
Rasa cinta yang berlebihan hingga berkembang menjadi cinta buta bisa membahayakan. Jenis cinta seperti ini membuat seseorang kehilangan objektivitas dalam memandang segala hal, termasuk kekurangannya. Selain itu cinta buta melahirkan obsesi. Ketika seseorang sudah mulai terobsesi kepada pasangan, maka secara tak sadar seseorang itu telah menempatkan diri sendiri dalam posisi yang lemah. Sebab bisa dikatakan seseorang itu bergantung kepada pasangan.
Malam itu, Teman-teman Sekolah Menengah Atas Mentari mengajak berkumpul karrna salah satu dari mereka berulang tahun.
Ingin menghubungi Reza? ingin tapi tak mungkin. Sadar bahwa dirinya hanyalah simpanan dan teman ranjang bila di butuhkan barulah di hubungi.
Malam ini Mentari mengenakan kemeja panjang kotak-kotak berwarna cokelat susu, celana kulot bahan denim, hijab pasmina senada dengan kemeja nya, dan seneakers juga tas selempang.
Sesampai di Kafe tempat mereka berkumpul, Mentari hanya bisa diam saja berada di sekitar teman nya. Dirinya merasa begitu banyak perubahan, benar-benar takut bila hubungan terlarang dengan Reza terbongkar.
Tubuhnya menegang ketika melihat tiga orang berjalan mendekati tempat mereka.
Reza bersama Diana, pacar pria itu.
Rizal, mantan pacar nya dahulu yang terpaksa ia pilih daripada Askar. Pria itu hanya pelarian karena ingin membalas Reza yang telah menduakan nya.
Ia pun memalingkan wajah ketika dua pria itu melihat kearahnya. Tidak ada yang tahu bila ia dan Reza memiliki hubungan semenjak sekolah, yang mereka tahu hanya Rizal lah mantan pacar nya.
"Ciye, balik juga kau, Zal? kangen sama Mentari?" celetuk salah satu teman sekolah mereka membuat Rizal tertawa.
Mentari pun tersenyum menanggapi. Hubungan mereka berakhir karena tak bisa berhubungan jarak jauh. Rizal harus pergi ke ibu kota karena kuliah disana.
Ponselnya bergetar pertanda ada pesan, ia pun membukanya.
Reza :
Senang mantan datang?
Mentari :
Kenapa? aku belum move on dari dia yang baik sama aku dari dulu.
Setelah menjawab pesan, ia memasukkan ponselnya kembali kemudian melirik Reza ternyata sedang menatap tajam padanya.
Untuk malam ini saja, ia ingin melupakan Reza. Jangan tanya cemburu atau tidak melihat Reza bersama Diana.
Acara malam itu pun terus berlanjut. Malam ini Askar tak datang karena Reza izin tak bekerja.
"Aku pulang awal ya gaes. Aku masuk kerja sebentar lagi." izin nya walau berbohong lalu mendatangi teman yang berulang tahun memberikan kado yang ia bawa.
Setelah itu ia pun hendak pergi tetapi rizal memanggilnya. Terpaksa berbalik badan. "Apa, Zal?"
"Pulang bareng?"
__ADS_1
Mentari menggeleng. "Aku bawa motor sendiri."
Rizal mengangguk. "Hati-hati."
Mentari memaksa tersenyum lalu melirik Reza masih menatapnya dengan tajam. "Iya, makasih." Ia pun berpamitan pada teman-teman nya yang lain baru benar-benar pergi dari Kafe tersebut.
...****...
Sesampainya di kamar kos, ia langsung ganti pakaian rumahan dan menghapus make-up yang menempel di wajahnya.
Kosan Mentari terletak jauh dari pemilik kos dan hanya seminggu sekali datang memeriksa hingga banyak anak kos yang membawa pacarnya kesini membawa pacar atau teman mereka.
Di lihat ponsel nya bergetar dengan nama Reza tertera di sana. "Andai aku bisa membuang rasa ini dan menyisakan rasa benci saja untukmu, Za."
Getar ponsel itu terus saja mengganggu hingga pada akhirnya Mentari mengalah.
"Apa?"
"Aku di depan kosan. Kau kemari atau aku yang kesana?"
