Simpanan Lelaki Tua

Simpanan Lelaki Tua
terimakasih rico


__ADS_3

Aku tiba di suatu tempat yang indah sekali, mobil Rico berhenti di suatu tempat.


Rico membawaku di sebuah tempat yang indah, di dalam mobil ku buka kaca mobil dan ku hirup udara yang begitu segar, ku dengar deburan ombak yang memecah sejenak masalahku, pasir yang putih dan pantai yang biru dan luas.


"Mira aku parkirkan dulu ya mobilnya"


"Ia rico jawabku"


Sejenak aku lupa akan masalahku,


ssssstttttt, Rico memarkirkan mobilnya.


"Ayo mira turun ucap rico. lupakan masalah yang tadi dan hadapi hari esok yang cerah"


Rico tiba-tiba menggenggam tanganku dan mengajak ku ke arah pinggir pantai, di pantai itu tidak begitu ramai, kata Rico dia sengaja membawa ku ke tempat ini karna dia tau tempat ini tidak ramai dan tenang cocok sekali dengan suasana hati ku yang sangat tidak karuan.


"Ayo Mira jangan diam melamun, dia kembali memegang tanganku, dan menarikku, akupun mengikutinya"


"Mira ikuti aku, coba rentangkan tanganmu, pejamkan matamu. hidup udara segar pantai ini dan ambil nafas panjang dan teriaklah sekencang mungkin agar dirimu lega, sekarang mulailai apa yang aku katakan"


Mira mulai merentangkan tangannya dan memejamkan matanya dan dia berteriak sekencang mungkin.


"ahhhh..... ahhhhhh.... ahhhhhh"


"Tuhan aku terima semua ini dengan ikhlas, dan ampuni semua dosaku"


Mira kembali membuka matanya dan merangkul Rico.


"Terimakasih rico kamu masih mau jadi sahabatku, setidaknya aku mulai sedikit lega sekali"


"Ia Mira aku akan selalu jadi sahabatmu, dan aku akan menjaga mu"


"Ia rico terimakasih"


"Ayo sini mira duduk disini"


"Disini rico, di pasir ini nanti kalau ada air laut datang baju kita basah loh, kita kan gak bawa baju ganti nanti mobilmu basah dan kotor"


"Sudahlah Mira jangan banyak berfikir macam-macam untuk hari ini jangan banyak berfikir kosongkan semua yang ada di fikiranmu, kalau perlu yang buat mikir dibuang, ucap rico sambil bercanda"


"Haaaaa.... Haaaaaa, ada aja kamu Rico kalau buat mikir aku buang, berarti aku mati"


"Ya tidak lah, ibarat mesin kosongkan dulu tuh yang ada di dalam fikiran kita refres dengan yang baru haaaaaaa"


Rico memandang Mira dengan tatapan yang sangat tajam, dan melihat mira sudah bisa tertawa lepas dia sangat bahagia.

__ADS_1


"Rico kenapa kamu termenung memandangku begitu, aku cantik ya Haaaaaa. tawa lepas Mira"


"Ia kamu sangat cantik apalagi bila kamu tertawa lepas begini, aku suka sekali senyumanmu"


"Ah kamu ini bisa saja bila merayu, rico kenapa kamu masih saja mau berteman denganku padahal kamu tau kan aku wanita tak benar"


"Jangan bilang kamu wanita tak benar, kamu lakukan semua pengorbanan itu kan demi kebahagiaan orang tuamu bukan untuk dirimu saja, mungkin kalau aku jadi kamu aku tak sanggup jalani semua ini"


"Ia rico terimakasih banyak untuk hari ini"


"Ia Mira tapi untuk hari ini masih belum selesai, hari ini adalah hari untuk Mira dari ku sahabat baik mu"


Tak lama kemudian tiba-tiba ada 2 orang yang tiba menghampiri mereka yang sedang berbincang dan satu orang memegang gitar dan satu orang lagi memegang mawar.


"Nona ini mawar untuk anda"


Mira sangat terkejut ada seseorang yang memberinya sebuah bunga, Mira langsung menatap Rico.


"Apa ini ulah mu Rico?"


