
“maaf mba, tuan Amir akan segera kami bawa ke ruang oprasi”
“Ia suster silahkan”
Adrian yang masih memeluk ayahnya sambil tertidur di bangunkan oleh Mira.
“Adrian sayang ayo bangun”
Adrian membuka matanya dan masih sangat bingung sekali, kenapa di ruangan itu banyak perawat, maklumlah bagi anak berusia 5 tahun itu sangat bingung apa yang sebenarnya terjadi oleh ayahnya.
“Aku mau disni saja kak, mau temani ayah”
“Ayah mau di pindahkan di ruangan yang lain yang jauh lebih besar dan bagus dari ruangan ini nak”
“Oh mau cari tempat yang lebih bagus, iaboleh kalau gitu”
Adrian turun dari tempat tidur ayahnya, sambil berbisik di telinga om amir.
“Ayah sayang, aku turun dulu, ayah mau pindah ke ruangan yang bagus, biar ayah cepat sembuh”
Semua mata tertuju pada Adrian anak sekecil itu, pemikirannya sudah sangat dewasa sekali.
“Ayo kakak gendong kita pindah kamar”
“Adrian tidak mau di gendong kan aku sudah besar, aku mau jalan kaki saja kak”
__ADS_1
“siap kalau begitu, memang adrian sudah besar”
Mira menguatkan dirinya agar tidak bersedih di hadapan Adrian, Rico dengan sabarnya mendampingi Mira.
Ayo anak ganteng kita jalan, dan om Amir di bawa ke ruangan oprasi. Setelah om Amir masuk ke dalam ruangan oprasi, Mira dan Adrian duduk di depan ruangan oprasi.
“kakak, kok kita tidak bisa masuk temani ayah?”
“Nanti kita masuk sayang, sekarang biar dokter menyembuhkan ayah duku, kita tidak boleh ganggu dokter, Adrian kan mau liat ayah sembuh jadi biarkan dokter nyembuhin ayah dulu, kita tunggu di luar dulu ya”
“Oh gitu ya kak, Adrian mengerti. Nanti kalau Adrian sudah besar, mau jadi dokter juga biar bisa sembuhin ayah dan ayah tidak akan sakit lagi seperti sekarang, karna adrian sangat sayang sekali dengan ayah”
“Ia sekarang Adrian doakan ayah dulu ya”
“Tuhan cepat sembuhkan ayah, Adrian tidak mau sendirian, dan adrian sangat sayang sama ayah, Tuhan tau kan ayah orang yang baik, jadi cepat sembuhkan ayah Adran”
Mira semakin yakin, bahwa selama ini tuan dan nyonya amir bagus sekali mengasuh Adrian sehingga Adrian tumbuh menjadi annak yang dewasa dan pintar sekali.
Jam sudah menunjukkan jam 13.00 dan adrian belum makan siang.
“Sayang belikan makan ya, kamu dan adrian pastinya belum makan kan”
“kamu juga belum makan sayang, aku belikan sekalian ya”
“Ia mas, aku pesan makanan seperti biasa”
__ADS_1
“Ia”
“Adrian mau makan dan minum apa, ucap Rico. Om mau keluar beli makan”
“adrian mau cumi-cumi goreng dan jus alpukat om”
Rico sangat kaget, mengapa minuman dan makanan ke sukaannya sama dengan Mira dan prilakunya juga sama dengan Mira. Rico semakin yakin untuk cepat-cepat menikahi Mira, karna Mira adalah wanita yang sangat baik dan pantas untuk dia jadikan istri.
“Aku beli makanan dulu ya sayang?”
“Ia mas. Hati-hati ya”
Rico pergi meninggalkan mereka berdua, dan tiba-tiba salah seorang perawat keluar dan menemui Mira.
“Mba Mira ada yang akan di bicarakan dokter”
Mira langsung ke ruangan dokter dan menyuruh salah seorang perawat untuk menunggu Adrian sebentar”
“Ia dokter ada apa?”
“Mba Mira saya harus berterus terang pada mba Mira, oprasinya sudah selesai dan mba Mira harus tau bahwasanya om Amir tidak dalam kondisi baik, tadi setelah kami melakukan oprasi ternyata dalam usus terdapat kebocoran dan tadi langsung kami tindak lanjuti dan ginjalnya pun sudah kami oprasi. Tapi di usia om amir yang sudah tua mungkin dengan kondisi sekarang ini, beliau sangat sulut untuk pulih dan bertahan, jadi pesan saya rawat baik-baik tuan Amir dan jangan biarkan dia bersedih”
Mira sangat kaget setelah mengetahui usia om Amir tidak lama lagi
bersambung
__ADS_1