
feeling seorang istri itu sangat tajam sekali, Mira merasa ada yang aneh dengan suaminya. Mira masih saja terngiang-ngiang dengan perkataan ibu yang di pasar itu dan atas apa yang di liat lipstik di baju suaminya.
Serta Mira baru sadar kenapa uang bulanannya berkurang. dia memberi alasan itu buat ibu nya makanya Mira menyetujui saja dan tanpa curiga sedikpun pada Rico.
Pagi itu, Rico perpamitan pada Mira.
"Sayang aku berangkat kerja"
"Ia mas"
Seperti biasa, Rico pergi kerja setiap paginya, dan sekarang Mira tak secantik dulu, badannya semakin gemuk dan seperti tak terurus karena sibuk dengan mengurus rumah tangga hingga Mira lupa untuk merawat tubuhnya.
Mira berdiri di depan kaca, dia melihat tubuhnya di kaca, dan dia baru sadar bahwa dia tak secantik dirinya yang dulu.
"Ya Tuhan, tubuhku tak seramping dulu"
Mira langsung saja bergegas membuntuti suaminya, karna dia masih kepikiran apakah yang di katakan ibu itu benar atau tidak, Mira memesan sebuah taksi online untuk membuntuti Rico.
Rico yang sekarang sangat berbeda dengan Rico yang dulu, dia karna kerja kerasnya mendapatkan promosi untuk naik jabatan, badannya tambah putih dan wangi membuat wanita kagum apabila melihatnya, mobil yang bagus dan jabatan yang sangat bagus, membuat wanita pada tertarik padanya.
__ADS_1
Rico berhenti di parkiran kantornya, dan tak di sangka Mira melihat suaminya sudah di tunggu wanita cantik, tak berjllbab dengan baju kantor yang semakin anggun, badannya tinggi, bodinya bagus bak gitar spanyol, membuat laki-laki yang melihat pasti tergoda, apalagi kulit mulusnya yang tak bercela di tubuhnya membuat kecantikannya sangat terpancar.
Mira melihat mereka di dalam taxi, tak ada yang aneh dengan mereka, cuma gadis itu menyapa Rico, terdengar suara mereka sebelum masuk kantor.
"Pagi pak, hari ini bapak terlihat berbeda sekali tambah wangi saja"
"Ah kamu bisa saja, ayo masuk kantor"
"Ia pak"
Sepintas tak ada yang aneh dengan mereka berdua, namun gerak mereka yang semakin mencurigakan Mira, bagaimana tidak, Mira melihat gadis cantik itu tiba-tiba memegang tangan Rico, Mira sangat kaget sekali, apa yang sebenarnya terjadi antara mereka berdua, apakah benar Rico berselingkung atau mungkin ini semua karna rasa curiga Mira saja.
Mira langsung menelfon temannya yang kerja disana.
"Ia Mira, ada apa, bagaimana kabarmu, tumben pagi-pagi telfon aku, ada apa?"
"Anita aku mau kamu jujur padaku"
"Ia ada apa sebenarnya"
__ADS_1
"Anita, apakah Rico berselingkuh dengan wanita lain di kantor'
Anita mau jujur tentang apa yang terjadi namun dia takut menyakiti hati sahabatnya.
"Anita kenapa kamu diam?"
"Tidak apa-apa mira, tidak kok suamimu tidak selingkuh, mungkin itu hanya perasaan mu saja?"
"Tapi aku melihat rico, akrab dengan seorang gadis di depan kantor?"
"Itu sekertaris pak Rico, yang baru memang dia cantik sekali dan mulus heeee"
"Sudahlah kamu jujur saja padaku Anita, aku tak akan sakit hati kok, aku janji"
"Begini saja, nanti pas jam makan siang kamu ke rumah makan yang aku share lokasi saja, nanti kamu akan tau yang sebenarnya, apakah kecurigaanmu itu benar atau salah"
"Ia kalau begitu"
#'Sudah kamu pulang aja nanti jam makan siang kamu ketempat yang aku kasih tau, dan siapkan mental kamu baik-baik ya!"
__ADS_1
"Ia Anita terimakasih"
bersambung