SETITIK CAHAYA (Janda Kesayangan Berondong Tampan)

SETITIK CAHAYA (Janda Kesayangan Berondong Tampan)
56. Bulan madu


__ADS_3

Dari diamnya Askar, Adzilla mengerti jika suami berondong nya ini masih di rundung rasa cemburu. Bagaimana tidak, mantan Ibu mertuanya meminta maaf bahkan berandai-andai dengan nya.


Adzilla menggeleng mengingat perkataan Ibu Suminah jika saja ia belum menikah dan ingin Bari rujuk padanya.


Saat ini mereka tengah berada di rumah Ayah Yusuf karena Satria dan Sania meminta menginap disana. Dan sekarang kedua anaknya itu tengah tidur siang bersama sang ayah.


Di elus kepala Askar yang berada di pahanya sedang menciumi perutnya yang rata. "Pi, sebentar lagi pasti Reza sudah di rumah."


Askar mengangguk. "Papi pingin di temani kerja kayak kita pacaran dulu," ucap Askar lirih.


Adzilla menunduk menatap lekat wajah sang suami, ia tersenyum dan mengangguk.


"Tapi sayang kan hamil."


"Gak apa, sekali ini saja. Aku juga bosen di rumah mulu kalau malam. Di tinggal mulu kalau malam, suamiku kayak vampire keluarnya malam-malam," sindir Adzilla dengan candaan.


Adzilla memekik kala hidung nya di tarik Askar kemudian mereka duduk berhadapan. "Tapi siang kan aku di rumah terus sama mami. Ayo kita bersiap," ajak Askar langsung bangkit begitu juga dengan Adzilla.


Setelah pamit dengan Ayah Yusuf dan kedua anak. Askar dan Adzilla berangkat ke rumah mereka mempersiapkan bahan untuk jualan setelah itu barulah ke lapak jualan mereka.


...***...


Sesampainya di lapak, Askar menggelar tikar berukuran kecil di belakang tempat mereka berjualan, lebih tepatnya berada di depan pintu toko yang mereka sewa.

__ADS_1


"Tunggu disini ya, kalau bosen bilang biar papi antar pulang," tutur Askar pada Adzilla. Tak lupa ia menyediakan cemilan dan air botol mineral untuk istrinya.


Askar mengecup kening Adzilla kemudian melanjutkan beberes untuk buka dagangan. Seperti biasa, kelima pemuda tersebut selaku melayani dengan ramah tamah. Bedanya Askar tak pernah lagi membalas godaan-godaan para gadis padanya.


Ia sadar, ada hati yang harus dijaga.


"As," panggil Reza.


"Hem."


"Aku tiga hari lagi izin gak masuk dan beaok izin datang terlambat ya," Reza belum berani bercerita tentang masalah yang ia hadapi sekarang.


Askar yang memang tak mempermasalahkan terpenting dalam sebulan jangan sampai lima kali libur selalu mengijinkan pekerja nya


Sesekali ia melirik melihat Adzilla yang juga melihat ke arah nya. Senyuman keduanya merekah kemudian.


...****...


Sebenarnya terjadi, Adzilla menjadi kesal sendiri ketika para gadis ataupun ibu-ibu menggoda suaminya.


Tentu saja ia tahu para ibu-ibu itu menggoda Askar dengan menawarkan anak gadis mereka.


"Resiko punya suami ganteng dan berondong gini, Zilla. Harus kuat mental," gerutu Adzilla kemudian mengycap istighfar berulang kali.

__ADS_1


...****...


Askar kembali melihat ke arah Adzilla dan ia tahu bila sang istri mulai bosan. Ia pun meninggalkan pekerjaan nya untuk mengantar istrinya pulang lebih dahulu.


Setelah berpamitan pada teman-teman nya dan melepas apron hitamnya, Askar menghampiri Adzilla.


"Ayo kita pulang," ajaknya pada Adzilla.


Setelah membantu Adzilla berdiri tak lupa ia elus perut rata sang istri. Tanpa menunggu jawaban dari sang istri langsung menuntun ke sepeda motornya.


"Capek?" tanya Askar sembari menggenggam tangan Adzilla yang melingkar di perut nya.


"Enggak, cuma bosen lihat perempuan lain godain papi."


Askar terkekeh langsung melajukan sepeda motornya ke arah yang berbeda bukan menuju rumah.


"Pi. Ngapain ke Hotel?" tanya Adzilla ketika Askar baru saja menghentikan sepeda motornya di tempat Parkir sebuah Hotel.


"Bulan madu," jawabnya mengerlingkan mata.


❤️


TBC

__ADS_1


__ADS_2