
Meski entah yang berada diujung waktu
Aku tidak boleh duduk termanggu
Waktu sekarang akan segera berlalu
Sedangkan mimpi harus berada dipangkuanku
Walaupun samar bayangan masa depan
Sedangkan aral sudah pasti membentang jalan
Kuatkan kaki untuk tetap bertahan
Agar tercapai semua harapan
Hidup memang tak mudah dijalani
Tapi yakinlah setiap kehidupan mempunyai arti
Meski beban tiap hari kian menindih
Dan problem membuat jiwa-jiwa letih
Meski jalanan terjal dan berliku
Ingatlah ada mimpi yang membuai keindahan
Jangan sia-siakan tiap jengkal asamu
Karna pelangi hadir selepas hujan.
Ku lihat jam dinding yang menunjukkan jam 06.00 aku masih ada di atas ranjang, lelah sekali akibat keganasan om Amir, rasanya perih sekali, untuk berdiri rasanya sakit sekali, aku memanggil mbok ijah.
"Mbok..... mbok panggil ku"
"Mbok ijah berlari ke kamar ku"
"Ia non ada apa?"
"Aku ingin ke kamar mandi mbok tapi gua ku sakit sekali mbok"
Seperti biasa setelah bercinta denganku, pak Amir pulang ke istrinya, aku memang layaknya seperti barang setelah dia puas aku ditinggalkan begitu saja.
"Non demam non"
"Ia mbok, rasanya badanku sakit semua mbok"
"Hasan...... Hasan teriakan mbok Ijah pada anaknya"
Hasan juga berlari ke kamar ku.
__ADS_1
"Ada apa bu, ucap hasan"
"Bantu non Mira dia mau ke kamar mandi, mbok gak bisa angkat non Mira"
"Ia mbok" Hasan langsung saja angkat Mira, Hasan laki-laki yang kuat sekali jadi mudah baginya untuk angkat non Mira
Hasan mengangkat Mira, sambil memandang mata Mira, Mira pun terpana dengan kegagahan Hasan dan dia mulai merasakan butir-butir cinta dihatinya, Hasan laki-laki pertama yang membuat dia jatuh cinta. Dalam hatinya berkata.
"Tak pernah ku duga
Ku jumpai keindahan yang begitu memukau mata
Begitu indah nan mempesona
Aku terpana
Akan keindahan yang tak pernah ku jumpai sebelumnya
Aku terus terpaku
Seakan kau hentikan waktuku
Saat kau ukir senyum di bibirmu
Aku tenggelam dalam pesonamu
Mulai ku rasa
Saat ku tatap indah matamu Mira
Sukar dimengerti oleh logika
Perlahan
Rasa ini kian pasti
Hanya dimengerti oleh hati
Karna hati ini yang menjalani
Cintamu mulai menyapaku
Mengusir sepinya waktu
Saat sebelum hadirmu
Menghiasi mimpi,dalam benak sunyiku
Bila memang kau tercipta untukku
Maka,ijinkan aku mengenalmu
__ADS_1
ijinkanlah aku menjadi bagian hidupmu
Sempurnakan aku dengan cintamu
Jadilah cahaya,yang bersandar di hatiku
Dan aku berharap
Semoga kali ini
Akan menjadi cnta yang sejati
Yang akan selalu menemani
Dalam setiap hembusan nafas ini"
"Hasan sudah nyampai kamar mandi ucap Mira"
"Maaf non aku melamun"
"Tidak apa-apa, kamu tunggu disini saja"
"Ia non"
Mira baru saja berjalan selangkah tapi dia mau terjatuh dan Hasan membantunya.
"Hati-hati non jalannya, aku gak mau non terluka"
Hasan ucap Mira.
"Non masuk saja aku tunggu sini"
Mira masuk ke dalam kamar mandi. Hasan menyukai Mira sekaligus sangat iba sekali sama Mira.
Mira keluar kamar mandi, dan Hasan kembali mengangkatnya keatas kasur.
"Hasan trimakasih ya sudah membantuku"
"Ia non sama-sama"
"Hasan nanti sore anterin aku ya, aku mau pulang ke rumah aku kangen bertemu ibuku, aku sudah izin sama pak Amir, dan dia memperbolehkan aku pulang diantar kamu"
"Ia non aku juga tidak ada jam kuliah, sekarang non makan terus minum obat, biar non kuat dan sehat, non tidak mungkin kan mau pulang dengan kondisi yang begini, kalau non sakit nanti ibu non kuwatir"
"Ia Hasan trimakasih atas perhatian mu ya, aku senang sekali bisa bertemu dengan mu dan ibu mu"
"Ia non, bukannya kita sesama manusia harus saling membantu"
Sikap hasan membuat Mira semakin jatuh cinta padanya, tapi dia sadar siapa laki-laki yang mau mencintai perempuan selingkuhan seperti dia.
bersambung
__ADS_1