
Jam pulang kerja pun tiba, mira terlihat sangat tak bersemangat sekali, cerianya hilang, Rico melihatnya dari parkiran.
"Sayang kenapa kamu cemberut begitu, apakah karna masalah tadi sayang"
"Ia sayang aku ke fikiran sekali"
"Ayo sebelum pulang kita mampir ke pantai sebentar biar kita agak refres dan kita bicarakan di pantai saja, biar enak"
"Ia sayang"
Mira tak bisa lagi menyembunyikan kegundahan dalam hatinya.
"Sudah lah sayang jangan terlalu di fikirkan nanti kamu sakit, nanti kita bahas saja"
Merekapun tiba di pinggir pantai, dan mereka duduk di pinggiran pantai dan menghirup udara pantai pada sore hari yang sangat segar sekali.
"Duduk sini sayang, kita bicarakan hal tadi"
"Bagaimana sayang, siapa yang akan keluar dari pekerjaan aku apa kamu mas, kita baru saja menikah tentunya kita masih butuh biaya yang banyak untuk kebutuhan kita"
"Sudah jangan terlalu berfikir, aku akan menjelaskan padamu, sayang begini aku kan sekarang kepala keluarga, yang harus memberimu nafkah, jika aku tak bekerja bagaimana, sedangkan aku punya kewajiban menafkahi mu sayang, kalau istrikan kalau bekerja hanya untuk membantu suami sedangkan kalau suami itu hukumnya wajib menafkahimu, sekarang terserah padamu Mira bagaimana keputusanmu?"
Mira terdiam sebentar, dia memikirkan apa yang harus dia putuskan.
__ADS_1
"Sayang, sebenarnya aku sangat berat sekali memutuskan ini, kamu tau kan bekerja adalah impianku setelah lulus kuliah adalah bisa bekerja, tapi benar katamu mas, aku sekarang adalah menyandah status sebagai istrimu, jadi biarkan kamu yang bekerja dan aku biar mengurus rumah nanti kalau ada lowongan bekerja aku akan mencoba melamar bekerja, seperti itu keputusanku mas"
"Benar itu sayang, kamu ikhlas bila aku yang bekerja?"
"Ia aku ikhlas sayang, tapi kamu harus janji?"
"Janji apa sayang?"
"Kamu harus menjaga kepercayaanku selamanya"
"Ia sayang aku janji akan setia padamu dan aku juga akan menjagamu dan menyayangimu selamanya dan kita akan menua bersama selamanya"
"Ia mas"
Mira menyandarkan kepalanya ke suaminya Rico.
"Sayang aku tau kamu sangat berat sekali mengambil keputusan ini, terimakasih banyak sayang kamu telah mengorbankan cita-citamu demi kau menghargai aku sebagai suamimu"
"Ia mas, semoga keluarga kita selalu bahagia selamanya"
"Amin sayang"
"Aku juga berharap sayang kita cepat mendapat adik untuk Adrian"
__ADS_1
"Ia mas"
"Ayo minum dan makan ini, aku sudah memesankan es kelapa muda dan kentang goreng untukmu sayang"
"Ia sayang kamu tau saja aku sangat menyukai makanan itu"
"Ya tau lah, kesukaan istrinya"
Setelah makan mereka putuskan untuk pulang ke rumah. Mira tak sadar meneteskan air matanya.
"Jangan menangis sayang, aku akan jaga kepercayaanmu padaku"
"Ia mas, aku ikhlas"
Tak lama Rico mengendarai mobil mereka tiba di rumah, Mira melihat Adrian yang sedang bermain dengan adik-adiknya.
Mira mendekati Adrian dan adiknya, dia mengusap kepala adik perempuannya.
"Sayang kalian harus belajar yang pintar dan menjadi orang yang sukses dan kalian jangan menikah dulu sebelum kalian bekerja dan meniti karir kalian menjadi wanita sukses dan mandiri"
"Ia kakak aku tak akan menyia-nyiakan pengorbanan kakak untuk kami berdua"
Rico yang mendengar perkataan Mira menjadi sangat bersalah sekali.
__ADS_1
bersambung