Simpanan Lelaki Tua

Simpanan Lelaki Tua
hari pernikahan


__ADS_3

Tak terasa hari ini adalah hari pernikahanku, Mira memutuskan untuk menikah di rumahnya sendiri, rumah yang di tempati oleh kedua orang tuanya.


Adrian terlihat sangat tampan sekali di acara pernikahan ku, adik-adikku juga terlihat sangat cantik sekali, aku sangat bahagia sekali hari ini.


Ku pandang wajahku di cermin, begitu sangat berbedanya aku hari ini, memakai gaun putih dan bunga melati serta mahkota silver yang menghiasi kepalaku yang membuat aku semakin cantik hari ini, Tak bisa aku ungkapkan kebahagiaan ku hari ini.


"Wah kak Mira cantik sekali hari ini, bagai putri yang ada dalam dongeng"


"Heeee, ada-ada aja kamu Adrian"


"Benar kak, kakak terlihat cantik sekali"


Mbok ijah masuk ke dalam kamar ku.


"Ia non cantik sekali, sangat anggun dan aura cantiknya terlihat sekali"


"Ia ya mbok"


Mira langsung memandang wajahnya dan dia juga berdiri sambil melihat keseluruhan tubuhnya, "Benar aku seperti putri, akhirnya impianku tak hanya seberkas hayalan, akhirnya aku akan menjadi pengantin dan sebentar lagi aku akan menyandang status istri"


Mira sangat bersukur akhirnya ia akan bersatu dalam kasih dengan Rico.

__ADS_1


Di tempat lain. Rico sedang mempersiapkan dirinya untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi yaitu jenjang pernikahan, Dia terlihat sangat tampan dengan jas hitamnya dan di tambah lagi aura bahagia nya yang menambah ke tampanannya.


"Anakku Rico, sebentar lagi kamu akan menikah, kamu akan mempunyai tanggung jawab yang lebih, bukan hanya menikah tetapi kamu juga punya tanggung jawab untuk menafkahi secara lahir dan batin, pesan ibu kalau berumah tangga nanti jangan pernah sakitin istrimu, apalagi kau menamparnya, jika dia berbuat salah tegor atau nasehati dia dengan baik, jangan lewat ke kasaran karna jika kamu menyakiti istrimu, sama saja kamu mengakiti ibu"


"Ia bu, aku akan menyayangi dan mengasihi Mira dengan baik, dan aku juga akan menafkahi lahir dan batin, aku akan selalu ingat pesan ibu selamanya"


"Ia sayang, ibu sayang sekali padamu"


"Ia bu, Rico juga sayang sama ibu"


Mereka berdua berpelukan bersama.


"Heeee ada-ada aja kamu nak, kalau bercanda"


Mahar dan seserahan semua telah disiapkan, sebuah mahar seperangkat alat sholat, dan banyak sekali seserahan.


Mobil yang telah di rias dengan indah juga telah di siapkan.


"Rico semuanya telah di siapkan, ucap pak Johan saudara Rico, kenapa paman lihat kamu pucat begitu, jangan gerogi dong, seperti baru kenal calon istrimu sekarang saja, bukankah kalian sudah lama kenal heee"


"Aduh, pak de, kayak pak de tidak tau yanh aku rasakan, aku sangat gerogi sekali, kalau nanti pas akad aku lupa naskahnya bagaimana ya"

__ADS_1


"Ah tidak apa-apa. paling-paling nanti di ketawain orang banyak saja heeee"


"Wah aku tambah gerogi kalau begini"


"Sudah jangan gerogi, tarik nafas dab hembuskan pasti lega, dulu pak de juga begitu, sudah ayo cepat sudah di tunggu, ayo masuk mobil"


"Ia pak de"


Sesampainya di depan mobil, semua orang pada ketawa.


"Kenapa kalian tertawa ya, ucap Rico"


"Rico kamu sadar tidak sih, sepatumu mana, mau menikah kok tidak pakek sepatu"


"Haaaa tawa Rico, ia aku lupa pakai sepatu"


"Biasa pada gerogi mau nikah"


Rico berlari ambil sepatunya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2