
Sore ini om Amir berkata padaku.
"Mira aku pulang ya, istriku sudah menunggu ku di rumah"
"Ia jawab ku pulang lah, dalam hati ku berkata pulang sana aku juga tidak butuh dirimu"
Hasan menatapku ketika aku mengantarkan om Amir pulang, setelah om Amir pulang, Hasan menghampiriku dan tiba-tiba dia memegang tangan ku.
"Mira bagaimana keadaanmu, hati ku hancur Mira melihat mu harus tidur dengan om Amir"
Tiba-tiba Hasan melihat memar yang ada di tangan ku, dan menarik ku ke dalam rumah.
"Ibu.... ibu" teriakan Hasan
mbok ijah berlari. "Ada apa Hasan"
"Ambilkan obat bu Mira terluka"
Mbok ijah berlari, Hasan masih saja menatapku dengan tatapan yang penuh makna, aku hanyut dalam tatapannya, hati ku luluh dalam perhatian dan cinta Hasan.
"Ada apa loh non, kok bisa begini"
"Gak apa apa mbok"
__ADS_1
Mbok Ijah melihat Hasan memegang tangan Mira.
"Hasan apa yang kau lakukan pada non Nira lepeskan tangan non Mira, ingat Hasan non Mira adalah nyonya mu, dan dia adalah punya om Amir, kita pembantu disini" naik Ijah terlihat sangat marah sekali karna dia melihat cinta dimata anaknya.
"Ibu aku mencintai Mira bu, aku tulus padanya"
"Hasan panggil mbok Ijah kita adalah pembantu disini dan om Amir telah berjasa buat kamu kuliah, kalau kamu ketauan mencintai Mira bisa dia mengusir kita, kamu tau sendiri sifat om Amir, dia tidak suka kalau ada yang merebut Mira"
Mira mendengar itu langsung terdiam dan sedih, tak ada lagi yang bisa dia perbuat selain sabar dan mulai akan menjauhi Hasan, dihatinya sebenarnya ada rasa pada Hasan karna Jalan adalah cinta pertamanya, tapi apa mau di kata, dia harus mengubur cintanya dalam-dalam kepada Hasan demi kebahagiaan Hasan juga.
"Mbok ijah jangan kwatir saya juga akan menjauhi Hasan mbok, mbok tenang ya, saya juga gak mau lihat mbok dan Hasan susah cuma lantaran karna saya, saya juga tau diri kok mbok siapa saya dan Hasan"
Hasan tiba-tiba memegang tanganku.
"Hasan aku ingin melihatmu sukses dan bahagia, bila kau dengan ku kau tak akan bahagia"
Hasan memeluk Mira di depan mbok Ijah. Mbok Ijah melarang Hasan memeluk Mira.
"Hasan jangan peluk non Mira dengarkan ibu"
Hasan tak mau mendengar perkataan ibunya dan masih tetap memeluk Mira dan Mira berkata pada Hasan.
"Hasan kalau kau mencintai aku dengan setulus hatimu lepaskan pelekanmu sekarang Hasan, aku ingin kau sukses jadi lepaskan pelukanmu"
__ADS_1
Hasan melepaskan pelukannya pada Mira.
"Mbok ijah dan Hasan ayo kita duduk di sofa kita bicarakan bersama-sama"
"Ia non, aku tau non Mira baik, tapi non tau lah posisi kami disini"
"Ia mbok Mira tau, dan tak mungkin juga aku sama Hasan mbok. aku juga tidak mau keluarga ku kenapa-kenapa"
"Ia non, dengar Hasan kamu harus dengerin kata-kata ibu, non Mira saja bisa ngerti, Hasan kamu besok harus ngebut kembali ke kos mu saja jangan disini lagi, kamu harus kuliah yang benar"
"Aku gak mau ibu"
"Hasan ucap Mira kalau kamu benar mencintai aku, tinggalkan aku, tunjukkan kamu bisa sukses dan jangan pernah temui aku lagi"
"Mira sebelum aku pergi izinkan aku mengobati lukamu ya, dan izinkan besok aku mengajakmu pergi meski sehari saja, ibu izinkan aku ya"
"Ia ibu izinkan tapi cuma sehari, lagian om Amir besok tidak kesini, tapi setelah itu kamu harus kembali ke kampus, kuliah yang benar mengerti"
"Ia ibu hasan mengerti, kalau hasan sudah sukses hasan akan jemput Mira"
"Ya itu terserah kamu ucap mbok Ijah"
Hasan mengobati tangan Mira dengan hati-hati sekali dan Mira hanya bisa menatap Hasan
__ADS_1
bersambung