SETITIK CAHAYA (Janda Kesayangan Berondong Tampan)

SETITIK CAHAYA (Janda Kesayangan Berondong Tampan)
27. Maafkan aku, sayang


__ADS_3

"Ada apa dengan mu sayang? kau sakit? atau habis nonton drama sehingga memutuskan hubungan hanya karrna hal sepele seperti itu? aku bahkan tak pernah memikirkan restu dari mereka. Yang menjalani kita. Aku sudah pernah bilang, kau lah jawaban atas doa ku. Kau lah obat dari sakit ku."


Adzilla menggeleng. "Tolong. Pergi dan jangan pernah kembali. Mereka benar, aku gak pantas untukmu." Adzilla bangkit kemudian masuk ke dalam kamar tak berapa lama keluar dengan membawa seserahan yang ia berikan untuk Adzilla.


Lebih sakit melihat ketika Adzilla melepaskan cincin pertunangan mereka.


"Maafkan aku, As."


Askar menggeleng. "Jangan lakukan ini, sayang. Ku mohon." Ia menengadah menatap mata Adzilla yang sudah menganak sungai. Di raih kedua tangan pujaan hatinya lalu di kecup kedua punggung tangan itu.


"A-aku nggak bisa, As." jawab Adzilla dengan suara bergetar menahan tangis. Ketika pandangan mereka bertemu, Adzilla memalingkan wajah. Sungguh, tak dapat di bendung rasa yang sedang mekar harus dipaksa mati.


"Apa kau tak sayang padaku?" tanya Askar masih menggenggam kedua tangan Adzilla.


Air mata Adzilla tak dapat terbendung lagi. Sungguh ini amat berat. Ia tak sanggup namun harus melakukan demi kebaikan semuanya.


Adzilla duduk di sebelah Askar. Di usap air mata itu kemudian memaksa senyum. Tidak tahu keberanian dari mana. Kini tangan Adzilla sudah membelai surai hitam milik Askar.


"Aku sayang padamu, sungguh. Tapi kita enggak bisa menikah denganmu, As. Maafkan aku."


Askar menunduk membiarkan tangan lentik itu membelainya. "Kau tak menyayangiku, Zilla."


Askar menoleh dan tatapan mereka bertemu. Hatinya perih melihat air mata pujaan hatinya kembali membasahi pipi mulus itu.


"Begini saja, aku kasih waktu seminggu. Mungkin kamu masih merasa ragu dengan cintaku. Seminggu lagi aku kesini dan ku harap hatimu sudah baik-baik saja. Tapi ku mohon, jangan batalkan pernikahan kita." ucap Askar memutuskan dengan harapan pernikahan mereka tetap berlangsung.


Dengan senyuman, Askar kembali memakaikan cincin pertunangan mereka ke jemari manis Adzilla kemudian melakukan kebiasaannya mengecup ujung tiga jemarinya lalu di tempelkan ke kening pujaan hatinya cukup lama.


"Aku pulang. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam." gumam Adzilla hanya diam terpaku tanpa mengantar Askar sampai depan rumah.


...****...


Askar melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Hati dan pikiran nya sedang kacau. Tadi, dapat ia lihat luka yang sama dari mata Adzilla ketika mengatakan hendak membatalkan pernikahan. Tetapi ia juga dapat melihag perkataan Adzilla bukan lah candaan semata. Wanita itu bersungguh-sungguh.


Gelengan kepala merasa tak terima dengan keputusan sepihak Adzilla membuat bertekad mendapatkan hati dan kepercayaan Askar agar pernikahan itu tak batal.


Bukan hanya karena harus menanggung malu. Tetapi rasa yang ia miliki tak boleh putus di tengah jalan.


Sesampainya di rumah Hana. Askar langsung ke kamar mandi berwudhu karena ketika sampai tepat suara adzan berkumandang tanda sudah waktu sholat ashar.

__ADS_1


Usai itu di ambil peci dan sarung tanpa perduli Hana memerhatikan nya sedari tadi. Melajukan motor ke Masjid terdekat.


...****...


Duduk termenung di teras Masjid tanpa ada yang menemani. Rasanya tak semangat untuk berjualan hari ini. Hatinya telah patah walau mengatakan memberi waktu seminggu untuk Adzilla berfikir.


Dirinya sendiri merenung dan meresapi bagaimana perasaan nya kepada Adzilla. Cinta atau obsesi?


Menghela nafas panjang setelah mengetahui rasa hati sebenarnya.


