
6 BULAN SETELAH KEJADIAN ITU.
6 bulan sudah setelah kejadian itu, aku tambah bahagia sekali, Rico yang selalu menyayangi ku, meski aku hanya menganggapnya sebagai sahabat. dan meski dia tau masa laluku tapi 6 bulan ini dia tetap setia menjaga ku, dan tak terasa kuliahku juga akan selesai dan aku bisa bekerja dan adik-adiku juga akan masuk SMA.
Aku sangat bersyukur sekali meski aku sekarang tak punya banyak sahabat setidaknya aku tau mana yang benar-benar tulus padaku dan mana yang mau berteman dengan ku hanya pada saat bahagia saja.
Pagi ini aku sangat kaget sekali karena tiba-tiba suara seseorang mengetuk pintu, kebetulan hari ini hari libur dan mbok ijah lagi pergi untuk menemui hasan jadi aku langsung berlari untuk membuka pintu.
"Ia sabar aku lagi jalan ucap Mira"
Mira membuka pintunya..... kreek...... krek...
"Ia pak pos ada apa? "
"Ini non ada surat untuk nona"
"Dari siapa ya pak? "
"Saya baca dari tuan Amir non"
"Ia pak terimakasih ya"
__ADS_1
"Tanda tangan dulu non disini"
Mira langsung memberikan tanda tangannya yang tandanya dia sudah menerima surat itu.
Mira langsung berlari untuk membuka surat itu.
Dan terlihat dia sangat tidak sabar untuk membuka surat itu.
Mira membaca surat nya dengan penuh antusias sekali.
"Dear Mira"
"Maaf om baru bisa memberikan kabar padamu, karena om tau kuliahmu sudah hampir selesai jadi om rasa ini adalah waktu yang tepat untuk om memberi kabar tentang anakmu.
Mira nama anak kita adalah Adrian laki-laki tampan dan sangat lucu sekali, om akan mempertemukan kalian bulan depan pas hari ulang tahunnya nanti akan ku perkenalkan kalian, tapi kamu harus janji tak akan pernah mengaku bahwa kamu adalah ibu kandungnya, om rasa sekian kabar yang om berikan padamu, bulan depan biar supir om yang akan menjemput mu untuk bertemu Adrian anakmu.
Om juga senang sekali melihat kau sekarang bahagia. terimakasih untuk hadiah anak tampan seperti Adrian"
Itulah isi surat yang diberikan om Amir.
Mira sangat bahagia sekali akhirnya setelah sekian tahun dia akan bertemu anaknya dia tidak sabar lagi menunggu hari itu tiba, tapi dia agak terdiam, kenapa nama anak itu mirip sekali dengan anak laki-laki yang ia temui berapa bulan lalu di sebuah pusat perbelanjaan, apakah anaknya memang anak tampan yang ia temui dulu.
__ADS_1
"Ah mungkin hanya namanya saja yang sama, tapi orangnya berbeda, lagian om Amir kan lagi di luar negeri ucap Mira dalam hatinya"
Yang pasti hari ini Mira sangat bahagia sekali mendengar berita itu. Dia sangat tidak sabar untuk memberi tahu Rico.
Mira mengangkat telfonnya.
kring...... kring...... kring
"Ia Mira Assalamualaikum ada apa Mira"
"Rico akhirnya om Amir memberi tahuku kalau aku boleh ketemu anak ku bulan depan Rico aku sangat senang sekali, kamu mau kan menemani ku bulan depan saat aku bertemu anakku pas hari ulang tahunnya"
"Tentu saja Mira aku akan menemui mu, aku senang sekali akhirnya kamu bisa bertemu dengan anakmu"
"Ia Rico aku sangat lega sekali akhirnya waktu yang aku tunggu tiba juga aku bisa bertemu dengan anakku"
"Ia Mira untuk merayakannya mau tidak hari ini mumpung kita libur aku ajak jalan kamu, dan sekaligus untuk merayakan kamu akan bertemu dengan anakmu"
"Ia rico aku mau, 1 jam lagi kamu kemari ya kita akan jalan"
"Oke mira"
__ADS_1
Mira tidak tau bahwa rico sebenarnya mempunyai rencana akan menembak Mira untuk jadi pacarnya.
bersambung