
Kami melewatkan waktu kami di pinggir pantai, aku dipelukan Hasan tak terasa air mataku menetes, tiba-tiba ada seorang pengamen datang dan bernyanyi.
Cinta memang tak selama nya bisa indah
Cinta juga bisa berubah menjadi sakit
Begitu yang kurasakan kini
Perih hatiku tinggal kehancuran
Tak pernah terbayangkan
Dan tak pernah terpikirkan
Cintamu dan cintaku akan berpisah
Namun harus kurelakan itu
Untuk hidupmu agar lebih baik
Maafkan aku
Setulus hatimu
Kepergian diriku itu bukan keinginanku
Terima saja dengan pilihan yang lain dari orang tuamu
Jangan bersedih dengan keadaan ini
Jika kamu menangis
Aku juga ikut menangis
Terima saja semua ini kulakukan
Untukmu
Maafkan aku
Setulus hatimu
__ADS_1
Kepergian diriku itu bukan keinginanku
Terima saja dengan pilihan yang lain dari orang tuamu
Oh jangan bersedih dengan keadaan ini
Jika kamu menangis
Aku juga ikut menangis
Terima saja semua ini kulakukan
Demi kebaikanmu
Oh jangan bersedih dengan keadaan ini
Jika kamu menangis
Aku juga ikut menangis
Terima saja semua ini kulakukan
Terima saja semua ini kulakukan
Untukmu
Ku hapus air mataku pada pipiku.
"Hasan kau harus jadi orang yang sukses biar kita bisa bersatu"
"Ia Mira aku janji"
Tak terasa waktu sudah menjelang sore dan kami pun harus pulang ke villa kembali, Tiba-tiba Hasan mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya, ku lihat adalah sebuah cincin dan dia bersujud di kaki ku dan berkata.
"Mira aku sangat menyayangimu, ini cincin untukmu, dan aku harap kau dapat menyimpannya selalu untuk kenang-kenangan dariku, jika aku kembali nanti aku akan langsung melamarmu"
"Ia Hasan terimakasih"
Jalan memakaikan cincin itu ke jari manisku, dan aku sangat bahagia sekali, dan aku langsung memeluknya dan kami juga berpelukan kembali sebelum kami pulang ke rumah.
Kami harus pulang ke rumah karna hasan sore ini juga harus kembali ke jakarta untuk kuliah kembali.
__ADS_1
Setibanya kami di rumah, mbok ijah sudah menunggu kami dan mbok juga sudah mempersiapkan baju-baju Hasan.
Hasan langsung berpamitan dengan mbok Ijah.
"Ibu doakan aku ya bu, aku akan kembali kuliah lagi, doakan anakmu ini sukses bu"
"Ia Hasan jangan kembali ke sini lagi, soal uang nanti ibu kirim setiap bulannya, kamu baik2 disana jaga kesehatan juga"
"Ia bu, ucap hasan"
Hasan langsung memeluk ibunya dan dia berpamitan dengan Mira.
"Mira aku pamit ya, kamu jaga diri baik-baik dan tunggu aku"
"Ia hasan"
Setelah itu Hasan pergi meninggalkan ibunya dan Mira, Mira hancur sekali dia langsung berlari ke kamar dan menangis dengan kencang.
"Tuhan mengapa kau ambil orang yang aku sayang, tak layakkah aku bahagia, tak pantaskah aku merasakan cinta"
Mbok ijah masuk ke kamar Mira
"Yang sabar ya non jangan sedih, Hasan tak akan lama"
Tiba-tiba Mira tidak enak badan, perut nya sakit rasanya mual dan ingin muntah-muntah.
"Mbok aku rasanya badanku tidak enak mbok"
"Mungkin masuk angin non"
Mira langsung masuk ke kamar mandi dan lalu muntah-muntah dan badannya lemas sekali.
"Non mungkin non hamil, coba non tes pakai alat ini, mbok ijah mengeluarkan alat tespek"
"Apa mungkin mbok, mira lalu mengecek ke kamar mandi dan dia setelah cek tau muncul garis merah 2 yang menandakan dia hamil"
"Mbok aku hamil, Mira mengucapkan sambil menangis"
"Ia non jaga baik-baik ya"
Antara senang perasaan Mira campur aduk jadi satu, dia tak ingin bayi itu, tapi dia ingin hamil biar dia bebas
__ADS_1
bersambung