
"Rico kenapa pulang-pulang bisa senyum-senyum begitu. Seperti orang gila saja, emang ada apa sebenarnya?"
Rico langsung memeluk ibunya dengan erat, ibu Rico bernama bu Sri. Ibunya adalah seorang janda, karna ayahnya Rico meninggalkannya pergi bersama wanita lain saat Rico masih umur satu tahun.
"Aduh!!!!!! sakit Rico, pelan-pelan kalau peluk ibu, nanti badan ibu remuk bagaimana, tau kan ibu sudah tua begini, ayo ada apa ceritakan sama ibu."
"Ibu aku sangat bahagia sekali akhirnya Mira mau menerima cintaku bu!!!"
"Syukurlah akhirnya anak ibu tersayang ini tidak galau terus dan punya pasangan. Bentar-bentar ini Mira yang mana."
"Aduh ibu, emang Mira yang ku ceritakan sama ibu ada berapa, ya tentunya Mira yang sering Rico ceritakan selama ini, yang Rico cintai bertahun-tahun ini."
"Oh Mira itu, kirain ibu yang mana."
"Kok ibu responnya cuma begitu sih!!!"
"La terus harus bagaimana, apa ibu harus seperti kamu loncat-loncat apa teriak yang keras. Hore......Hore..... akhirnya anakku punya pacar begitu ya."
"Ibu bisa saja, ya gak begitu ibu, paling gak nyemangatin anaknya gitu."
"Oce anakku sayang, semangat-semangat pacarannya gitu ya, Rico senang."
"Ibu bisa saja, ah gak seru bu."
"Seruuuuuuuuuu buat Rico."
"Malas ah cerita sama ibu kalau begini."
"Haaaaaaa, tawa bu Sri, akhirnya ibu berhasil buat anak ibu marah."
Rico langsung memeluk ibunya lagi dan berkata.
"Ibuku memang yang paling ku sayang dan ngerti sekali tentang aku"
__ADS_1
"Bagaimana gak ngerti coba, ibu ini teman ceritamu, tempat berbagimu dan satu lagi ibu ini kotak sampahmu kan."
"Haaaaaaa, tau aja ibu ini."
"Sini-sini duduk sama ibu, dan tiduran di pangkuan ibu kamu bisa ceritakan semuanya Mira, ibu rasa ada yang kamu sembunyikan tentang Mira."
Rico langsung tiduran di pangkuan ibunya dan memulai bercerita tentang semuanya, karna memang dia tidak pernah menyembunyikan sesuatu hal pada ibunya.
"Ibu aku mau cerita tentang Mira, aku tak tau setelah ibu mendengar semuanya apakah ibu akan menyetujui hubungan kami ataukah ibu akan melarang aku berpacaran dengan Mira"
"Sudah ceritalah jangan berbelit-belit begitu, kalau lama ceritanya perut ibu mules ini"
"Haaaaaa, ibu Rico ini serius malah ibu bercanda terus begini!"
"Ia sayang ibu tidak bercanda lagi, ayo cepat cerita, apa perlu ibu jewer dulu agar kamu mulai cerita"
"Bu!! ibu tau kan aku sayang sama Mira sudah bertahun-tahun lamanya, dan sekarang akhirnya Mira mau menerimaku tapi sebenarnya ada rahasia besar bu"
"Apa sayang?"
"Haaaaa, kamu terlalu berfikir berat sekali sayang, ibu pasti merestui pilihan malah ibu sangat salut sama Mira dia rela berkorban demi keluarganya, coba Rico bayangkan di zaman sekarang ini banyak sekali gadis yang egois yang mementingkan diri sendiri, kamu sudah tepat memilih Mira jadi pasangan hidupmu"
"Jadi ibu setuju"
"Ia sayang ibu sangat setuju, besok bawa dia kemari, ibu ingin kenal lebih dalam sama calon menantu ibu"
"Siap ibuku sayang"
Rico langsung memeluk ibunya dan mencium ibunya.
"Emmuccccc. ..... emmmmccc, terimakasih ibu ku sayang.
"Sudah jangan cium terus, sana telfon Mira besok suruh temui ibu"
__ADS_1
Rico langsung bangun dari tidurnya dan akan menelfon Mira.
"Sayang jangan sambil berlari, jalan saja nanti jatuh loh"
"Ia ibu"
Di dalam kamar Rico mengambil telfon genggamnya dan langsung menelfon Mira.
"kring....... kring, Hp Mira berbunyi"
Mira melihat ternyata panggilan dari Rico.
"Hallo mas ada apa?"
"Sayang ada kabar baik untukmu"
"Kabar apa mas?"
"Ibuku merestui hubungan kita , dan dia ingin besok kamu ke rumahku, jadi besok kamu aku jemput ya"
"Mas tapi ibu mas sudah tau kan semuanya tentang aku"
"Sudah sayang aku sudah ceritakan semuanya, dan ibu ku setuju jadi tenang saja"
"Benar mas ibu mas setuju"
"ia sayang makanya besok dandan yang cantik ya, kan mau ketemu calon mertua"
"Haaaaa ia sayang"
"Ya sudah aku menelfon cuma mau kirim kabar itu, malam Mira sayang tidur ya, love you sayang"
"Ia sayang juga tidur ya, love you tooo"
__ADS_1
bersambung