"Ish, ngapain? yaudah aku kesana."
Terpaksa Mentari keluar untuk menemui Reza di depan kosan nya. Matanya terus memandang tubuh pria yang berdiri disana. Di akui, Reza tak setampan Askar tetapi hatinya memilih pria itu.
"Nih." Reza menyerahkan sebungkus makanan.
"Apa ini?" tanya Mentari sembari menerimanya.
"Nasi goreng. Ku lihat tadi kau belum sempat makan."
Mendengar jawaban Reza membuat hati Mentari menghangat. Begitulah Reza di balik kelakuan kejam padanya.
Mentari tersenyum. "Makasih, kau sudah makan?" tanyanya masih dengan senyuman.
Bukan nya menjawab, Reza memeluk erat Mentari membuat tanda tanya besar.
Ada apa dengan Reza?
Mentari tahu, Reza bukanlah pria romantis atau perhatian bila diluar seperti ini. Sejak masih sekolah dan memiliki hubungan rahasia dengan Reza, hanya ketika melakukan itu barulah Reza akan mengungkapkan apa yang dirasakan pria itu.
"Ayo aku temani makan."
Masih dengan senyuman Mentari mengangguk. Di teras kosan, Mentari membuka sebungkus nasi goreng langsung memakan nya karena sudah ada sendok bahan plastik juga di dalam bungkusan nasi goreng tersebut.
__ADS_1
Ia tahu jika dirinya diperhatikan oleh Reza. Tetapi ia merasa tatapan pria itu berbeda. Seperti ada sesuatu yang hendak di sampaikan padanya.
"Mentari."
"Ya." jawabnya baru saja kembali dari depan membuang sampah bungkusan tersebut.
"Bulan depan aku dan Diana akan bertunangan."
Deg
Hancur dan lebur sudah hidupnya. Jika sudah begini, apa yang harus diperbuat?
"Kenapa mendadak? terus aku gimana?" tanya Mentari menahan sesak dalam dada.
"Maaf."
Mentari menoleh menatap Reza begitu dalam. "Apa kau juga melakukan itu padanya sampai harus bertunangan lalu menikah? terus nasib ku gimana, Za? gak akan ada yang mau sama perempuan yang belum pernah nikah tapi sudah gak gadis lagi." sentak Mentari tanpa bisa membendung air mata nya lagi.
"Jangan mendekat. Kau tak ubahnya dengan pria penge cut. Kau baji ngan Reza." Bentak Mentari ketika Reza hendak memeluknya.
"Sungguh, aku benci sampai sekarang masih mencintaimu." Setelah mengatakan itu, ia masuk ke kamar kos nya meninggalkan Reza masih berdiri mematung.
...****...
Reza menatap nanar Mentari berjalan cepat dengan mengusap air mata. Sungguh, ia pun merasakan sakit itu.
Ketika mengetahui Mentari mendekati Askar membuat ia sakit hati dan menahan cemburu. Tetapi begitu mengetahui Mentari gagal, ada rasa bahagia di hati dan ingin kembali pada wanita itu.
Malam itu, dengan langkah pasti mendatangi taman kota dimana Diana telah menunggu nya. Ia menyampaikan untuk mengakhiri hubungan kemudian meninggalkan Diana begitu saja.
Namun sialnya, keesokan hari orang tua Diana mendatangi rumah ibunya memohon untuk tidak mengakhiri hubungan mereka karena Diana mencoba bunuh diri dengan mencoba meminum racun. Beruntung orang tua nya mengetahui tindakan wanita itu.
Apalah daya Reza jika sang ibu memohon padanya. Ingin sekali ia mengungkapkan apa yang terjadi pada dirinya dan Mentari. Tetapi ia tak ingin orang mengetahui dan menilai jelek Mentari.
Hingga satu minggu lalu, orang tua Diana datang kembali ke rumah ibunya meminta ia bertunangan dengan Diana.
Sudah mencoba menolak, tetapi lagi-lagi ia tak dapat melakukan apapun karena ibunya takut Diana melakukan tindakan bo doh lagi.
"Aku juga sama hancurnya, Mentari. Aku pun benci pada diri ini karena gak bisa berbuat apapun untuk hubungan rahasia kita."
❤️
TBC
__ADS_1