Simpanan Lelaki Tua

Simpanan Lelaki Tua
sedih


__ADS_3

Meski entah yang berada diujung waktu


Aku tidak boleh duduk termanggu


Waktu sekarang akan segera berlalu


Sedangkan mimpi harus berada dipangkuanku


Walaupun samar bayangan masa depan


Sedangkan aral sudah pasti membentang jalan


Kuatkan kaki untuk tetap bertahan


Agar tercapai semua harapan


Hidup memang tak mudah dijalani


Tapi yakinlah setiap kehidupan mempunyai arti


Meski beban tiap hari kian menindih


Dan problem membuat jiwa-jiwa letih


Meski jalanan terjal dan berliku


Ingatlah ada mimpi yang membuai keindahan


Jangan sia-siakan tiap jengkal asamu


Karna pelangi hadir selepas hujan.


Ku lihat jam dinding yang menunjukkan jam 06.00 aku masih ada di atas ranjang, lelah sekali akibat keganasan om Amir, rasanya perih sekali, untuk berdiri rasanya sakit sekali, aku memanggil mbok ijah.


"Mbok..... mbok panggil ku"


"Mbok ijah berlari ke kamar ku"


"Ia non ada apa?"


"Aku ingin ke kamar mandi mbok tapi gua ku sakit sekali mbok"


Seperti biasa setelah bercinta denganku, pak Amir pulang ke istrinya, aku memang layaknya seperti barang setelah dia puas aku ditinggalkan begitu saja.


"Non demam non"


"Ia mbok, rasanya badanku sakit semua mbok"


"Hasan...... Hasan teriakan mbok Ijah pada anaknya"


Hasan juga berlari ke kamar ku.

__ADS_1


"Ada apa bu, ucap hasan"


"Bantu non Mira dia mau ke kamar mandi, mbok gak bisa angkat non Mira"


"Ia mbok" Hasan langsung saja angkat Mira, Hasan laki-laki yang kuat sekali jadi mudah baginya untuk angkat non Mira


Hasan mengangkat Mira, sambil memandang mata Mira, Mira pun terpana dengan kegagahan Hasan dan dia mulai merasakan butir-butir cinta dihatinya, Hasan laki-laki pertama yang membuat dia jatuh cinta. Dalam hatinya berkata.


"Tak pernah ku duga


Ku jumpai keindahan yang begitu memukau mata


Begitu indah nan mempesona


Aku terpana


Akan keindahan yang tak pernah ku jumpai sebelumnya


Aku terus terpaku


Seakan kau hentikan waktuku


Saat kau ukir senyum di bibirmu


Aku tenggelam dalam pesonamu


Mulai ku rasa


Saat ku tatap indah matamu Mira


Sukar dimengerti oleh logika


Perlahan


Rasa ini kian pasti


Hanya dimengerti oleh hati


Karna hati ini yang menjalani


Cintamu mulai menyapaku


Mengusir sepinya waktu


Saat sebelum hadirmu


Menghiasi mimpi,dalam benak sunyiku


Bila memang kau tercipta untukku


Maka,ijinkan aku mengenalmu

__ADS_1


ijinkanlah aku menjadi bagian hidupmu


Sempurnakan aku dengan cintamu


Jadilah cahaya,yang bersandar di hatiku


Dan aku berharap


Semoga kali ini


Akan menjadi cnta yang sejati


Yang akan selalu menemani


Dalam setiap hembusan nafas ini"


"Hasan sudah nyampai kamar mandi ucap Mira"


"Maaf non aku melamun"


"Tidak apa-apa, kamu tunggu disini saja"


"Ia non"


Mira baru saja berjalan selangkah tapi dia mau terjatuh dan Hasan membantunya.


"Hati-hati non jalannya, aku gak mau non terluka"


Hasan ucap Mira.


"Non masuk saja aku tunggu sini"


Mira masuk ke dalam kamar mandi. Hasan menyukai Mira sekaligus sangat iba sekali sama Mira.


Mira keluar kamar mandi, dan Hasan kembali mengangkatnya keatas kasur.


"Hasan trimakasih ya sudah membantuku"


"Ia non sama-sama"


"Hasan nanti sore anterin aku ya, aku mau pulang ke rumah aku kangen bertemu ibuku, aku sudah izin sama pak Amir, dan dia memperbolehkan aku pulang diantar kamu"


"Ia non aku juga tidak ada jam kuliah, sekarang non makan terus minum obat, biar non kuat dan sehat, non tidak mungkin kan mau pulang dengan kondisi yang begini, kalau non sakit nanti ibu non kuwatir"


"Ia Hasan trimakasih atas perhatian mu ya, aku senang sekali bisa bertemu dengan mu dan ibu mu"


"Ia non, bukannya kita sesama manusia harus saling membantu"


Sikap hasan membuat Mira semakin jatuh cinta padanya, tapi dia sadar siapa laki-laki yang mau mencintai perempuan selingkuhan seperti dia.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2