Simpanan Lelaki Tua

Simpanan Lelaki Tua
om Amir meninggal


__ADS_3

Kehilangan seseorang memang menyakitkan, apalagi jika orang tersebut adalah orang yang sangat kita kasihi tentu akan meninggal kan luka dan kenangan, tetapi kita tidak boleh terus menerus larut dalam kesedihan.


Om Amir terbaring di ruangan ICU, Mira tak sanggup melihatnya terkapar tak berdaya berada di ruangan itu, hancur pula hatinya melihat Adrian yang bersedih, apalagi Adrian tak mau makan sedikitpun, om Amir mengalami koma setelah di lakukan oprasi, dan kemugkinan kesempatan untuk hidupnya sangat sedikit, aku harus kuat menghadapi semunya demi adrian karna aku yakin, Tuhan tak akan memberikan sesuatu ujian melebihi kemampuan umatnya.


Karna ku yakin kematian akan tiba pada siapapun manusia yang ada di dunia ini.


Setiap manusia tak akan ada yang abadi, pasti akan merasakan namanya kematian, begitupun aku dan om Amir, aku ikhlas Tuhan bila engkau mengambil Tuan amir, karna aku sudah mengikhlaskannya, aku tak sanggup lagi melihat om Amir tak berdaya seperti sekarang.


“Adrian, ayo makan sayang nanti sakit, kita harus kuat kan mau nunggu ayam Amir biar cepat sembuh”


“Aku tidak mau makan kak!”


“ayo makan, nanti kalau sakit ayahmu akan bersedih”


“Tapi aku ingin ayah bangun”


“Makan dulu ya?”


“ia kak”


Akhirnya Adrian makan, meskipun sedikit.


Tiba-tiba, para suster dan dokter berlari di ruangan ICU, mereka terlihat sangat sibuk sekali menangani om Adrian, Mira sangat bingung sekali sebenarnya apa yang telah terjadi pada om Amir, Apakah kondisi om Amir semakin memburuk.


“kakak, kenapa para dokter banyak di kamar ayah?’

__ADS_1


“Tidak apa-apa nak, para dokter sedang menyembuhkan ayah”


Rico, berdiri dan lansung menemui suster.


“Suster sebenarnya apa yang sedang terjadi kenapa para dokter masuk ke kamar tuan amir?”


“Begini pak, kondisinya semakin kritis jadi dari keluarga harus bersiap, walaupun kondisi terburuk yang terjadi nanti”.


Rico terlihat sangat kaget sekali mendengar perkataan suster tadi, dan bingung apa yang harus di katakan padaMira.


“Sayang apa yang terjadi?”


“Sayang kamu harus siap apa yang terjadi nanti, harus kuat demi Adrian”


“Ia mas aku sudah siap, karna aku yakin apapun yang terjadi nanti adalah yang terbaik untuk om Amir”


Dokter masih saja menangani om Amir, dan terlihat Adrian yang sangat bingung sebenarnya apa yang sedang terjadi, tak lama dokter keluar dengan wajah yang penuh kekecewaan.


Dek…………. Hati mira merasa tak enak, benar saja tiba-tiba dokter berkata.


“Mana keluarga dari tuan Amir”


“Saya dok, Mira menjawabnya”


“Maaf mba, kami harus mengatakan ini, kami dari pihak dokter sudah berusaha semaksimal mungkin, namun Tuhan berkehendak lain, Tuan Amir sudah pergi untuk selamanya dari kita, kami harap mba Mira bersabar dan doakan Tuan amir dapat pergi dengan tenang”

__ADS_1


Mira langsung lemas tak berdaya, menatap wajah polos adrian, dia bingung bagaimana dia harus memberitahukan semunya pada anak kecil itu. Namun Mira harus memberanikan diri bicara pada Adrian,


“Kak ada apa, kenapa kakak menangis?”


“adrian, anak pintar kan?’


“Ia kak”


“Janji sama kakak, tidak akan menangis”


“Emang ada apa kak?”


“Janji dulu, apapun yang di katakan kakak tidak akan menangis, dan ingatlah kakak akan selalu ada buat Adrian”


“Ia kakak, Adrian janji tapi kakak harus bialng sebenarnya ada adi apa?


“Begini sayang, setiap manusia pasti akan meninggal, begitupun adrian, kakak dan om Rico tapi kita tidak tau kapan datangnya, dan sekarang yang di panggil duluan adalah ayah Amir, jadi Adrian harus kuat, doakan ayah semoga masuk syurga dan tenang disana, ingat tidak boleh nangis, kalau nangis ayah akan sedih”


Adrian langsung berlari menemui om Amir dan langsung memeluk beliau.


“Ayah kenapa, ayah tinggalkan Adrian. Ayah yang tenang ya disana, Adrian janji gak akan nakal dan baik disini, tunggu Adrian di syurga ya ayah”


Mendengar perkataan dari Adrian Mira merasa lega dan bersyukur anak sekecil itu bisa bersikap dewasa.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2