankah gak adil untuk Mentari untuk dijadikan kedua, Bu?" tanya Reza.
"Berarti kau memang tak ingin bertanggung jawab. Ibu hanya memberi pilihan, nikahi Mentari atau jangan pernah datang temui Mentari dan anaknya," ucap Ibu Lia tegas.
"Bu, jangan egois. Bagaimana bisa Ibu rela buat aku jadi pelakor? apa jadinya aku jika istri Reza tahu? cukup hanya ditinggalkan sewaktu hamil saja aku menderita. Jangan lagi yang lain," tangis Mentari pecah setelah mengatakan itu.
Reza yang menyesal dan selalu merasa bersalah tak dapat membendung keinginan untuk memeluk Mentari.
"Maafkan aku, pernikahan ini juga terpaksa aku lakukan dan aku gak bisa menolak permintaan Ibu. Kau tahu kalau Ibuku sakit-sakitan, kan?" ucap Reza lalu ia menceritakan bagaimana ia meminta putus dengan Diana setelah berhubungan kembali dengan wanita yang berada dalam pelukan nya hingga aksi bunuh diri itu.
"Kau jahat, Za. Dari dulu aku selalu kau jadikan simpanan," sungut Mentari di tengah isak tangis nya.
"Tari gak mau jadi istri kedua, Bu."
Ibu Lia menghela nafas panjang. "Pikirkan, nduk. Ini bukan seperti di Sinetron. Kau sudah tak gadis dan akan punya anak. Memang tak menutup kemungkinan akan ada laki-laki lain menerima mu tapi bagaimana dengan anakmu? seperti yang kita tahu, janda memiliki anak belum tentu ada laki-laki seperti Askar yang menerima kedua anak istrinya. Bagaimana kalau laki-laki itu hanya menerimamu? apa kau mau anakmu dibawa Reza? dan juga belum tentu istri Reza menerima anak mu," papar Ibu Lia tanpa emosi.
Mendengar penjelasan Ibu Lia membuat keduanya mengurai pelukan. Seakan mencerna ucapan wanita paruh baya di depan mereka.
__ADS_1
"Atau kau ingin tak menikah dan membiarkan anakmu kelak tak pernah bisa merasakan kasih sayang seorang ayah sepertimu, Tari?"
Tubuh Mentari menegang kemudian menggeleng karena ia begitu tersiksa tak pernah mendapat kasih sayang dari seorang ayah. Sewaktu kecil ia terus di bully karena tak memiliki ayah itu masih melekat dalam dirinya.
"Saya akan menikahi Mentari, Bu."
Mentari tersentak langsung menatap tajam ke arah Reza. "Aku belum menyetujui nya, Za. Kau pikir hukum sosial itu tak akan menghancurkan mental ku?"
"Oke, dua hari lagi kalian menikah di rumah Ustadz Zaki di dusun sebelah agar tetangga tak curiga dan hari Minggu acara 7 bulanan Mentari. Kau harus datang Reza."
Mentari semakkin tercengang dengan ucapan sang ibu yang dianggap tega olehnya.
"Bu, kenapa begini?"
❤️
TBC
__ADS_1