
"Sayang sekali lagi maafkan aku ya, aku cuma khilaf"
"Apa-apaan ini mas, begini kamu bilang khilaf mas, aku yakin kamu melakukannya dengan sadar mas bukan khilaf"
"Sudahlah sayang jujurlah pada hatimu, kamu pilih akukan ucap selingkuhannya, sudahlah jujur saja"
"Ia mas jujur saja semuanya mas, kamu tidak usah bohong, semua sudah ketauan kedoknya"
"Aku tak mau berbohong lagi, aku akan jujur Mira, benar aku sudah tak mencintaimu lagi karna kamu gendut, jelek dan tak wangi lagi, kamu sendiri tak bisa merawat dirimu. Coba kamu liat wajahmu di cermin, betapa jeleknya kamu sekarang, wajar saja kalau aku sekarang selingkuh, aku sudah terima kamu apa adanya, tapi kamu sendiri yang tak bisa jaga penampilanmu sendiri, jadi ini semua bukan salahku saja, kamu juga bersalah disini kamu tau"
"Apa mas, kamu tega sekali menghina aku begitu, setelah apa yang telah aku korbankan padamu, aku rela tidak kerja agar kamu bisa kerja, tapi setelah kamu suksez, ini kah balasan untukku mas, kalau begini aku minta cerai saja"
"Oke kalau kamu minta cerai, lagian aku juga sudah muak tinggal denganmu, Mira sekarang aku talak kamu dan kamu sekarang bukanlah istriku lagi kita cerai sekarang dan soal sah secara negara biar aku saja nanti yang urus, sekarang pergi kau dari hadapanku, tak usah drama nangis lagi, pergi kau dari sini, aku juga akan urus semuanya"
"Tega sekali kau mas!!!"
__ADS_1
Mira langsung berlalu pergi dari tempat itu dengan perasaan yang sangat hancur sekali, suami yang selama ini sangat ia sayang namun setelah sukses ia malah membuang Mira, layaknya sampah.
Mira pulang ke rumahnya dengan perasaan hancur sehancur hancurnya, setibanya di rumah mira menangis sangat kencang sekali, Adrian melihatnya.
"Kenapa kak, kakak menangis kencang'
"Adrian orang yang aku percayai malah menyakitiku nak?"
"Siapa kakak?"
"Kok panggil aku anak,,kakak?"
"Sekarang, kayaknya waktu yang tepat untuk aku beritahukan padamu nak, kamu harus janji setelah aku jujur yang sebenarnya kamu tak boleh benci dengan orang tuamu, karna mereka sayang sekali padamu nak?"
"Ada apa kakak, sebenarnya"
__ADS_1
"Adrian sayang, kamu sebenarnya adalah anak kandung saya"
"Apa benar, apa kakak tidak bohong"
"Tidak nak, aku ada hubungan dengan ayah mu, karna 0rang tua Mira banyak hutang, jadi untuk melunasi semuanya aku harus punya anak dari om Amir, karna om Amir tidak punya anak dengan istrinya, jangan marah ya nak, percayalah ke dua orang tuamu sangat sayang dengan dirimu dan aku juga sangat sayang sama kamu, jadilah anak yang tangguh ya nak selalu sayang sama orang tua, dan jadi laki-laki yang bertanggung jawab, jangan sakiti perempuan"
"ibu!!!!" Adrian memanggil mira.
"Apa nak, kau panggil aku ibu"
"Ia bu, sebenarnya saya sudah dengar pembicaraan ayah sama ibu, tapi aku diam saja karna aku ingin ibu yang bicara langsung sama Adrian, ibu aku sudah lama menunggu waktu ini, waktu ibu jujur sama aku, ibu aku sangat sayang sama ibu, dan aku akan menjaga ibu selamanya dan tak akan pernah biarkan orang lain menyakiti ibu, jangan menangis bu, ada adrian disini, biarkan om Rico pergi bu, ikhlaskan saja mungkin om Rico bukan orang terbaik untuk ibu"
merekapun berpelukan.
tamat
__ADS_1