
Tin........ tin suara kelakson mobil.
"Ia Rico masuk saja, tak usah membunyikan klakson keras-keras"
Namun tetap saja Rico membunyikan kelakson mobilnya.
"Mbok!!! keluar dan bilang ke Rico aku lagi siap-siap"
"Ia non"
Mbok Ijah keluar rumah dan menumui Rico.
"Mas Rico kata nona Mira, mas suruh masuk ke dalam, nona lagi bersiap-siap"
"Oh ia mbok, saya masuk"
Rico masuk ke dalam rumah,
"Mbok apa Mira kalau dandan memang lama begini ya mbok"
"Tidak tuan, tapi mbok sendiri heran kenapa kali ini non Mira lama sekali merias dirinya. Tadi malam sih, non cerita banyak hari ini mau bertemu ibu mas Dion, mungkin non Mira gerogi jadi merias dirinya jadi lama sekali"
"Mungkin juga mbok, mbok bisa minta tolong, bilang ke Mira jangan lama-lama soalnya ibu ku sudah menunggu dia dari tadi"
"Ia mas Rico"
Mbok Ijah menaiki tangga untuk menemui Mira.
Tok....... Tok...... Tok
"Non kata mas Rico, non jangan lama-lama karna ibu mas Rico sudah menunggu non"
"Ia mbok, tunggu di bawah sebentar lagi aku keluar kok mbok"
"Ia non"
Mbok Ijah turun ke bawah kembali, mengambilkan segelas air minum untuk mas Rico.
"Mas ini minumannya bisa di minum dulu sambil menunggu non Mira"
"Ia mbok trimakasih banyak"
Tak lama Mira turun dari tangga rumahnya, Rico sangat terkejut sekali, sampai-sampai dia tersedak batuk.
__ADS_1
Uhuk....... uhuk.
Bagaimana dia tidak terkejut, dia melihat seorang wanita yang cantik dan memakai pakaian panjang dan menggunakan jilbab.
Mira berjalan menghampiri Rico.
"Mira benarkah ini kamu?"
"Ia Rico, apa kamu tidak suka dengan penampilan ku yang sekarang"
"Subhanallallah Mira, aku sangat menyukainya, kau terlihat sangat cantik dan anggun sekali memakai pakaian syair'i ini, baju yang menutupi tubuh mu membuat aku sangat kagum padamu Mira"
Seketika wajah Mira merona, memerah menandakan dia sangat malu sekali, karna Rico memujinya.
"Ia mas Rico, sejak tadi malam mas menelfonku dan berkata bahwa ibu mas merestui hubungan kita aku berjanji akan jadi yang lebih baik lagi"
"Ia sayang aku sangat suka sekali dengan penampilanmu yang sekarang"
"Terimakasih ya mas"
"Ia sayang, ayo kita pergi ibu ku sudah menunggu kita di rumah, dia sudah tidak sabar sekali menunggu calon menantunya datang"
"Ia mas, aku pamit dulu pada mbok ijah"
Mira berjalan ke dapur untuk menemui mbok ijah.
Mbok ijah juga kaget sekali melihat penamilan Mira yang baru.
"Non ini beneran non Mira"
"Ia mbok, ini Mira, aku mau jadi yang lebih baik mbok dan mengubur semua masa laluku"
"Ia non, mbok doakan non Mira selalu bahagia selamanya"
"Amin, mbok"
Akhirnya Mira dan Rico pergi untuk menemui ibunya Rico, diperjalanan Mira masih saja terlihat gugup dan takut, jantungnya berdetak dengan sangat kencang.
"Sayang jangan gugup gitu, seperti kita akan perang saja kamu gugup"
"Ia sayang aku sangat takut salah bicara"
"Sudah tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan baik-baik nanti juga akan terasa sangat lega sekali"
__ADS_1
"Ia mas"
Mira langsung menarik nafasnya.
Tak lama mereka sampai di rumah Rico.
"Sayang ini rumahmu"
"Ia sayang, ayo turun"
Terlihat rumah yang megah dan ibunya Rico sudah duduk menunggu mereka berdua datang.
Mira turun dari mobil, tiba-tiba ibunya Rico berkata.
"Wah calon mantu ibu datang!!!"
Mira sangat kaget dan malu, Mira menjabat tangan ibunya Rico.
"Ia bu ini Mira"
"Ia ayo masuk ke dalam, kita ngobrol di dalam ya"
Mira pun duduk di ruang tamu, ibunya sudah menyiapkan banyak makanan dan minuman.
"Ayo nak Mira di makan dan jangan lupa minum takut ke sedak kalau tidak minum haaaaa"
"Ibu, masih aja bercanda ucap Rico, Mira maafin ibu ku yang suka bercanda"
"Ia tidak apa-apa, ucap Mira"
"Saya memang begini nak Mira, jangan takut ya, kita langsung aja, Rico sudah menceritakan banyak hal tentang kamu, dari masa lalumu sampai sekecil apapun dia sudah ceritakan, kalau ibu setuju saja, sekarang tinggal kalian mau menikah kapan, tapi Mira juga garus mau menerima Rico apa adanya"
"ia bu, terimakasih sudah menerima Mira"
Mira meneteskan air mata, tiba-tiba ibunya Rico memeluknya dan berkata.
"Sabar ya sayang, anggap saja ibu ini pengganti ibumu, ibu tau kamu orang baik makanya ibu mau merestui kalian"
"Terimakasih banyak ya bu"
"Sudah dulu acara nangisnya ayo kita makan ucap Rico"
"Dasar anak nakal ibu nangis malah becanda"
__ADS_1
Akhirnya mereka pun makan bersama-sama
bersambung