SETITIK CAHAYA (Janda Kesayangan Berondong Tampan)

SETITIK CAHAYA (Janda Kesayangan Berondong Tampan)
64. Aku akan selalu bersamamu


__ADS_3

Sudah seminggu Reza menginap di rumah Mentari tanpa menghubungi Diana. Rasanya sangat enggan bila mengangkat telepon atau sekedar membaca pesan di aplikasi hijau dengan icon gagang telepon tersebut.


Hingga kini Mentari juga belum tahu masalah rumah tangganya dengan Diana. Memang sering sekali Mentari bertanya mengapa tak pulang ke rumah Diana bahkan tak s gan Mentari memarahinya agar pulang ke kerumah menemui Diana.


"Sayang," panggil Reza melihat Mentari sedang duduk selonjoran memainkan ponsel.


"Ya," sahut Mentari menoleh kearah Reza sekilas lalu menatap layar ponsel kembali.


Reza mendekati Mentari duduk di samping istri keduanya itu. "Lihat apa sih?"


Mentari menyodorkan ponsel pada Reza. "Baca saja," jawab Mentari dengan wajah datar.


Reza melihat status Diana yang baru beberapa menit lalu di-posting pada aplikasi biru dengan huruf F sebagai icon nya.


Sudah seminggu suami gak pulang tanpa kabar. Aku rindu. Apa kau punya yang baru?


Begitulah status ter-update dari akun Diana. Reza menatap Mentari yang sudah mengembun. Ia pun menghela nafas panjang lalu mendekap Mentari.


"Itu hanya pencitraan, Tari. Kami punya masalah besar dan aku baru tahu saat Ibu meninggal," ucap Reza lirih. Sepertinya ia harus menceritakan masalah rumah tangganya.


Mentari hanya diam karena tahu batasan untuk tidak ikut campur.


Reza menceritakan kejadian Minggu lalu dimana ia mendapati Diana sedang melakukan hubungan suami istri dengan pria yang ia kenal sebagai sepupu Diana.

__ADS_1


Mentari menutup mulutnya dengan kedua tangan tak menyangka bila Diana yang terlihat lugu dan manja akan melakukan itu.


"Dia juga sudah gak gadis saat aku gauli dia, Tari!" ucap Reza lirih semakin membuat Mentari terkejut.


"Aku juga sudah gak gadis saat kau nikahi aku," Mentari pura-pura sedih mengalihkan pembicaraan karena kini ia tahu alasan Reza tak pulang ke rumah istri pertamanya dan banyak diam.


Reza menunduk mencoba tersenyum. "Ya memang kau sudah gak gadis saat kita menikah tapi akulah yang sudah mengambilnya darimu,"


"Iya. Dan kau mengambilnya hanya untuk kesenangan mu saja," Mentari cemberut lantas membuat Reza terkekeh.


"Tapi kau juga menikmati, kan?"


"Idih, mana ada."


Reza justru tertawa. "Oh ya? buktinya kau selalu mende sah menyebut namaku," olok Reza membuat Mentari menyembunyikan wajah ke dada Reza karena merasa malu.


Mentari yang menyembunyikan wajah di dada Reza menelan saliva mendengar suara berat Reza. Tentu saja ia sudah hafal dengan suara itu apalagi tangan Reza sudah bergerilya di punggung membuat tubuh Mentari menggeliat.


"Za. Ini masih siang," ucapnya berharap Reza mengurung niat untuk meminta melakukan itu.


"Tapi adik ku sudah bangun,"


Mentari pasrah. Apalagi ketika Reza menggendongnya masuk ke dalam kamar. Membuka seluruh pakaiannya juga yang dikenakan Reza.

__ADS_1


...****...


Selesai berhubungan, keduanya masih baring di ranjang. Reza mengelus perut buncit Mentari.


"Za, pulanglah. Selesaikan masalahmu dengan Diana," ujar Mentari.


"Besok aku akan pulang. Setelah itu kau akan tinggal di rumahku,"


Lagi-lagi Mentari terkejut. "Jangan membuat aku semakin jelek di mata orang, Za. Aku gak mau dianggap perusak hubungan kalian," ucap Mentari.


"Enggak sayang. Semua sudah aku pikirkan, aku juga gak mau jauh darimu apalagi bulan depan sudah masuk bulan ke-sembilan. Ingat kata almarhumah Ibu? kau selalu dekat denganku,"


Mentari hanya diam. Perkataan-perkatan Ibu Lia terngiang di benaknya.


"Apapun masalah kalian, jangan pernah pergi. Tetaplah bersama Reza."


"Jadi istri kedua memang sulit tapi jika istri pertama tak dapat mencukupi keinginan lahir batin suami maka tetaplah bersama suamimu."


"Suatu saat kau akan tahu mengapa Ibu menyuruhmu menikah dengan Reza walau sudah punya istri."


Mentari memejamkan mata setelah bergelut dengan pikiran. Yang disadari adalah inilah jawaban atas perkataan Ibu nya waktu lalu.


*Aku akan selalu bersamamu,

__ADS_1


❤️


TBC*


__ADS_2