Simpanan Lelaki Tua

Simpanan Lelaki Tua
Mereka mengambilnya


__ADS_3

Aku ingin melihat anakku meski hanya sekali saja, tapi mereka mengambil nya dan langsung membawa anakku pergi tak sedikit pun aku di perbolehkan untuk menemui anakku.


"Bu sekali saja izinkan aku"


"Hey kamu Mira kamu harus tau ya, aku sudah mengorbankan banyak demi anak ini, aku juga sudah menjagamu selama 9 bulan ini, adik-adikmu sudah aku sekolahkan kehidupan mereka juga sudah sangat amat baik sekali jadi kamu harus tau diri ngerti Teriakan bu Anita"


Aku sangat kaget sekali kenapa bu Anita berubah menjadi sangat kasar, mungkin dia takut aku akan membawa anak ini, aku cuma mau melihatnya sekali tak lebih.


"Sudah jangan marah-marah ucap om Amir"


"Mira tak usah kau melihat anak ini nanti kau malah susah melepasnya, sekarang anak ini kami bawa pergi, kamu juga tak akan pernah menemukan kami, kami akan pergi ke luar negeri tak tau kapan kami akan kembali kasini, kamu jangan khawatir akan aku transfer setiap bulannya ya"


"Ibu izinkan aku melihat anakku sekali saja, ibu bisa mengambilnya aku hanya ingin melihat sebelum dia pergi selamanya dari hidupku"


"Biarkan bu, Mira melihat anaknya, ucap pak Amir"

__ADS_1


Bu Anita luluh hatinya dan mengizinkan aku untuk melihat anakku dan menggendong nya meski sekali saja aku sudah sangat bahagia sekali.


"Ia boleh tapi cuma sekali ini saja ya"


"Ia bu terima kasih banyak"


Aku menggendong nya pertama kali dan untuk terakhir kalinya ku lihat bibirnya yang sangat imut, wajahnya yang polos dan Tubuhny yang sangat bersih.


"Nak maafkan aku ya semoga kau bahagia sampai kelak kau dewasa, semoga juga kelak kita dapat berjumpa ya, aku mencium keningnya dan tak sadar aku meneteskan air mata, dalam batinku berkata, aku telah menjual anakku demi ke bahagian semata"


Anak ku mereka ambil, dan pak Amir berkata padaku.


"Mira terimakasih untuk semuanya, dan terimakasih kau telah memberi ku seorang anak yang tampan sekali, kami pergi dulu ya jaga dirimu baik-baik dan semoga kamu sukses nantinya"


Om Amir mencium kening ku di depan bu Anita yang membuat bu Anita sangat cemburu.

__ADS_1


"Ayo mas cepat pergi dari sini"


Dan mereka berdua beralih pergi dari hadapanku aku hanya bisa menangis sedih sendiri di kamar rumah sakit, dan seorang perawat tiba-tiba masuk ke dalam kamar ku dan berkata.


"Bu ini ada titipan surat dari bapak Amir untuk ibu"


"Ia suster terimakasih banyak"


Suster itu langsung pergi dari hadapanku dan ku baca surat dari pak Amir.


"Mira sayang, berbulan-bulan kita bersama sebenarnya tumbuh butir-butir cinta di hati om, om sangat menyayangi mi, dan terimakasih untuk hari-hari indah yang om lalui bersamamu maafkan om telah memanfaatkan mu demi kebahagiaan keluarga om, dan tak tau harus berkata apa lagi terimakasih lagi untuk hadiah terindah indah ini, seorang anak laki-laki yang tampan sekali yang kau berikan pada om, om tak tau harus membalas apa padamu, yang om bisa berikan adalah masa depan yang lebih baik untukmu, jaga dirimu baik-baik kejar cita-cita mu sekali lagi om minta maaf"


Aku hanya bisa menangis kencang.


"Tuhan kenapa kau harus memberikan ujian hidup berat ke padaku"

__ADS_1


bersambung


__ADS_2