
Hatiku sangat gelisah sekali jantung ku berdebar sangat kencang, apakah keputusanku ini menerima cinta Zaki sudah benar, aku ingin sekali jujur padanya bahwa aku tak perawan lagi dan aku sudah punya anak, tapi hati ini terlanjur jatuh cinta padanya dan aku takut kehilangannya, Zaki laki-laki pertama yang ku cinta.
"Sayang kenapa kau termenung begitu, ucap Zaki di dalam mobil"
"Tidak apa-apa sayang aku gerogi aja sayang mau bertemu dengan ibu mu"
"Oh kirain ada hal lain yang kau fikirkan"
Zaki tiba-tiba memegang tangan ku dan berkata.
"Sayang percayalah padaku aku akan setia bersama mu dan setelah kuliah selesai aku akan meminangmu"
"Ia sayang, tapi aku punya 2 adik yang harus aku biayai sekolahnya"
"Tenang saja aku akan membantu mu untuk membiayai adikmu"
"Ia sayang tapi aku punya tabungan yang cukup untuk adikku"
"Ia sayang kalau kurang aku akan membantu mu"
Mira berkata dalam hatinya, untuk biaya hidup dan adiknya dari om Amir sudah cukup, karena om Amir masih memberikan uang setiap bulannya pada Mira, tapi sebenarnya Mira ingin sekali hidup mandiri tanpa bantuan om Amir.
"Sayang ini sudah sampai rumah ku"
__ADS_1
Aku sangat kaget sekali rumahnya sangat besar sekali halaman rumahnya yang cukup besar dan terlihat mobil yang berjejer rapi di
halaman rumah Zaki, Mira semakin minder dengan Zaki dan dia memegang tangan Zaki.
"Sayang kenapa kau tak pernah cerita selama ini bahwa kau dari keluarga yang berada, kalau begini ceritanya aku semakin minder sayang, aku tak pantas untukmu lagi"
"Kamu itu berbicara apa, sudah ayo turun aku kenalkan dengan ke dua orang tuaku, mereka berdua baik kok dan tak pernah membedakan antara orang yang punya dan yang tak punya sudah santai sajalah, ayo kita turun"
Akhirnya mereka berdua turun dari mobil dan Zaki memegang tangan Mira, mereka berjalan berdua dan ada salah satu pembantu rumahnya yang bernama mbok Ina.
"Wah Tuan Zaki sudah ada pendamping"
"Ia ini mbok kenalkan ini Mira pacar aku, ibu ada tidak mbok di dalam rumah"
"Ada Tuan di dalam sama tuan besar lagi santai nonton televisi berdua"
"Ia Tuan"
"Tok..... tok assalamualaikum ", ucap Zaki.
"Waalaikumsalam, terdengar suara dalam rumah"
Jantungku rasanya berdetak sangatlah kencang sekali, aku takut sekali orang tuanya tak menerima ku.
__ADS_1
"Terlihat seorang ibu yang cantik keluar menghampiri kami"
"Oh kamu Zaki sudah pulang, emmm pulang-pulang bawa gandengan saja, ayo masuk kedalam dan kenalkan calon ku pada ibu dan ayah"
Aku masuk ke dalam rumah Zaki, ibu nya sangat ramah sekali menyambut kami berdua, ibunya juga sangat cantik sekali terlihat masih muda sekali.
"Sini masuk dan duduk nak jangan sungkan, sebentar ibu panggil ayahnya Zaki dulu"
"Sayang tak usah gerogi orang tuaku baik kok"
"Ia sayang meski aku tak bisa berbohong dengan hati ku sendiri bahwa aku sangat takut"
Tak lama, ibu dan ayah nya Zaki keluar, ku lihat ayahnya Zaki yang tinggi besar dan sama seperti Zaki.
"Oh ini yang sering diceritakan Zaki selama ini, emmm pantesan Zaki jatuh cinta sama kamu nak, orang cantik begini"
Aku tersipu malu....
"Ayah dan ibu kenalkan ini Mira yang aku ceritakan selama ini, kami sudah jadian bu, doakan kami langgeng dan aku harap ibu dapat merestui hubungan kita berdua"
"Ia ibu dan ayah restui yang penting kalian bahagia"
"Untukmu Mira kami tak pernah memandang calon istri anak kami dari segi apapun yang penting kamu jujur dan tak ada yang di tutup-tutupi dengan keluarga kami"
__ADS_1
Aku tertegun malu dan bingung apakah aku harus jujur sekarang atau tidak
bersambung