"Nikmati saja hari ini Mira, hal ini adalah yang ingin ku lakukan sejak 2 tahun lalu tapi urung ku lakukan karna aku tau kau sudah mencintai orang lain, jadi aku pilih mundur"


"Ah kamu Rico bisa saja, terima kasih ya rico untuk bunga ini"


Mira terlihat sangat bahagia sekali menerima bunga ke sukaannya, memang sekarang Mira tak ada rasa kepada Rico tapi dia sangat nyaman terhadap Rico.


Satu orang lagi memegang gitar dan langsung menyanyikan sebuah lagu yang Mira suka.


lirik lagunya.


Aku mencintaimu tulus dalam hatiku.


Aku tulus kepadamu.


Rasa ini tumbuh begitu saja, tanpa aku tau kapan tiba rasa ini.


Cinta ini begitu indah sampai aku tak mau rasa ini pergi.


kau adalah anugerah dari Tuhan.


Tetap disini rasa, tetap bersamaku habiskan waktu ini hanya untukku.


Mira kembali menatap wajah Rico.


"Rico apa ini? "

__ADS_1


"Mira aku sangat mencintai mu. dari dulu perasaan ini aku pendam baru kali ini aku berani mengutarakan padamu, aku menerima mu, bukan hanya kamu yang sekarang tetapi juga tentang masa lalumu juga. aku janji aku akan menjagamu kita cari anak mu bersama-sama. Tapi aku juga tidak akan memaksa dirimu untuk kamu mencintaiku, aku akan menunggu mu menerimaku"


"Rico terimakasih untuk ketulusanmu, tapi kamu tau kan aku baru saja terluka sangat dalam, jadi untuk memulai hubungan kembali dengan seorang laki-laki rasanya sangat sulit sekali, aku nyaman sekali dengan mu, saat kita masih bersahabat aku juga sangat nyaman sekali. meski kita tidak berpacaran kamu harus janji padaku kamu tak akan sakit hati dan langsung meninggalkanku kan Rico"


"Haaaaa kamu bilang apa, jika seseorang mencintaimu dengan tulus maka dia tak akan pernah meninggalkan mu sendiri, aku janji akan selalu bersamamu selamanya, meskipun nantinya kita tidak berjodoh maupun nantinya berjodoh yakinlah aku tak akan pergi"


Mira kembali memeluk Rico, entah rasa apa yang tiba-tiba muncul datang tiba-tiba rasa itu tumbuh di hati Mira.


"Sekarang kita makan dulu ya, sudah dulu acara nangis-nangisan ini kayak anak kecil saja nangis haaaaaa"


"Dasar kamu Rico bisa saja kalau bercanda, aku sudah besar tau bukan anak kecil"


"Oh anak besar yang suka nangis kan"


"Ah kamu pinter banget ngelucu"


"Anak besar mau es krim gak aku pesankan"


"Rico jelek aku mau ayam bakar ma es teh"


"Siap bos, siap aku pesankan kamu disini baik-baik jangan nangis lagi"


"Ia pak"


Rico bergegas pergi untuk memesankan makanan di Mira duduk di pasir putih itu sendirian.


Mira sangat bersyukur saat semua orang menjauhinya, tapi Tuhan memberikan Rico sebagai orang yang ada di sampingnya.


Der..... der .... der


"Anak manis jangan melamun terus geh, tuh ayam bakarnya pesanan nyonya manis mau datang"


"Haduh Rico sudah ah ngerayunya ayo kita makan, kayaknya cacing ku juga dah menari-nari"


"Wah ternyata nyonya manis selain cantik, suka nangis ternyata juga pelihara cacing juga di dalam perut haaaa"


"Dasar rico, ayo lah makan"


Akhirnya mereka berdua makan dan Mira sangat bahagia sekali hari ini, serasa semua bebanya hilang, dan dia sekarang tau siapa laki-laki yang benar-benar sayang sama dia dan laki-laki yang hanya mempermainkannya.


Senyum manis Mira yang membuat Rico juga bahagia.


"Terus tersenyum Mira dan semangat hadapin hidup ini, ucap Rico"


bersambung

__ADS_1


__ADS_2