
Mira pulang dengan hati yang sangat hancur sekali, dan Adrian melihatnya.
“Ada apa kakak, kok kakak sedih kelihatannya”
“Kakak tidak apa-apa, kakak mau istirahat sebentar ya, kepala kakak sangat pusing sekali”
“Ia kakak”
“Sudah Adrian tak usah menggangu, kakak. Adrian main sama mbok saja ya”
“Baik mbok”
Mira langsung saja pergi ke kamar untuk menenangkan fikirannya, Mira tidur di atas kasurnya dan meluapkan semua kesedihannya, dan meratapi apa yang sudah terjadi sebenarnya.
“Tuhan tak berhakkah aku bahagia, kenapa ini semua harus terjadi dengan kehidupanku, aku hanya ingin bahagia Tuhan”
Tak lama ponselnya berbunyi, Mira melihat panggilan dari suminya, karna marah awalnya Mira tak mengankat telfon dari suaminya, namun Rico masih saja menelfonnya terus menerus dan akhirnya mirapun mengangkat telfon dari Rico tersebut.
“Halo sayang lagi apa?’
__ADS_1
Mira menjawab dengan sangat ketus sekali” Apalagi yang ibu rumah tangga lakukan di rumah mas selain masak”
“Oh lagi masak, sayang maaf ya hari ini aku tidak bisa pulang karna tiba-tiba aku ada tugas di luar kota”
“oh ia mas tidak apa-apa, emang pergi dengan siapa?’
“Biasalah dengan tim kantor”
“Bukan sama selingkuhanmu!!!!!”
“kamu bilang apa Mira, Cuma kamu yang ada di hatiku tak ada wanita lain, dan tak mungkin bisa aku berselingkuh darimu”
Mira tak memberitahu siska, karna ia ingin sendiri.
Sorepun Tiba, Rico dan gadis cantik nan elok itu keluar dari kantor bersama-sama, dengan tidak malu lagi mereka berpegangan tangan dan masuk ke dalam mobil berdua.
Mira membututi suaminya dan tak disangka mobil mereka berhenti di sebuah hotel, benar sekali Rico sekali lagi membohongi Mira.
Hati perempuan mana yang tak sakit hati melihat suaminya masuk ke dalam hotol, dan pikiran Mira berfikir jauh ke depan apa yang di lakukan suaminya di dalam hotel dengan wanita seksi itu.
__ADS_1
Hati mira sangat mendidih seperti terbakar, hancur tak bersisa yang tersisa sekarang kemarahan yang ia pendam dalam hati, untuk apa laki dan perempuan menyewa kamar di hotel kalau bukan untuk berhubungan layaknya suami istri, belum cukupkan pengorbanan Mira, benar sekali jabatan dan uang dapat membutakan segalanya.
Setelah 30 menit, Mira turun dan masuk ke dalam hotel untuk mengetahui apa yang di lakukan mereka dalam kamar.
Mira meminta kunci dari repsesionis dengan memberikan imbalan ke resepsionis itu, dan akhirnya Mira mendapatkan kunci tersebut dan langsung menuju kamar dimana suami dan selingkuhannya berada, sesekali Mira menarik nafasnya untuk menenangkan hatinya, dan menyiapkan hatinya untuk siap apa yang akan ia lihat nanti.
Mira tiba di pintu kamar hotel yang di pesan suaminya, ingin sekali ia cekik suaminya dan memakinya atas apa yang ia perbuat padanya.
Mira akhirnya memberanikan diri untuk membuka kamar itu, dan setelah terbuka ia sangat kaget tentang apa yang di lihatnya, benar saja suaminya sedah berada dalam selimut yang sama dengan wanita itu.
“Rico apa yang kau lakukan dengan wanita ini di dalam kamar ini”
Rico segera memakai celananya dan mendekati Mira yang sedang marah”
“Sayang maafkan aku, aku khilaf sayang”
Teriakan gadis selingkuhan rico yang taktau malu.
“Sayang apa kamu lebih memilih istrimu yang gendut itu, aku lebih canti dari dia, dan aku akan segera kasih kamu keturunan jika kau ceraikan dia”
__ADS_1
Bersambung