"Robbi Hab Lii Mil Ladunka Zaujatan Thoyyibatan Akhtubuhaa Wa Atazawwaj Bihaa Watakuuna Shoohibatan Lii Fid Diini Wad Dun-Yaa Wal Aakhiroh."


Artinya: Ya Rabb, berikan lah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi, dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat.


...****...


Sepertiga malam di sebuah kamar rumah ayah Yusuf. Seorang wanita beranak dua menengadahkan tangan dengan derai air mata.


Memohon ampun dan meminta kekuatan untuk ikhlas menerima keadaan. Menyampaikan kata maaf dan mendoakan seseorang yang sudah mencuri hatinya. Mencuri perhatian nya.


Seseorang yang mampu membangkitkan lagi semangat hidupnya.


Askar.


Tetapi, keadaan harus memisahkan mereka. Mungkin takdir sedang ingin bermain pada mereka.


"Ya Allah, hanya padamu aku mengadu dan meminta. Engkau tahu bagaimana besarnya rasa ini di hatiku. Tapi, aku sadar. Aku harus berpisah dengan nya. Buatlah dia menerima keputusanku."


Dengan kedua tangan menutupi wajah, Adzilla menangis tersedu merasa tak sanggup.


"Ini sakit, As." Ia memukul dadanya ya g terasa sangat sesak.


"Anak ayah." panggil Ayah Yusuf di ambang pintu membuat Adzilla menoleh ke arah Ayah Yusuf langsung mengusap air matanya sendiri.


Adzilla menunduk tak tahan tatapan mereka bertemu apalagi Ayah Yusuf sekarang duduk di sebelahnya.


"Kenapa memutuskan nya jika kau sendiri tersiksa seperti ini, nak?" tanya Ayah Yusuf lemah lembut.


"Ini sudah keputusan Zilla, ayah."


"Dan mengabaikan perasaan Askar? mengabaikan perasaan Satria dan Sania?"

__ADS_1


Adzilla menunduk dalam tak berani menatap Ayah Yusuf ataupun menyela setiap kalimat yang terlontar dari mukut Ayah Yusuf.


"Ini demi kebaikan bersama, Ayah. Aku sudah siap untuk kehilangan dia." sahut Adzilla lirih dibarengi isak tangis memilukan.


Ayah Yusuf yang tak sanggup melihat itu langsung mendekap sembari mengelus punggung anak semata wayang nya.


"Maafin Zilla bakal buat ayah malu lagi."


"Tak apa, tapi ayah mohon pikirkan lagi keputusan mu hanya karena masalah itu."


Adzilla hanya mampu mengangguk saja. Ingin rasanya ia meneruskan pernikahan mereka tetapi setiap kata untuknya membuat sakit dan mungkin saja benar. Hingga membuat ia terpaksa mengambil keputusan sepihak.


Usai memberi ketenangan pada Adzilla, Ayah Yusuf keluar dari kamar itu.


"Aku sayang kau, As. Tapi aku enggak mau kau jadi adik yang durhaka dan tak bertanggung jawab."


"Maafkan aku, sayang."


❤️


TBC


Assalamualaikum.


Salam sehat dan bahagia untuk kita semua.


Maaf selama bulan puasa ini emak up hanya sekali karena emak puasa.


Emak adalah tipe orang yang susah mikir kalau perut lapar🤭


Di tambah, emak lagi siapin deadline dari editor Noveltoon dan emak lagi siapin novel untuk Pak Duda Wido, Anak pertama Qenan dan Nadira, anak kembar Jafar dan Rania, Lanjut lagi Aditya anak Pak Duda. Dan cerita dokter gadhing 🤣


Kerangka novel nya udah ada cuma bingung mana dulu yang mau di terbitin.


Di tambah udah mau lebaran. Mbak nya aku udah mau balik kesini dan aku nya harus beres² rumah karena bakalan di omelin.


Kebiasaan mbak aku gitu dari dulu😬😪 Padahal udah sama² nikah juga.


Belum lagi sibuk beli baju baru untuk anak² dan suami. Tapi jangan tanya aku udah beli baju baru belum ya? tentu udah sebelum puasa malah. 🤣


Oh iya, Tetap dukung karya emak ya. Yang utama Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA dan SETITIK CAHAYA (Janda Kesayangan Berondong Tampan)

__ADS_1


Emak bagi² gift dan akan di nilai melalui dukungan umum pada tanggal 30 pukul 00.00 wib ya sayang.


Jangan lupa Like, Komen, tap tanda love, vote, dan hadiah nya ya..


__ADS_2