
Aku langsung menemui ibuku, dan setibanya aku disana ku dapati ibu ku sudah terbujur kaku dan siap untuk di mandikan, aku menangis di kaki ibu ku, memohon ampun pada ibu ku karna aku belum bisa membahagiakan beliau, ku lihat 2 adikku yang bernama, nisa dan ayo menangis berlari memelukku, aku tak kuasa melihatnya, anak sekecil itu harus kehilangan orang tuanya. Dan aku yang mereka punya sekarang.
"Kak bagaimana ini kami tinggal sendiri sekarang kakak kerja terus kami bagaimana"
Aku masih bisa menutupi kehamilan ku dari adik-adikku, aku tak mau mereka tau aku jadi simpanan tapi aku tak mungkin meninggalkan mereka berdua.
Aku menguburkan ibu ku dengan perasaan yang sangat hancur sekali bagaimana kelanjutan hidupku tanpa ibu. Dan bagaimana tentang adikku dan hidup mereka sedangkan untuk sekarang tidak mungkin aku mengajak mereka karna aku sedang hamil dan tak mau mereka tau.
Setelah pulang dari pemakaman aku, duduk termenung sendiri.
Bu Anita istri pak Amir menemuiku.
"Ada apa Mira kok kamu kelihatannya kamu sedih sekali"
"Adik-adikku bagaimana bu, mereka sekarang sendiri sedangkan aku tidak mungkin mengajak mereka aku tak mau mereka tau aku hamil bu, aku hanya ingin mereka taunya aku kerja saja"
__ADS_1
"Biar mbok ijah yang menjaga mereka dan kamu ibu yang jaga, nanti kalau kamu sudah melahirkan kamu bisa menjaga adikmu dan kuliah di sini"
"Ia bu"
Betapa bahagianya aku bisa bertemu dengan bu Anita yang sangat baik padaku, dan setelah selesai semua urusan nya aku kembali ke villa bersama bu Anita.
Tak terasa hari demi hari, bulan berganti bulan aku berada di villa dan sekarang usia kandunganku berumur 9 bulan dan aku merasakan gerakannya dalam rahimku, dia sering sekali menendangku dan Bu Anita dengan setia menjagaku, semakin besar kandunganku semakin aku sangat sayang dengan anak dalam rahimku, anak ku berjenis kelamin laki-laki saat di usg aku sangat berat sekali menyerahkan anak ku pada bu Anita, aku yang mengandung aku yang merasakan semuanya, apa mungkin aku ikhlas menyerahkan anak ku, pada orang lain.
"Mira tak terasa baby boy sudah mau keluar, ibu sangat bahagia sekali akhirnya anak ibu akan lahir di dunia ini"
Aku sebenarnya berat, apalagi bu Anita ini anaknya.
Hatiku rasanya langsung hancur sekali, ku elus perutku yang besar.
"Nak maafkan aku harus menyerahkanmu pada orang lain tapi ini memang jalan hidup ibu, semoga kau bahagia bila kelak lahir nak, bersama bu Anita yang baik sebagai ibumu dan pak Amir sebagai ayahmu"
__ADS_1
"Ibu, perutku sakit teriakku pada bu Anita"
Bu Anita berlari bersama om Amir dan langsung membawaku ke rumah sakit dan ternyata karna ada komplikasi akhirnya aku di secar, akhirnya aku akan bertemu dengan calon anak yang aku tak boleh melihatnya, sesuai perjanjian setelah lahir aku pun tak boleh melihat wajah anak ku sendiri.
Aku masuk di ruang operasi dan para dokter menanganiku dan tak lama aku mendengar suara tangisan bayiku.
owek...... owek sepontan hati ku bahagia akhirnya bayiku lahir.
Setelah keluar dari ruang operasi aku berkata pada bu Anita.
"Bu izinkan aku bertemu anakku"
"Tidak boleh Mira sesuai perjanjian anak ini akan aku bawa pulang sekarang dan kamu bisa pulang ke rumah ku setelah sehat"
Hancur nya hatiku aku tak bisa melihat wajah anak ku.
__ADS_1
bersambung